Cinta Memang Aneh

Cinta Memang Aneh
Surat Merah Jambu & tiga penjahat bagian 3


__ADS_3

Pemandangan di depan warung kopi itu tampak sangat lucu dan menarik, sehingga orang orang yang sedang jalan jalan di sana banyak yang menonton dan berkerumun, karena melihat seorang pemuda kribo mirip dengan jamur dan brokoli,


memakai celana jeans cutbray, banyak renda renda kayak penyanyi disko tempo Doeloe, dan yang satunya gendut bulat dan buncit tapi kekar, mau bertanding panco.


Si kumis Tipis yang cerdik, dengan sigap dan cepat mengambil kardus bekas dan berkata,


" Silahkan tonton adu panco abad ini,


antara si kribo norak bercelana cutbray dan ber jempol kaki hitam,


melawan si Buncit yang sangat kuat dan bersahaja, silahkan yang mau nonton, tiketnya hanya lima ribu saja ",


Ujar Si Kumis Tipis sambil mengelilingi penonton yang berkerumun di situ,


sambil mengacungkan kardus bekas mie instan.


Penonton pun tanpa sadar merogoh saku celana mereka dan menyerahkan duit goceng.


Tampak si Buncit dengan wajah yang sangat percaya diri, memasang senyuman kemenangan, dengan mempertontonkan otot bisepnya yang gendut, sambil cengengesan pada penonton karena dia sangat yakin dengan kekuatannya, dan memang dia belum pernah kalah dalam adu panco.


Sedangkan Rojali, dengan wajah bingung dan masih mikirin ban Vespa nya yang kempes,


celingukan takut Vespa bututnya digondol maling yang bodoh, karena mau ngangkut Vespa butut yang kempes dan merepotkan.


Si Jang kiss yang bertindak sebagai wasit udah kesel banget liat tampang Rojali yang


seperti cuek bebek dengan pertandingan panco yang sudah ditunggu-tunggu oleh para penonton yang berkumpul di sana.


Dengan wajah yang serius dan marah si Jang kiss menghardik si kribo yang bloon itu,


" Hai kribo kampret mirip jamur dan brokoli !!


Coba tolong konsentrasi pada pertandingan ",


Ujar si Jang kiss marah.


Rojali tampak bingung dan malah mencari cari surat merah jambu pemberian dari Fanny yang sudah tidak ada di sakunya.


Dengan wajah yang sangat cemas Rojali mencari surat Merah Jambu yang sangat berharga bagi hidupnya itu.


Si Jang kiss yang melihat Rojali kebingungan mencari amplop surat merah jambu, yang padahal sudah dia copet, tersenyum dan berkata,


" Hey kribo bercelana cutbray disko norak,


inikah yang kau cari ? ",


Ujar si Jang kiss sambil mengacungkan sepucuk surat merah jambu di tangannya.


Mata Rojali langsung berbinar ceria,


dan Rojali pun tersenyum dan berkata,


" Hati hati, itu adalah surat cinta pertama dalam hidupku, selama 18 tahun aku sudah men jomblo dalam kancah dunia persilatan ini, jangan sampai surat cintaku itu sampai kotor apalagi sampai sobek ya !! ",


Teriak Rojali kenceng banget,


Semua penonton yang sudah berkerumun dan mendengar kata kata Rojali itu tertawa terbahak bahak,


Dan terdengar celetuk dari salah seorang penonton,


" Dengan penampilan amburadul seperti penyanyi disko tahun 60an dan rambut mirip


dengan jamur dan brokoli, sudah sewajarnya dia menjadi Raja jomblo dan lajang tua "


Dan celetukan tersebut, disambut gelak tawa dan tepuk tangan yang meriah dari semua penonton yang hadir di sana.

__ADS_1


Tampak si Jang kiss sangat kesal dan kecewa, karena ternyata isi amplop itu bukan uang, melainkan surat cinta menjijikan dari si kribo yang urakan dan norak ini,


Maka dengan kesal dia berkata,


" Baiklah !!


Segera pemanasan, pertandingan akan segera dimulai !!


Kalo kamu kalah, selain rambut kribo kamu di buat gundul dan plontos, maka surat yang menyebalkan inipun akan aku bakar sekalian "


Ujar si Jang kiss mengancam Rojali.


Rojali yang mendengar kata kata itu menjadi pucat pasi dan sangat khawatir dan marah,


" Please deh jangan maen maen sama surat cinta pertamaku, kalo sampai sedikit saja surat itu sampai robek, kamu akan menyesal dalam hidup kamu loh !


karena kamu akan menemukan kemarahan dari ketampanan si kribo yang hakiki ",


Teriak Rojali lantang.


Para penonton di sana tertawa gaduh,


dan mulai menyemangati Rojali karena mereka kasihan melihat pemuda kribo yang


mungkin saja dapat lepas dari belenggu ke tidak laku laku dan jomblo yang hakiki itu.


...Ayo Kribo kamu bisa !!.......


...Semangat kribo jambul, demi masa depanmu !!! ......


Teriak penonton memberi semangat pada Rojali.


