
Suasana yang ceria masih tetap menyelimuti sekolah khusus anak anak yang penuh semangat jiwa muda yang bergelora.
Para anak anak ABG itu sekarang telah berkumpul di kelasnya masing masing untuk menunggu pengarahan dari Bu guru Dona yang cantik dan mempesona.
Di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal, terlihat Mr Blek sedang duduk manis di Sofanya yang empuk, bersama dengan Bu guru Dona yang sedang sibuk dengan berkas berkas kertasnya yang bertumpuk, dan Bu guru Juminten yang duduk dengan anggun dan perkasa mengenakan setelan serba putih, sampai selop kaca beningnya pun putih bersih dan wangi.
Di sofa yang tak kalah empuk, terlihat Madam Jovanka yang duduk beristirahat sejenak dengan bersandar, tampak sedang merenungkan sesuatu, dan Mr Blek beserta tiga juri staf ahli mengangguk dan menggeleng tampak cemas melirik ke arah Madam Jovanka yang tampak sedang berpikir keras dari raut wajahnya yang cantik dan kharismatik.
Madam Jovanka yang sedang merenung itu,
tiba tiba sorot matanya berubah menjadi seperti bersinar, bagai teringat akan sesuatu hal yang telah lama sekali dilupakannya,
" Apakah Abang Rizal itu.....jangan jangan....
ah tidak mungkin ......Rizal artinya adalah laki laki sejati, apakah Abang Rizal itu adalah orang itu ? ",
Gumam Madam Jovanka berbicara pada dirinya sendiri, tampaknya Madam Jovanka masih penasaran dengan tulisan yang ada di kaos yang dipakai oleh Rojali, yang bertuliskan
.. Abang Rizal Yang Ganteng Mempesona..
Dan tiba tiba Madam Jovanka dikagetkan dari lamunannya oleh suara merdu Bu guru Dona yang dong dong dan polos,
" Baiklah para anak anakku tercinta, sekarang kita mulai perlombaan hari ini, yaitu lomba bikin puisi, tema nya bebas boleh tentang apa saja, puisi ini harus dikerjakan dan dibuat secara gotong royong oleh semua anak di kelas masing masing, yang berarti kalian harus sehati dan sejiwa membuat puisi ini dari hati terdalam kalian, silahkan dimulai sekarang waktunya tiga jam dari sekarang ",
Ujar Bu guru Dona berbicara sangat tegas dan jelas lewat microphon yang berada di meja Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal.
Dan terlihat di layar monitor lebar di ruangan Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal
tampak anak anak murid ABG dari kelas A hingga kelas Z yang kini sibuk dan heboh, berdiskusi untuk membuat sebuah puisi yang spektakuler.
Dan Bu guru Dona pun menatap pada para juri kehormatan yang duduk di seberangnya sambil tersenyum polos dan berkata,
" Mungkin kita sebaiknya ke ruangan gedung olahraga untuk memulai perlombaan para guru wali kelas, para juri yang terhormat, karena para guru guru wali kelas telah menunggu di sana ",
__ADS_1
Ujar Bu guru Dona sambil tersenyum polos dan lugu.
Madam Jovanka tersenyum lembut dan mengangguk, diiringi tatapan lega bahagia dari Mr Blek dan tiga juri kehormatan yang bisanya hanya mengangguk dan menggeleng itu, dan mereka pun berdiri dan beranjak menuju gedung olahraga yang megah dan luas itu.
Mr Blek tampak sangat lega, dan sambil tersenyum bahagia, sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong itu
mengeluarkan toples toples kaca berisi kacang, popcorn dan kuaci, untuk bersiap menonton acara lomba dari layar monitor di hadapannya.
Dan Bu guru Juminten hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum melihat kelakuan sang kepala sekolah yang tampak seperti anak kecil ABG itu.
************* ( (◔‿◔) ) ************
Di gedung olahraga sudah berkumpul para guru wali kelas dari kelas A sampai kelas Z.
