Cinta Memang Aneh

Cinta Memang Aneh
Ryo Si Playboy Cap Duren Mambo bagian ke 2


__ADS_3

Rojali membonceng cewek cantik bernama Mira dengan Vespa bututnya,


Di sepanjang perjalanan mereka berusaha untuk ngobrol, tapi karena suara kenalpot Vespa bututnya Rojali sangat berisik,


maka obrolan mereka jadi ga nyambung dan


amburadul, seperti saat ini,


" Bang Rojali, ini suara Vespa, volumenya bisa dikecilin ga? "


Tanya Mira, yang agak senewen denger bunyi bising dari kenalpotnya Rojali.


Rojali yang kupingnya diikat karet gelang, dan terjepit helm batok berwarna pink itu menyangka Mira ngefans sama celana jeans cutbray nya,


maka Rojali berkata dengan bangga,


" Tentu saja celana cutbray bang Rojali udah ga bisa dikecilkan lagi dong dek Mira, soalnya ini model yang sangat langka ",


Ujar Rojali bangga dan tersenyum, sambil mengendarai Vespa bututnya.


Mira yang sudah senewen dengan suara kenalpot, jadi makin stres mendengar jawaban dari Rojali yang ga nyambung,


akhirnya Mira memilih untuk diam, hingga sampai tujuan.


Akhirnya mereka sampai di tujuan,


mereka tiba di sebuah rumah yang asri, mungil tapi minimalis.


Mira pun turun dengan hati yang lega, sambil berkata,


" Bang Rojali, terimakasih banyak sudah menemukan dompet Mira yang hilang, udah gitu nganter sampai rumah pula,


mampir dulu bang Rojali ? ",


Ujar Mira, basa basi.


Rojali pun berkata,


" Terimakasih banyak dek Mira, mungkin lain waktu, soalnya mau berangkat kerja, dan mau jemput teman teman dulu ",


Ujar Rojali sambil mengusap bibirnya yang Jontor.


" Baiklah kalo begitu, terimakasih banyak bang Rojali ",


Ujar Mira .


Rojali baru teringat dengan kejadian pagi tadi yang menyebabkan bibirnya Jontor , maka buru buru dia bertanya,


" Btw, dek Mira,


tadi pagi bang Rojali lihat dek Mira seperti berantem dengan cowok yang pake mobil mewah di pinggir jalan "


Ujar Rojali kepo.


Mira agak terkejut mendengarnya,lalu berkata,


" Emangnya bang Rojali lihat kejadiannya ya?


Rojali segera menjawab,


" Iya nih dek Mira , cowok yang berusaha mengejar dek Mira itu ga berhasil, karena kamu langsung naek ojeg,


mungkin dia kesal, terus ada botol minuman kaleng sama dia ditendang, .....eh botol bekas minuman kaleng itu nyosor ke bibir bang Rojali, jadinya gini deh jadi Jontor ",


Ujar Rojali mengadu pilu.


Tampak Mira tertawa tertahan kayak yang mules, lalu menjawab,


" Maaf ya bang Rojali jadi Jontor gitu bibirnya,


cowok itu bernama Ryo , dia tuh ternyata seorang Playboy, hampir saja Mira tertipu olehnya, untung ada teman Mira yang kasih tahu kalo dia itu sudah punya istri dan anaknya masih kecil ",


Ujar Mira polos.


Rojali terperanjat kaget, lalu berkata,


" Sungguh seperti itukah cowok bernama Ryo itu dek Mira? "

__ADS_1


Tanya Rojali dengan muka yang sangat aneh, karena matanya melotot dan bibirnya Jontor.


Mira tertawa melihatnya dan menjawab,


" hahahaha.....iya sungguh seperti itu, makanya aku langsung putusin cowok brengsek itu ",


Ujar Mira sambil tertawa kecil.


Rojali masih shock mendengarnya,


namun Rojali langsung bergegas pamitan untuk segera menjemput sobat sobatnya, yang pastinya sudah keriting dan jamuran nunggu dirinya yang telat jemput.


Akhirnya setelah Rojali pamitan pada Mira ,


Rojali langsung memacu Vespa bututnya menuju rumah bro Aldi dan bro Jeremy.


Dan ternyata memang benar, terlihat bulu alis


bro Aldi sudah keriting , dan bulu hidung bro Jeremy juga sudah keriting disko, akibat ter jemur sinar matahari yang lumayan terik.


Rojali menceritakan kejadian yang baru dialami nya,


pada para sobat sobat keritingnya, yang setia mendengarkan Rojali, sambil memperhatikan bibir Rojali yang Jontor .


Lalu bro Aldi berkata,


" Bro Rojali yang bibir nya Jontor, menurutku sebaiknya segera memberi tahu neng Fanny,


bahwa si Ryo itu adalah seorang Playboy cap Duren Mambo ",


Ujar bro Aldi sambil mengusap bulu jambang nya yang gundul sebelah dan tebal sebelah tidak simetris.


Bro Jeremy pun menambahkan tak mau kalah,


" Benar bro Rojali, lebih cepat lebih baik daripada neng Fanny celaka ",


Ujar bro Jeremy sambil mencabut bulu hidung nya yang keluar nakal.