Rojali sangat terharu mendengar teriakan para penonton yang menyemangati nya itu,


dengan mata yang ber- kaca kaca Rojali mulai melakukan warming up.


Para penonton tersenyum dan tertawa melihat kelakuan konyol si kribo,


namun Si Jang kiss, terutama si Buncit sangat kesal dan marah melihat kelakuan si Rojali yang ngeselin itu.


Kalo si Kumis Tipis tampak tidak terpengaruh dengan suasana yang meriah itu, dia asik sendiri ngitung duit hasil malakin penonton yang ada di sana.


Akhirnya setelah pemanasan selesai, mereka berdua pun bersiap siap bertanding panco.


Dengan beralaskan meja kayu yang kokoh dapet minjam dari warung kopi dan gorengan.


Rojali dan si Buncit berdiri berhadap hadapan,


Dan si Jang kiss yang bertugas sebagai wasit, memegang tangan kanan keduanya dan mendudukkannya di atas meja secara perlahan dan hati hati.


Para penonton pun sangat bersemangat dan antusias melihat pertandingan panco yang spektakuler ini, karena pesertanya dua duanya sangat unik dan lucu.


Yang satu terlihat bagai jamur dan brokoli pake celana jeans cutbray, dan yang satunya lagi berperut buncit hingga bergoyang goyang lucu apabila dia bergerak.


Dan aba aba dimulai pun tiba, si Jang kiss dengan mulut monyong berkata,


" Bersiap pada hitungan ke tiga, mulai ya,


satu......dua......tiga......mulai ",


Dan terlihatlah dua manusia lucu yang saling tarik menarik, mengeluarkan segenap tenaga hingga muka mereka berdua seperti jambu air yang sudah matang.


Rojali yang badannya lebih kecil dibandingkan si buncit, tampak bertahan dan mampu mengimbangi si Buncit yang tampaknya sudah merah mukanya.


Rojali bertekad kuat harus menang, demi surat cinta pertamanya yang berwarna merah jambu.

__ADS_1


Maka dengan kekuatan cinta yang membara Rojali berjuang sekuat tenaga, sampai pipinya menggembung tembem dan matanya merah kayak mau copot.


Sedangkan keadaan si Buncit sangat memprihatinkan sekali,


Si Buncit yang belum pernah merasakan kekalahan selama ini, kaget luar biasa dan shock berat, hingga tanpa sadar karena terlalu memaksakan diri mengeluarkan tenaga yang dahsyat, tanpa sadar yang keluar


dari celananya adalah benda kuning yang sangat bau dan juga disertai suara yang memalukan


......DUT .........P R E T........DUT........P R E T......


Para penonton pun bubar, karena bau yang sangat menyengat dan ga banget itu.


Sedangkan si Jang kiss dan si Kumis Tipis berusaha bertahan dengan menutup hidungnya rapat rapat pake plastik bekas gorengan.


Dan Rojali yang melihat si Buncit sudah kedodoran, tidak melewatkan kesempatan itu,


maka dengan satu hentakan yang sangat mantap, Rojali menghempaskan si Buncit sambil berteriak,


" Rasakan lah kekuatan dari hasil push up bersama sang bokap tercinta !!! "


Teriak Rojali sambil mendorong jatuh si Buncit hingga berguling guling.


Si kumis tipis dan si Jang kiss bengong dan melongo melihat si Buncit dapat dikalahkan dengan kekuatan yang dahsyat dari pemuda kribo yang aneh dan misterius itu.


Dan mereka jadi takut setengah mati karenanya,


Dengan berbisik si Kumis Tipis berkata,


" Kita harus segera kabur dari sini, mahluk kribo ini bener bener mahluk yang berbahaya dan liar ",


Ucap si Kumis Tipis pada teman temannya.


Si Buncit yang sudah merasakan kekuatan Rojali pun jadi ciut dan takut, lalu berbisik pelan,


" Iya bos, si kribo ini sungguh menyeramkan,


kekuatannya benar benar ga masuk akal,


kita harus segera kabur bos "


Ujar si Buncit ketakutan.


Ketika mereka hendak kabur, mereka dikagetkan oleh suara Rojali yang lantang,


" Mau kemana kalian ?


kamu yang kurus dan tipis, cepat serahkan surat cintaku yang pertama !!!


dan kamu perut Buncit, kamu kan udah janji push up seratus kali ",


Ujar Rojali sambil cengengesan.


Akhirnya tiga serangkai penjahat itu menurut dengan patuh pada Rojali ,


Dan terlihatlah adegan yang sangat lucu sekali di sana.


Tampak pria berperut Buncit sedang push up,


di hitung oleh teman temannya, yang Jang kiss dan berkumis tipis.


.....56.....57....58......59............... 💯


Dan si Buncit pun pingsan karena kelelahan.


***********************************

__ADS_1


...Hai para pembaca yang Budiman, jangan lupa dukung Author yaa...dengan cara beri jempolnya 😁👍👍👍...


...terus ikuti kisah Rojali dan kawan kawan yang pastinya tambah seru.......


__ADS_2