
Pagi yang cerah dan sinar mentari tersenyum
ceria,
Di ruangan Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala botak dan kinclong,
Terlihat Rojali yang sedang cengengesan ngobrol dengan Bu guru Juminten, yang hari itu tampak makin cantik dengan kain kebaya berwarna hijau yang serasi banget, dan kebetulan bisa sama dengan kaos yang dipakai Rojali yang berwarna hijau daun bertuliskan,
AKU BUKAN ULAT BULU
Hal itulah yang membuat mereka jadi agak akrab hari ini, dan sedikit mencairkan sikap Bu guru Juminten yang sangat kaku dan grogi bila ketemu Rojali.
Diawali dengan tatapan kaget mereka berdua,
kok bisa sehati dan sejiwa gitu ya, milih warnanya jadi kayak pasangan nyentrik dan energik,
ketika bertemu di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu,
Yang hari ini sang kepala sekolah bolak balik ke WC karena beser.
Dan akhirnya sang kepala sekolah yang sangat fenomenal, berkepala plontos dan kinclong pun datang dari WC,
Mr Blek tampak lelah, karena udah tiga kali bolak balik ke WC yang letaknya di lantai 2,
hingga terlihat betisnya agak membesar.
Akhirnya Mr Blek seperti biasa, akan memberikan pengarahan terlebih dahulu, sebelum mereka semua memulai mengajar,
" Oke! selamat pagi semuanya ",
Ujar Mr Blek berwibawa, sambil meringis menahan pipis yang mulai mengganggunya kembali,
" Selamat pagi pak kepala sekolah ",
Ujar Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy, serta Bu guru Juminten serempak.
Mr Blek pun melanjutkan pencerahan nya,
" Sebelum kita mulai mengajar, di pagi yang cerah dan sangat indah ini,
Untuk lebih bersemangat dan menambah energi positif untuk kita semua,
Mari kita berdoa terlebih dahulu,
agar hari ini kita diberi kelancaran dan kemudahan..............."
Sebelum Mr Blek mengakhiri pembicaraan nya, tiba tiba terdengar suara yang sangat gaduh dan berisik, di luar ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu.
" Hai Wanita genit !!!
mau apa kamu kesini hah !!!! ",
Terdengar suara keras dari cewek ABG.
" Dasar bocah bau kencur !!!
jangan kepo sama urusan orang dewasa yah !! mending kamu cuci kaki terus bobo !! ",
Terdengar suara seksi dan galak dari wanita dewasa.
" Kurang ajar ya kamu wanita genit, Tante Tante ga tau malu !!!
Ujar si ABG.
" Apa katamu !!!
Dasar bocah ingusan, bau kencur !! ",
__ADS_1
Teriak sang wanita dewasa.
" Iya !!
Kamu Mak lampir ga tau malu ",
Ujar si ABG.
" Beraninya ya Kamu !!
Bocah bau kencur yang masih ingusan !! "
Teriak sang wanita dewasa semakin marah.
Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal, tampak membulat kelopak matanya dibalik kacamata bulatnya, dia sangat kaget dan cemas,mendengar suara gaduh di luar sana,
begitu juga dengan yang hadir di sana, terutama bro Jeremy.
Bro Jeremy, terlihat mau pingsan, dengan hidungnya yang langsung mimisan, karena
dia sangat hafal sekali dengan kedua suara wanita di luar sana.
Sedangkan Rojali dan bro Aldi langsung paham dengan apa yang terjadi, mereka berdua saling pandang dan berkata,
" Bakalan runyam nih urusannya, kita harus melindungi bro Jeremy yang hampir pingsan,
inilah kelemahan terbesar dari bro Jeremy yang atletis ",
Ujar Rojali dan bro Aldi bersamaan.
Bu guru Juminten yang mendengar itu malahan tersenyum dan cekikikan, tampaknya Bu guru Juminten sangat tertarik dan bersemangat sekali, dan dia malah menyiapkan buku catatan kecilnya dan bolpoin kesayangannya, untuk segera mencatat hal hal terkecil, untuk menjadi bahan analisis dan hipotesis buat percobaan ilmiahnya.
Mr Blek sang kepala sekolah langsung berkata,
" Pak guru Rojali, segera tenangkan mereka berdua yang sedang ribut di luar,
CEPAT !! ",
Ujar sang kepala sekolah dengan panik, sambil mengelus kepalanya yang plontos dan kinclong.
