
Rojali , bro Aldi dan bro Jeremy hari ini terlambat ke sekolah untuk mengajar,
Karena Rojali mencari buah mengkudu demi kesembuhan sang bokap nya Fanny.
Sepanjang perjalanan ke Sekolah,
mereka tampak sangat riang, dan sesekali terdengar tawa tawa cekikikan serta obrolan santai kayak di pantai, walaupun mereka bertiga berboncengan ria mengendarai Vespa bututnya Rojali.
Sang Vespa butut tampak sempoyongan dan gontai, menahan beban mereka bertiga yang agak berat, ditambah goyangan maut mereka bertiga yang tertawa cekikikan di atas sang Vespa.
Makin menderita lah sang Vespa hingga mengeluarkan suara suara aneh dan berisik dari kenalpotnya yang bocor.
........ DUT........DUT.......DUT.........
Di sepanjang perjalanan itu mereka bertiga saling menuduh siapa yang kentut,
Karena memang tercium bau yang sangat enggak manusiawi dan sangat bombastis sekali baunya.
Akhirnya mereka tidak bisa menemukan siapa yang kentut di antara mereka,
hingga Rojali berkata,
" Jangan jangan dari buah mengkudu yang ada di saku celana cutbray ku ya ",
Ujar Rojali, sambil mengendarai Vespa yang jalannya sempoyongan.
Bro Aldi dan bro Jeremy tertawa lega, karena mereka akhirnya menemukan sumber bau ga jelas, yang aneh dan misterius itu.
Mereka bertiga tertawa cekikikan, karena ternyata memang benar sumber bau itu berasal dari buah mengkudu, yang tergencet di celana cutbray rumbai-rumbai Rojali,
Dan seluruh badan Rojali pun menjadi sangat bau, karena dia berjibaku ketika naik ke pohon mengkudu itu, dan otomatis bro Aldi dan bro Jeremy pun ikut menjadi bau juga, karena menempel pada Rojali dengan sangat rapat.
Akhirnya mereka bertiga menjadi manusia yang sangat bau pada hari itu,
dan dengan pasrah mereka bertiga tetap melanjutkan perjalanan, menuju ke sekolah khusus anak anak bandel berada.
Gerbang sekolah khusus yang canggih itu membuka sendiri, mempersilahkan ketiga manusia super bau itu masuk ke dalam.
Dan di sana telah banyak para murid murid bandel, yang sengaja menyambut kedatangan mereka,
karena mereka selalu penasaran dengan ketiga guru mereka yang sangat nyentrik dan urakan ini.
Para anak anak bandel ini langsung bersorak, dan bertepuk tangan meriah, serta tertawa riang melihat kedatangan ketiga guru mereka yang antik.
Namun mereka tiba tiba mencium aroma yang sangat tajam menusuk nusuk lubang hidung mereka.
mereka mulai sibuk mengendus dan saling curiga siapa yang kentut di antara mereka.
Suasana menjadi sangat heboh dan gaduh,
dengan suara tawa, bercampur suara orang bertanya siapa yang kentut,
sambil mereka menutup hidung mereka masing masing.
__ADS_1
Dan akhirnya, semua mata tertuju pada ketiga orang aneh dan ajaib,
yang baru saja datang,
dan sedang memarkirkan Vespa bututnya di bawah pohon jambu,
Dan ketiga orang aneh itu, dengan lugu dan polosnya tersenyum dan menyapa mereka,
" Selamat pagi anak anakku tercinta , apa kabar kalian semua ? ".
Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy sambil tersenyum menyapa para murid murid yang berkumpul di depan halaman sekolah itu.
Dan mereka bertiga mulai menyadari, kalo ternyata para anak anak yang berkumpul di sana, semuanya menutup hidung mereka dan
memandang marah dan jijik pada mereka bertiga.
Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy segera bergegas meninggalkan para anak anak itu,
untuk kabur menuju ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal untuk absen dan melaporkan alasan keterlambatan mereka.
Para guru yang dilewati oleh mereka bertiga,
segera menyingkir dan menutup hidung mereka, karena bau yang sangat pekat dari ketiga orang itu.
sampai Bu Dona yang cantik terjatuh kepeleset, menghindari ketiga orang bau ini.