Termasuk tiga serangkai yang unik langka yang super norak dan nyentrik, yang terlihat sedang cengengesan pake setelan tuksedo
dan dasi kupu kupu, sedangkan guru guru yang lain memakai celana pendek dan kaos olahraga.
Dan datanglah para juri kehormatan bersama Bu guru Dona yang cantik ke ruangan olahraga, dengan senyuman hangat menyapa para guru guru wali kelas itu.
sanggar senam dan lain sebagainya, silahkan pemanasan dulu supaya ga kram hehehe ",
Ujar Bu guru Dona sambil tersenyum dong dong.
Para guru guru pun melanjutkan pemanasan dengan semangat dan ceria.
Terlihat Mr Joni melakukan pemanasan dengan kemayu dan lugu.
Mr Macho Man senyum senyum sangat percaya diri memperlihatkan otot ototnya yang kekar dan perkasa.
Sedangkan Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy sibuk dengan setelan tuksedo yang sangat menyiksa kesempitan, dan Rojali yang mengenakan helm batok berwarna pinky, bagaikan seorang prajurit di Medan perang.
Dan perlombaan olahraga pun dimulai, dengan heboh dan seksama,
__ADS_1
Di ujian lari treadmill dengan kecepatan sedang hingga maksimal Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy tampak santai malah ngobrol cekikikan dan cengengesan, padahal guru guru yang lain udah kedodoran dan berguguran satu persatu, hanya tinggal Mr Macho Man dan Mr pinky boy yang masih bertahan dan hampir pingsan,
" Si kribo, si jambang tidak simetris dan si bule bulu hidung ini kenapa masih santai santai aja ga ada capeknya ? susunya apa mereka bertiga itu ya ",
Batin Mr Macho Man kebingungan.
Mr Macho Man tidak mengetahui bahwa Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy sudah terbiasa lari mengejar Vespa bututnya Rojali hampir tiap hari dengan rutin.
Pada ujian push up, tentu saja Rojali juara pertama, tidak terbantahkan lagi.
Di uji ketangkasan bola basket, bro Jeremy juara pertama dengan ketampanan hakiki yang cool dengan melempar masuk sempurna tiap bola basket ke keranjang basket, sambil ngobrol cengengesan sama Rojali, tanpa melihat ring basket.
Disusul oleh bro Aldi dan Rojali, karena bro Aldi dengan mata bulat dan cermat, selalu akurat dengan analisis sudut dan derajat lemparan berbentuk kurva yang melengkung.
Sedangkan Rojali sambil cengengesan, melempar bola bola basket dengan satu tangan, karena tangan yang satu lagi dipake menggaruk pant*t nya yang gatal.
Dan akhirnya perlombaan olahraga antara para guru wali kelas pun selesai.
Tampak semua guru guru wali kelas hampir semuanya selonjoran kecapekan dengan keringat yang membanjir, hanya tiga mahluk aneh bin ajaib yang norak dan amburadul itu aja yang seperti ga ngaruh dan seperti ga pernah ada perlombaan sama sekali, karena
mereka asyik aja bertiga ketawa ketawa, kadang lompat lompat sambil cekikikan, pake
setelan jas tuksedo yang aneh sendiri, dan Rojali lompat kodok sambil cekikikan dengan helm batok warna pinky yang menghimpit rambut kribo nya dengan ketat hingga gepeng ke pinggir.
Dan pertandingan hari ini pun selesai dengan sangat spektakuler.
************ ( (◔‿◔) ) ************
...Hai para pembaca yang Budiman 😁😁🙏...
...jangan lupa dukung Author 😁🙏🙏...
...dengan jempol 👍 like dan favoritnya ❤️❤️...
__ADS_1
...do'akan semoga Author diberi rejeki umur dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan novel ini 😁🙏🙏 terimakasih (◠‿◕)...