Rojali tampak bimbang, dan akhirnya Rojali berkata,


" Baiklah kali begitu, sobat sobatku yang sangat ku sayangi, berpegang erat karena kita akan ngebut ",


Dan kedua sobatnya dengan semangat pula berpegangan erat pada Vespa bututnya Rojali.


Tampak mereka bertiga berboncengan dengan sangat lucu bagai ikan pindang yang berjejer ugal ugalan.


Mereka bertiga akhirnya sampai di depan rumah Fanny, tapi mereka tidak menemukan mobil mewah itu di sana.


Rojali mematikan mesin Vespa bututnya, lalu berjalan ke rumah neng Fanny , dan kebetulan ada mbok Pokiyem yang sedang menyapu,


" Met pagi mbok Pokiyem, neng Fanny ada ? ",


Tanya Rojali cemas.


" Neng Fanny, baru saja berangkat ke kampus dengan den Ryo , mas kribo ",


Ujar mbok Pokiyem polos.


Rojali segera pamitan pada mbok Pokiyem,


dengan tak lupa menitip salam untuk sang bokap mendoakannya agar cepat sembuh, dan bergegas menyusul Fanny di jalan


Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy tampak bertiga meluncur naik Vespa bututnya Rojali dengan terlihat sangat aneh dan lucu,


bro Aldi yang duduk di depan, tampak celingukan mencari cari mobil mewah yang


membawa neng Fanny,


sedangkan bro Jeremy berjongkok agak berdiri di belakang bagai Superman dengan bulu hidung berkibar.


Dan ketika mereka melewati pom bensin, akhirnya mereka bertiga menemukan si Ryo sedang mengisi bensin di SPBU,


dan terlihat Fanny sedang duduk di sampingnya sedang membaca buku.


Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy pun segera masuk ke SPBU tersebut, lalu Rojali turun dari Vespa bututnya menghampiri mobil mewah Ryo yang sedang isi bensin.


Rojali mengetuk kaca mobil Fanny , dan Fanny tampak sangat terkejut lalu membuka kaca jendela mobilnya.

__ADS_1


" Bang Rojali ?? "


Ujar Fanny terkejut.


Rojali tersenyum dan berkata,


" Neng Fanny, maaf bang Rojali ganggu,


cuma ada hal penting yang harus bang Rojali sampaikan ",


Ujar Rojali sambil tersenyum.


Belom sempat Rojali dan Fanny ngobrol lebih lanjut, tiba tiba terdengar suara Ryo menghardiknya,


" Hai bocah kribo, berbibir Jontor dan bercelana cutbray disko,


jangan ganggu pacarku ya, awas kalo kamu macam macam !! ",


Ujar Ryo dengan sombong nya.


Bro Aldi dan bro Jeremy tampak sudah sangat gemas, ingin mengucek dan me laundry si Ryo sang Playboy cap Duren Mambo itu.


Namun bro Aldi segera berkata,


" Kita harus menghormati kekuatan kribo disko saudara kita bro Rojali,


kita ga boleh ikut campur ! "


Ujar bro Aldi bijak.


Bro Jeremy yang udah gemes,


tampak hidung mancungnya kembang kempis, dengan bulu hidungnya terlihat menyembul keluar,


akhirnya menarik nafas dan bulu hidungnya ke dalam kembali.


Rojali tampak santai dan cuek dengan kelakuan si playboy cap Duren Mambo itu,


lalu berkata ke neng Fanny ,


" Neng Fanny, tolong dengarkan bang Rojali ya, untuk kali ini saja,


cowok bernama Ryo ini sudah punya anak dan istri, dia ini Playboy cap Duren Mambo ",


Ujar Rojali bersungguh-sungguh.


Fanny yang mendengar itu sangat terkejut dan berkata,


" Bang Rojali, jangan asal ngomong loh,


fitnah itu dosa loh bang ",


Ujar Fanny ga percaya dengan si bibir Jontor.


Dan Ryo si Playboy cap Duren Mambo itu segera menghardik Rojali ,


" Dasar kribo norak, kamu iri hati dan dengki padaku ya, sembarangan aja ngomong tanpa bukti,


ayo kita berangkat ke kampus nanti kita telat "


Ujar si Ryo sambil segera menutup semua jendela dan mengunci pintu mobilnya,


kemudian Ryo segera memacu mobil mewahnya meninggalkan Rojali yang bengong dengan bibir Jontor .


Bro Aldi dan bro Jeremy segera menghampiri Rojali , dan bro Aldi berkata,


" Apa kita susul saja dan kita karate si Playboy cap Duren Mambo itu bro Rojali? ",


Tanya bro Aldi gemas, sambil melintir jambang nya yang tebal sebelah.


Rojali tampak termenung lalu menjawab,


" Sebaiknya kita ke sekolah dulu untuk mengajar, biarkan saja dulu mereka berdua menyelesaikan masalahnya, aku yakin neng Fanny pasti menanyakan kebenaran berita itu"


Ujar Rojali sambil tersenyum.


Akhirnya mereka bertiga berangkat, menuju sekolah, dengan mengendarai Vespa bututnya Rojali .

__ADS_1


Dan mereka bertiga tampak bahagia dan riang gembira.


__ADS_2