
Rojali membasuh mukanya yang berlendir dan berkeringat, di wastafel,
Sambil menggosok dan mengucek wajahnya,
agar kinclong kayak batu bacan.
Kemudian menggosok giginya yang kuning keemasan, akibat nikotin yang menempel di giginya.
Setelah berkumur, Rojali menyeringai, memandang senyum anehnya di cermin.
Rojali mengambil sebuah kaos berwarna putih berkerah, yang kedodoran dan kebesaran, bertuliskan,
Hati Hati Ada Galian
Sambil tersenyum manis, Rojali mengenakan celana jeans cutbray andalannya,
dan sepatu kets yang menampilkan jempol kakinya yang menyembul keluar dari celah sepatu kets nya yang jebol.
Seperti biasa Rojali pamitan pada Bu Juleha,
yang tak henti hentinya tertawa ngakak,
melihat penampilan Rojali yang sangat sadis,
dan ketika Rojali mengenakan helm batok warna pink dan mengikat kupingnya hingga merah dengan karet gelang,
Bu Juleha pamit ke WC karena ngompol di celana.
Rojali pun berangkat, mengendarai Vespa bututnya yang mengeluarkan suara suara aneh dan berisik dari kenalpotnya yang bocor
Kedua sahabatnya telah menanti dengan setia, di depan gang rumah mereka masing masing.
Bro Aldi tetap dengan setelan yang sama yaitu kemeja polkadot,
yang entah tidak pernah diganti, atau memang kemeja bro Aldi polkadot semuanya.
.
Sedangkan bro Jeremy dengan setelan kemeja dan jas, serta dasi kupu-kupu yang rapi, kayak mau ke undangan,
Namun sayangnya celana katun nya ngatung kekecilan, seperti minjam yang tetangganya.
Ketiga mahluk ajaib ini tertawa riang gembira,
sambil berboncengan naik Vespa bututnya Rojali, menuju sekolah khusus anak anak bandel, tempat mereka bertiga mengajar.
Sesampainya mereka bertiga di sekolah,
mereka sudah disambut oleh para murid murid yang bandel itu,
dan juga para guru, yang telah mengetahui kedatangan mereka bertiga, dari suara berisik dan aneh yang berasal dari suara kenalpot Vespa bututnya Rojali.
..... DUT...... DUT.......DUT........
Dan diantara para guru itu, terlihat seorang wanita cantik dengan dandanan yang sangat tradisional,
mengenakan kebaya dan rambutnya yang hitam panjang itu di sanggul, dan memakai tusuk konde.
Wanita cantik bergaya penari jaipongan itu bernama Bu guru Juminten,
Yang terkenal galak dan jenius, serta sangat terobsesi oleh penampilan nyentrik dari Rojali , bro Aldi dan bro Jeremy.
Bu guru Juminten, menatap tajam tiga mahluk jadi jadian di depannya,
yang sedang pada cengengesan dan membungkuk hormat pada murid murid bandel yang menyorakinya, layaknya seperti habis konser dan berterima kasih pada penontonnya.
Bu guru Juminten berdecak kagum sambil menulis sesuatu pada buku kecilnya,
buku kecilnya itu seperti sebuah buku rahasia berisi macam macam hasil uji coba laboratorium.
Rojali yang berjalan di depan sambil cengengesan dan ketawa ketawa bersama bro Aldi dan bro Jeremy, tidak melihat ada lobang di depannya, tempat nyimpen vas bunga,
__ADS_1
dan secara memalukan Rojali jatuh dan nyungsep Deket tangga sekolah.
Anak anak bandel itu makin riuh bersorak dan tertawa terbahak bahak melihatnya, dan terdengar celetuk dari mereka,
" Makanya liat liat kalo jalan pak kribo, hahahaha.....hahahaha. ".
dan juga ada yang ngomong,
" Pas banget sama tulisan di kaos tuh pak kribo,
Hati Hati Ada Galian
hahahaha.....hahahaha.....hahahaha....".
Akhirnya Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy tiba di ruangan kepala sekolah untuk absen.
" Selamat pagi, bapak kepala sekolah yang terhormat ",
Ujar mereka serempak.
Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal,
berkepala botak dan kinclong itu menatap tajam mereka bertiga dari balik kacamata bulatnya, dan tersenyum dan berkata,
" Selamat pagi para guru muda yang nyentrik,
tetap semangat dengan jiwa muda kalian !! *,
Ujar sang kepala sekolah bersemangat.
" Siap !! ",
Ujar Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy serempak.
Akhirnya mereka bertiga pun berjalan menuju kelasnya masing masing untuk mengajar.
Tampak Bu guru Juminten berjalan mengendap mengikuti mereka bertiga, sambil memegang buku catatan kecilnya dan bolpoin.
Tampak Rojali dengan senyuman lebar, sedang menyapa murid muridnya.
