
Rojali membuka matanya, yang kuncup bagai bunga Dahlia,
sambil menguap lebar, Rojali mengucek matanya dan kemudian duduk di pembaringan.
Sambil tersenyum, Rojali bergumam,
" Mimpi yang indah sekali,
dalam mimpi itu aku dan neng Fanny sudah menikah,
dan memiliki tiga orang anak laki laki kembar,
yang rambutnya kribo semua,
sangat lucu dan menggemaskan sekali bocah bocah kribo itu, hehehehe ".
Rojali semakin bersemangat,
dan bergegas untuk mandi,
sambil bernyanyi lagu dangdut kesukaannya.
Sambil bersiul riang,
Rojali mengambil kaos berkerah,
berwarna merah, dengan tulisan berwarna hitam, di dadanya yang berbunyi,
" KRIBO TAPI MENAWAN "
Kemudian Rojali segera mengenakan celana jeans cutbray kebanggaannya, dengan rumbai-rumbai yang bagai penyanyi disko tahun 60an.
Dan tak lupa, Rojali mengenakan sepatu kets usang bernama Ketty,
yang rajin menampilkan jempol kakinya,
dari celah sepatu kets nya yang jebol.
Setelah merasa sangat mantap dan menawan,
Rojali pun keluar kamar kosannya,
sambil bersiul riang.
Bu Juleha mengagetkan Rojali dengan tawanya yang khas dan keras,
" hahahaha....hahahaha...Nak Rojali selamat pagi, kaosnya cerah banget, cocok banget sama rumbai-rumbai, celana jeans cutbray nya, hahahaha... ".
Rojali tersenyum dan berkata,
" Selamat pagi, Bu Juleha yang baik hati dan tidak sombong, seperti biasa Rojali mau berangkat kerja, do'akan Rojali ya Bu ".
Ucap Rojali sopan.
Bu Juleha tiba tiba berkata,
" Nak Rojali, sewaktu kita pergi nonton bersama sama , ibu sempat ngobrol loh Ama Fanny ",
Ujar Bu Juleha, agak berbisik.
Rojali yang sudah mau berangkat, langsung tertarik mendengarnya, dan menghampiri Bu Juleha,
" Ngobrolin apa aja sih Bu ? kalo Rojali boleh tau ".
Tanya Rojali penasaran.
Bu Juleha tampak agak ragu, namun iapun berkata,
" Ibu sempet tanya hubungan kalian seperti apa, dan bagaimana rencana ke depannya ? "
Ujar Bu Juleha agak pelan.
Rojali makin penasaran mendengarnya,
" Terus jawaban Fanny bagaimana Bu ? "
Tanya Rojali, sambil menggaruk rambut kribonya yang pitak sebelah.
Bu Juleha terdiam sesaat, kemudian melanjutkan kata katanya,
" Nak Rojali jangan marah ya ? , maaf ibu ikut campur urusan nak Rojali dan neng Fanny,
karena ga sengaja waktu kemarin ngobrol ",
Ujar Bu Juleha cemas.
Rojali sambil tertawa kecil dan cengengesan berkata,
" Justru Rojali berterimakasih sekali,
Bu Juleha perhatian sama Rojali,
terus terang Bu ,
Rojali belom pernah pacaran sama sekali,
jadi sama sekali belom pengalaman dengan
keinginan wanita seperti apa, gitu Bu "
Ujar Rojali, sambil merona malu malu in.
Bu Juleha pun memasang mimik muka serius, dan berkata,
" Nak Fanny sudah pacaran lama dengan nak Rojali ? ",
Tanya Bu Juleha.
Fanny, terlihat agak terkejut dan menjawab,
" Sebetulnya hubungan saya dan bang Rojali,
masih berteman dekat,
belom pernah ada kata yang mengikat kami,
__ADS_1
bang Rojali pun belom pernah menyatakan perasaannya padaku,
atau menanyakan perasaanku padanya ",
Ujar Fanny menjelaskan.
Rojali yang mendengarkan cerita Bu Juleha,
menjadi terdiam dan merenung.
" Benar juga ya, selama ini aku belom pernah
menyatakan perasaanku pada neng Fanny,
dan menganggap dirinya sudah jadi pacarku "
Rojali merenung dalam hati.
Bu Juleha berkata, mengagetkan sekaligus membuyarkan lamunan Rojali,
" Nak Rojali yang Budiman,
sebaiknya nak Rojali segera menyatakan perasaan nak Rojali pada neng Fanny,
karena...".
Bu Juleha, tidak meneruskan kalimatnya.
Rojali jadi semakin penasaran,
" Karena apa Bu ? ",
tanya Rojali tampak panik.
Bu Juleha menghela nafasnya dan berkata,
" Kalo feeling Ibu sebagai wanita mengatakan,
nak Fanny itu sangat cantik, pasti banyak sekali lelaki yang ingin menjadi kekasihnya,
perjuangan nak Rojali mungkin akan berat dan berliku, bagaimana tabah dan kuat ga? "
Ujar Bu Juleha sambil tersenyum penuh arti.
Rojali bagai disambar petir, wajahnya bengong, tak lama kemudian Rojali tersenyum dan berkata,
" Jodoh ada di tangan Tuhan,
namun manusia wajib berusaha,
Rojali akan berusaha semaksimal mungkin,
tapi Rojali akan menyerahkan hasilnya pada Allah SWT ",
Jawab Rojali mantap jiwa.
Bu Juleha pun tersenyum dan berkata,
" Semangat yaa nak Rojali, doaku menyertaimu hihihihi.. ",
Ujar Bu Juleha.
untuk menjemput kedua sahabatnya,
dengan mengendarai Vespa bututnya,
yang sangat berisik dan mengeluarkan suara suara aneh dari kenalpotnya.
