Cinta Memang Aneh

Cinta Memang Aneh
Rahasia Kekuatan Rojali bagian ke 3


__ADS_3

Semua anak anak yang berkerumun di pinggir lapangan basket, dan banyak yang berdiri di balkon gedung lantai 2 sekolah, yang menyaksikan Rojali dan Riko di tengah lapangan, semua menahan nafas dan sangat menanti apa yang akan di katakan oleh Rojali sang kribo yang fenomenal itu, tentang rahasia besarnya yang merupakan rahasia kekuatan mentalnya selama ini.


Begitu juga dengan Bu guru Juminten di ruangan kepala sekolah, yang menonton di layar monitor bersama Mr Blek sang kepala sekolah yang berkepala botak kinclong.


Bu guru Juminten yang memang sedari awal bertemu dengan Rojali, sudah sangat tertarik dengan pria berambut kribo yang sangat nyentrik ini, tampak menarik narik kain kebaya nya tanpa sadar, karena sangat tegang.


Sedangkan Mr Blek pura pura jaim ga tertarik, padahal dia pun sungguh penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh si kribo jumbo yang bercelana cutbray disko itu.


Mr Blek pura pura asik makan popcorn, dengan hati yang deg deg wow.


Tampak Rojali, masih menatap tajam bocah tampan namun bandel bernama Riko,


Dengan rambut kribo yang tinggal setengahnya, bibir yang Jontor namun seksi,


dan di tambah lagi sekarang hidungnya menjadi buncit dan mimisan, menambah penampakan Rojali semakin mempesona bagi pecinta penyanyi disko tahun 60an.


Rojali berkata, sambil tersenyum lembut pada Riko yang sekarang berlinang air mata menunggu perkataan Rojali,


" Dengar baik baik Riko,


Baik aku ataupun bro Aldi dan bro Jeremy yang bule itu, sangat mengenal arti kesedihan, atau kesendirian maupun kehampaan dan penderitaan.


Sejak bayi merah, kami bertiga dititipkan di depan pintu sebuah panti asuhan, dalam sebuah keranjang, dan hanya diselimuti selembar kain, agar tubuh kami hangat.


Kami dibesarkan di panti asuhan itu bersama anak anak lainnya yang tidak memiliki orang tua,.......


kami tidak tau dan tidak pernah merasakan belaian kasih sayang orang tua kami, dan apabila hati kami sedih tidak ada tempat untuk mengadu,


sangat berbeda dengan kalian semua disini,


yang memiliki orang tua yang mampu menyekolahkan kalian di sekolah yang sangat mahal ini.


Kami bertiga tumbuh besar bersama hingga menjadi sahabat sekaligus saudara,


dan kami bertekad untuk mengasihi anak anak, karena kami tidak ingin melihat kesedihan atau melihat anak anak yang kehilangan masa masa indah mereka, seperti


kami bertiga ",


Rojali terdiam dan tersenyum lembut pada Riko dengan mata penuh kasih sayang, dan juga berlinang air mata.


Tiba tiba bro Aldi juga menghampiri mereka berdua dan berkata,


" Benar sekali Riko, kami bertiga bertekad agar jangan sampai ada yang merampas kebahagiaan masa masa kecil anak anak yang indah "

__ADS_1


Dan bro Jeremy, yang selalu ga mau ketinggalan pun, tiba tiba muncul dan berkata,


" Dan salah satu rahasia terbesar bro Rojali adalah....rambut kribonya,


sejak bayi rambutnya sudah mulai terlihat keriting, dan bagi bro Rojali hal paling berharga di hidupnya adalah rambutnya yang kribo, peninggalan orang tuanya,


karena bro Rojali berharap suatu saat dapat menemukan orang tuanya kembali "


Ujar bro Jeremy sambil melirik rambut kribo Rojali yang tinggal setengahnya.


Tampak suasana menjadi sangat hening, dan terdengar suara suara Isak tangis dari kerumunan anak anak bandel yang ternyata,


mereka semua sangat terharu dan menangis mendengar kisah Rojali .