" Selamat pagi anak anakku tercinta ",
Sapa Rojali ramah dengan senyum penuh kasih sayang.
Dan para muridnya pun berteriak,
" Selamat pagi pak Kribo, yang lucu ",
Ujar mereka sambil tertawa riang.
Bu guru Juminten memperhatikan dengan sangat seksama setiap gerak gerik Rojali,
dari balik tembok yang gelap, sambil mencatat di buku kecilnya, sambil sesekali bergumam sendiri.
Tampak murid murid sangat terhibur, melihat Rojali yang mengajar sambil membawa bongkahan batu besar berwarna warni indah.
" Ini adalah bongkahan batu pancawarna anak anak, sangat indah dan menawan. ",
Ujar Rojali menjelaskan, sambil bergerak ke arah papan tulis untuk menggambarkan sesuatu.
Tampak murid murid sambil tertawa dan bercanda, namun sangat tertarik memperhatikan bongkahan batu tersebut,
dan ada juga yang tetap bermain pesawat kertas, melemparkannya ke rambut kribo Rojali, dan berhasil nyangkut di sana.
Tampak Rojali dengan santai dan sangat cuek, membiarkan pesawat kertas itu nyangkut di rambut kribonya, dan berkata,
" Anak anakku tercinta, coba perhatikan warna warna di bongkahan batu ini,
terdapat lima warna kan, oleh karena itu disebut dengan batu pancawarna ".
Ujar Rojali sambil tersenyum.
__ADS_1
Anak anak tampak sangat enjoy dan senang, dengan Rojali yang berpenampilan santai dan cuek,
mungkin bagi mereka, guru mereka yang kribo itu, gabungan dari penyanyi disko zaman dahulu dengan pecinta alam.
Bu guru Juminten melongo menyaksikan cara Rojali mengajar,
kemudian dia bergumam sambil mencatat di buku kecilnya itu,
" Sangat luar biasa, benar benar spektakuler,
si kribo itu hebat dalam pengendalian emosinya, aku yakin EQ nya tinggi ",
Bu guru Juminten mencatat di buku kecilnya.
Kemudian, Bu guru Juminten berjalan menuju kelas bro Aldi mengajar, dan sembunyi di balik tembok yang gelap.
Tampak murid murid sangat rileks mendengarkan bro Aldi berbicara,
sambil sesekali terdengar suara tawa cekikikan.
Bro Aldi sendiri tampak selalu tersenyum penuh kasih sayang pada anak anak tersebut,
" Anak anakku tercinta, kalian harus rajin belajar ya, dan harus bersyukur karena kalian memiliki orang tua yang mengasihi kalian,
nah kita coba rumus a kuadrat ditambah b kuadrat \= c kuadrat ",
Anak anak tampak senang belajar bersama bro Aldi, dan tampak terhibur dengan jambang nya yang satu lebat dan yang satu gundul, tidak simetris.
Bu guru Juminten, melotot dan mulutnya melongo,
" Fantastis, selama ini belom pernah ada yang bisa menjinakkan murid murid bandel ini,
sekarang terlihat murid murid itu sangat baik "
Bu guru Juminten,
kembali mencatat di buku kecilnya yang misterius.
Kemudian Bu guru Juminten beranjak menuju tempat bro Jeremy mengajar,
namun mendapati kelasnya kosong, ternyata
mereka berada di lapangan basket tak jauh dari sana.
Tampak bro Jeremy tengah berlari sambil mendribble bola basket,
melewati tiga orang anak yang berusaha menarik celananya agar merosot,
Namun dengan gerakan bro Jeremy yang sangat gesit dan lincah,
bro Jeremy berhasil menghindari,
tendangan, hantaman serta sikutan dari tiga bocah bandel tersebut,
lalu secara mantap, memasukan bola basket sambil melompat tinggi dan melakukan Slam dunk.
Bu guru Juminten terpana takjub, hingga tanpa sadar air liurnya menetes.
" Amazing, sungguh dahsyat, kemampuan orang ini di atas rata rata,
dia mampu bergerak secepat itu, dan gerak refleks nya menghindar dari serangan tiga bocah itu sungguh luar biasa sekali "
Ujar Bu guru Juminten sambil mencatat di buku kecilnya yang ajaib.
Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy,
berjalan beriringan sambil tertawa riang menuju ke tempat parkir Vespa bututnya Rojali,
Mereka tampak lugu, polos dan manis, dengan tidak menyadari bahwa Bu guru Juminten selalu memperhatikan gerak-gerik mereka bertiga.
Dan tampak di pojok halaman sekolah,
__ADS_1
Bu guru Juminten yang cantik, dan tradisional mengenakan kebaya itu sedang memperhatikan mereka bertiga yang berboncengan menaiki Vespa bututnya Rojali.