Rojali segera bergegas menuju pintu ruangan sang kepala sekolah untuk membuka pintu, sedangkan bro Aldi memegangi bro Jeremy yang gemetaran dan mimisan.
Dan ketika Rojali membuka pintu, tiba tiba ada sepotong kue brownies coklat melayang cepat, meluncur kearah muka Rojali yang melongo dong dong,
Dan ....****... ****.... tepat mengenai hidung dan wajah Rojali yang melongo.
Wajah Rojali belepotan dipenuhi kue coklat brownies yang manis.
Lalu terdengarlah suara Sophia yang tercekat kaget,
" Maafkan aku, pak guru Rojali yang kribo disko,
Sophia ga sengaja ! ",
Ujar Sophia dengan sangat menyesal.
Rojali mengangkat jari telunjuk tangan kanannya, dan jari tengahnya membentuk huruf V,
Dan sambil muka penuh belepotan, Rojali berkata,
" Tidak apa apa Sophia,
wah kue brownies ini enak dan gurih sekali ",
Ujar Rojali sambil menjilati kue brownies di mukanya yang dong dong.
Bu guru Juminten tampak menahan tawanya,
__ADS_1
dan segera mencatat di buku catatan misteriusnya, ... Poin ke 77 : Tidak marah walaupun dilempar kue brownies di wajahnya.
Terlihat Sophia memegang kue brownies yang sangat enak itu, guna menyerang Ivana, yang bergerak menghindar ke kiri dan ke kanan, serta melompat lompat.
Sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong, dengan sangat gusar dan panik berkata,
" Coba tenang yaa,
..peace....peace....damai...damai....
coba terangkan ada apa ini ? ",
Tanya sang kepala sekolah dengan panik.
Ivana yang sangat cantik dan dewasa, tersenyum dan berkata,
" Selamat pagi bapak kepala sekolah yang sangat fenomenal,
nama saya Ivana, saya ada perlu mau ketemu sama bang Jeremy ",
Ujar Ivana sambil tersenyum malu.
Sophia dengan mata melotot, dan marah terbakar api cemburu, berteriak kencang,
" Jangan ijinkan wanita ****** ini, wahai bapak kepala sekolah yang kinclong, wanita ini hanya mengganggu dan berniat genit pada pak guru Jeremy ",
Teriak Sophia yang kalap, hingga dia tidak sadar telah memanggil sang kepala sekolah,
dengan sebutan kinclong.
Sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala botak dan kinclong itu juga panik,
jadi ga sadar sepenuhnya dengan perkataan Sophia, maka dengan cepat sang kepala sekolah berkata,
" Baiklah kalo begitu,
Sophia tolong hargai tamu yang datang ya,
tolong hentikan lemparan lemparan kue brownies itu !!
Dan nona Ivana, bisa tolong berbicara langsung saja, apabila tidak ada yang private,
karena melihat kondisi dari pak guru Jeremy yang tampak lemas dan mimisan !! ",
Ujar Mr Blek tegas.
Ivana tersenyum dan membuka tas hitamnya yang cantik, sambil mengeluarkan sesuatu ia pun berkata,
" Sebenarnya saya hanya ingin memberikan makanan spesial buat bang Jeremy untuk makan siang,
Karena saya perhatikan akhir akhir ini, bang Jeremy menjadi kurus dan tertekan, semenjak mengajar di sini, mungkin kecapean ",
Ujar Ivana menyindir, sambil melirik Sophia dengan tatapan mata yang sangat ganas.
Sophia sangat marah sekali mendengarnya dan berteriak kencang,
" Kurang ajar ya, kamu nenek nenek genit sialan, tolong jangan diterima ya pak guru ganteng, dia pasti mau me melet dan mencelakai pak guru dengan makanan yang ga steril ",
Ujar Sophia sengit.
Sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong itu segera menengahi mereka berdua, karena dia tidak mau ruangannya menjadi kapal pecah akibat perang dua wanita yang dibakar api cemburu ini.
***********************************
...Terus dukung Author yaa 😁🙏👍...
...Dengan kasih jempol dan favoritnya .......
__ADS_1
...Tunggu kelanjutannya yang makin seru dan heboh 😁😁🙏...