Sepanjang hari, Rojali menjadi banyak melamun dan bengong,
menyebabkan kedua sahabatnya menjadi curiga, dengan tatapan kosong melompong,
yang aneh dan misterius.
Bro Aldi yang agak pinter akhirnya bertanya,
" Bro Rojali yang sangat ku sayangi, ada apakah dengan dirimu?
hari ini dirimu banyak bengong, dan melongo ",
Tanya bro Aldi, pada Rojali.
Bro Jeremy pun bertanya, ga mau kalah,
" Iya bro Rojali, dari pas mau berangkat kita hampir nabrak kucing, karena kamu ngelamun, dan kita hampir saja nyungsep ke got ",
Ujar bro Jeremy penasaran.
Rojali dengan sedih menceritakan semua yang dibicarakan oleh nya dan Bu Juleha.
Bro Aldi yang agak pinter, menyimak dengan sangat seksama,
sehingga terlihat alis tebal yang lucu itu gerak gerak kayak disko.
Lalu bro Aldi berkomentar,
" Kalo menurutku kamu harus secepatnya nembak Fanny bro Rojali,
soalnya takut keduluan sama orang lain,
atau tersalip bis lain.
Ujar bro Aldi sambil memainkan alisnya yang tebal.
Bro Jeremy, seperti biasa ga mau kalah, dan ga mau kelihatan bloonnya, langsung berkata,
" Benar bro Rojali, jangan biarkan cewek dalam ketidak pastian ,
nanti dia menganggap kalo dirimu ga serius ",
Ujar bro Jeremy yang jadi agak bijak.
Rojali menatap bingung kedua sahabatnya,
lalu berkata,
__ADS_1
" Aku harus ngomong bagaimana dong ? ",
Tanya Rojali bingung.
Bro Aldi yang sudah sangat berpengalaman,
ditolak cewek sebanyak 18 kali, tersenyum
dan berkata,
" Sangat mudah saudaraku, bilang aja aku cinta kamu, mau ga jadi pacarku ? ",
Ujar bro Aldi semangat.
Bro Jeremy tampaknya punya pendapat lain,
dan berkata,
" Kalo menurutku sih, utarakan saja yang bro Rojali rasakan pada dirinya,
dan tunjukan kebulatan tekad dari kekuatan rambut kribo yang pitak ",
Ujar bro Jeremy dengan muka serius tapi bloon.
Rojali tampak berpikir, dan tersenyum,
" Terimakasih sobat sobatku tercinta atas masukannya,
akan ku tunjukan kekuatan tekad kribo sejati "
Akhirnya mereka bertiga kembali mengajar ke kelasnya masing masing,
dengan problematika, para murid murid yang tanpa lelah mengerjai mereka dengan senang hati .
Dan setelah bel pulang berbunyi,
Tampak ketiga orang unik itu,
bergegas pulang.
Rojali mengajak kedua sahabatnya,
mengantarnya ke rumah Fanny,
tapi bro Aldi dan bro Jeremy disuruh nunggu di bawah pohon kersen.
Dengan jiwa persahabatan yang kuat,
bro Aldi dan bro Jeremy tampak enjoy sembunyi di bawah pohon kersen,
sambil tersenyum dan berkata,
" Semangat saudaraku yang kribo, kamu bisa "
Rojali dengan semangat berjalan menuju rumah Fanny, gadis pujaan hatinya itu.
Dan ketika Rojali sudah dipersilahkan masuk oleh mbok Pokiyem,
betapa terkejutnya Rojali melihat Fanny sedang ngobrol bersama seorang pemuda tampan,
dan terlihat sangat jauh penampilannya dengan dirinya yang aneh dan norak.
Pemuda itu sangat rapi dan elegan.
Fanny tampak kaget melihat Rojali datang,
dan pemuda tampan itupun melihat Rojali
dengan tatapan mengejek dan tersenyum sinis,
Lalu pemuda tampan itu menghampiri Rojali ,
dan berkata,
" Namaku adalah Ryo, aku kakak kelasnya Fanny di kampus,
Kamu pasti Rojali kan temannya Fanny ,
Fanny sering bercerita tentang pemuda aneh, lucu , ajaib dan norak , yang rambutnya kribo,
senang pake celana jeans cutbray kayak penyanyi disko tahun 60an, jempol kakinya nongol ",
Ujar Ryo, sambil mengulurkan tangannya,
dan senyum mengejek tersungging di bibirnya.
Rojali sambil tersenyum, dan berkata,
" Benar sekali, namaku adalah Rojali ,
walaupun aku aneh dan norak, tapi aku sangat tulus mencintai Fanny, dengan segenap hatiku ",
Ujar Rojali dengan mantap jiwa .
Ryo tercengang namun lalu tersenyum sinis,
" Tiap orang boleh mencintai dan dicintai,
tapi harus menghargai keputusan yang telah diambil, tidak boleh merebut kekasih orang lain,
Fanny adalah pacarku, kami baru saja jadian "
Ujar Ryo sambil tersenyum kemenangan.
Rojali sangat kaget, lalu menatap Fanny dengan sedih.
Fanny pun tampak berkaca-kaca lalu berkata,
" Maaf, bang Rojali terlambat ".
Rojali dengan tegar berkata,
" Gak apa apa kok neng Fanny , tapi kita jangan memutuskan hubungan silaturahmi,
kita kan masih berteman "
__ADS_1
Fanny tampak tersenyum dan mengangguk,
Kemudian Rojali pun pamit untuk pulang.