Dan di ruangan kepala sekolah yang fenomenal, ternyata Bu guru Juminten yang sangat ahli membaca psikologis manusia,


terlihat menangis tersedu sedu dan berkata,


" Benar benar sangat luar biasa sekali mereka bertiga itu, aku benar benar tidak menyangka,


padahal aku seorang ahli membaca psikologis manusia, benar kan pak kepala sekolah? "


Ujar Bu guru Juminten sambil terisak, dan menatap sang kepala sekolah di sampingnya.


Sang kepala sekolah tampak sedang menangis Bombay, dengan air mata berlinang


dibalik kacamata bulatnya sambil terus mengunyah popcorn.


Di tengah lapangan basket itu,


Terlihat Riko sang bocah super bandel namun tampan itu, menatap Rojali dengan air mata berlinang, dan tubuhnya bergetar, lalu sambil menangis keras Riko berlari menubruk Rojali dan memeluknya, sambil berkata,


" Maafkan aku pak guru "


Ujar Riko sambil menangis tersedu-sedu.


Rojali tersenyum dan balas memeluk Riko sambil membelai rambutnya,


" Tentu saja bocah tampan, kamu kan mengingatkan aku sewaktu bocah dulu,


aku kan waktu bocah disebut kribo tampan yang mempesona, hehehehe "


Ujar Rojali menghibur agar tidak ada kesedihan di mata Riko.

__ADS_1


Dan Riko pun tersenyum dan berkata,


" Terimakasih pak guru kribo, aku berjanji menjadi anak yang baik ",


Semua anak anak yang hadir berkerumun di sana, semuanya bertepuk tangan sangat meriah dan bersorak gembira melihat adegan yang akhirnya sangat luar biasa itu.


Dan setelah kejadian itu, Riko menjadi sangat hormat dan patuh pada Rojali ,


bagaikan anak dan bapak kribo bercelana cutbray disko tahun 60an.


**********************************************


Seminggu setelah kejadian itu,


Tampak suasana sekolah kembali ceria seperti sedia kala,


Dan Rojali tampak sudah mulai agak tumbuh rambut kribonya, yang sempat gundul di sisi kirinya, namun tampangnya jadi semakin aneh dan lucu, karena bentuk rambut kribonya jadi seperti campuran antara jamur dan brokoli dengan sisi yang ga rata, bagai perosotan yang men jambul.


Bro Aldi tetap setia memakai kemeja polkadot nya yang tidak pernah di ganti, kecuali hari libur, dan juga tetap tidak pernah simetris bulu jambang nya yang seperti sudah ditakdirkan untuk sebelah tebal dan yang sebelahnya gundul.


Dan bro Jeremy, akhir akhir ini tampak senewen, karena setelah kejadian di lapangan basket itu, yang akhirnya semua orang tahu masa lalu mereka bertiga, tampaknya Sophia justru semakin tergila-gila padanya, dan semakin rajin mendekati bro Jeremy,


yang membuat bro Jeremy jadi sering mimisan dan sering ke WC karena mencret.


Dan Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal yang berkepala botak plontos dan kinclong itu tampaknya jadi makin sayang pada ketiga mahluk aneh bin ajaib yang norak dan ngeselin itu.


Di sudut ruangan guru, tanpa ada seorang pun yang tahu,


Terlihat Bu guru Juminten,


yang akhir akhir ini setelah kejadian yang menghebohkan itu, tampak Bu guru Juminten


jadi semakin rajin berdandan merapikan sanggul dengan tusuk konde nya, dan berganti ganti warna dan corak kain kebayanya,


Dan setiap kali Bu guru Juminten berpapasan


dengan Rojali , Bu guru Juminten tampak salah tingkah, gugup dan terbata bata ngomongnya apabila ngobrol dengan Rojali ,


sedangkan si Rojali yang kribo tampak lempeng dan idiot mukanya yang emang sudah datar itu.


Dan hari hari berjalan indah seperti biasa dengan tingkah laku konyol dari ketiga mahluk ajaib itu,


Sebelum peristiwa peristiwa yang mengejutkan akan terjadi sesaat lagi.............

__ADS_1


__ADS_2