Hanya Bu guru Juminten yang sanggup bertahan, dan malah tampak sangat antusias melihat kedatangan mereka bertiga, sambil memegang buku kecil rahasianya dan sebuah bolpoin untuk mencatat.
Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal itu, mengernyitkan dahinya, dan segera menutup hidungnya dari serangan bau yang sangat fantastis ini.
matanya bersinar galak di balik kacamata bulatnya, menatap ketiga orang manusia bau di hadapannya itu.
Mr Blek berkata dengan sangat keras dan berbahaya,
" Coba tolong jelaskan kepadaku, wahai manusia manusia bau,
kenapa kalian terlambat, dan apa yang menyebabkan kalian bertiga ini menjadi sangat bau dan menjijikkan sekali ? ",
Tanya Mr Blek marah.
Rojali segera maju untuk menjelaskan, namun sang kepala sekolah langsung menghardiknya,
" Stop !! jangan maju lagi, cukup disitu saja pak guru Rojali ",
Ujar sang kepala sekolah menahan Rojali.
Rojali pun kembali lagi ke tempatnya semula,
dan berkata,
" Jadi begini bapak kepala sekolah yang terhormat, sebenarnya saya dari pagi sekali sudah siap berangkat mengajar,
namun ada sesuatu hal yang sangat urgent sekali,
__ADS_1
seorang bapak kenalan baik saya,
ternyata sakit keras, dikarenakan penyakit darah tingginya kambuh,
dan istrinya meminta tolong kepada saya, tepatnya saya yang menawarkan diri untuk membantunya, untuk mencari buah mengkudu.
yaitu buah yang sangat baik dan berkhasiat untuk mengobati penyakit darah tingginya itu, begitu bapak kepala sekolah yang terhormat,
Akhirnya saya menemukan pohon tersebut, dan saya memanjat nya dengan perjuangan yang keras, akhirnya saya berhasil mendapatkan buah mengkudu itu ",
Ujar Rojali menjelaskan panjang lebar.
Sang kepala sekolah yang mendengarkan dengan seksama, tampak terdiam dan terharu, lalu dia tersenyum dan berkata,
" Jadi itu alasannya mengapa kalian terlambat, oke saya sangat menghargai dan menghormati sikap toleransi dari kamu,
tapi pertanyaan yang kedua, mengapa kalian bertiga jadi sangat bau ? "
Tanya sang kepala sekolah lagi.
Rojali sambil tersenyum dan berkata,
" Itu karena saya membawa sedikit sampel buah mengkudu, yang saya simpan di saku celana cutbray kesayanganku, namun karena kami bertiga berboncengan naik Vespa,
menyebabkan buah mengkudu itu tergencet hingga pecah, jadi kami bertiga akhirnya menjadi bau seperti ini ",
Ujar Rojali sambil mengeluarkan buah mengkudu yang sudah gepeng itu dari saku celana jeans cutbray andalannya.
Dan tentu saja sang kepala sekolah yang botak sangat terkejut dan marah,
" Apa yang kamu lakukan kribo !! cukup !!
tidak perlu dikeluarkan, masukan kembali buah itu ke saku celana jeans mu yang cutbray disko ",
Ujar sang kepala sekolah marah.
Rojali pun memasukan kembali buah mengkudu itu ke sakunya,
Dan sang kepala sekolah berkata,
" Baiklah, karena hari ini kalian sangat bau sekali, silahkan kalian mengajar di halaman belakang gedung sekolah, dan para murid di wajibkan memakai masker , jelaskan pada mereka khasiat dari buah mengkudu itu ",
Ujar sang kepala sekolah, bijaksana.
Akhirnya Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy,
mengajar para murid muridnya di halaman belakang gedung sekolah yang sangat luas, berupa taman bunga yang asri,
yang lumayan, agak mengikis bau tengik dari tubuh mereka bertiga.
Dan terlihat para murid murid itu tertawa terbahak bahak,
dan mereka tampak sangat menikmati belajar di taman itu, sambil menyaksikan guru mereka yang kribo sedang menjelaskan dan memperlihatkan buah mengkudu itu pada mereka semua.
__ADS_1