
Sekolah khusus anak anak bandel itu tampak sangat hangat dan meriah.
Tentu saja kejadian kejadian lucu dan heboh yang sering terjadi, menambah semarak dan meriah suasana ceria di sana.
Menambah kesan kesan dan kenangan di hati para anak anak muda ABG yang sedang bersemangat dan berjiwa muda.
Seperti saat ini, setiap anak dengan tidak sabar menunggu bel pulang berbunyi, karena lomba masak antara Ivana dan Sophia akan di lakukan.
Dan sebagai guru pendamping mereka adalah,
Bu guru Juminten dan Bu guru Dona, yang akan menjadi pendamping mereka,
Sekaligus merekam secara live acara masak mereka di rumahnya masing masing,
dan disiarkan langsung di layar monitor besar yang akan dipasang di tengah lapangan basket.
Dan waktu mereka hanya dua jam saja, kemudian mereka dapat menyerahkan hasil masakan tercinta mereka untuk dicicipi dan disantap oleh para juri utama yaitu, bro Jeremy tentunya, kemudian bro Aldi dan Rojali, serta juri ketua yaitu Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong itu.
Dan bel waktu pulang pun berbunyi,
para anak anak bandel itu dengan semangat bergegas menelpon orang tua mereka masing masing dan mengatakan, ada ekstra kulikuler memasak di sekolah, yang otomatis orang tua mereka yang menjemput atau sopir sopir pribadi seperti pak Broto pun menjadi ikut menonton lomba masak ini, sehingga suasana penonton menjadi lebih meriah dan hangat ceria.
Tampak Rojali dan bro Aldi sedang mengompres bro Jeremy yang berbaring mimisan dan tampak sudah agak pulih dari trauma.
Sambil cengengesan ceria mereka tampak bercanda dan berjoget dangdut, menghibur bro Jeremy yang terlihat cekikikan dihibur sahabat sahabatnya itu.
Sophia dan Ivana bersiap siap melakukan lomba masak di rumahnya masing masing,
dengan didampingi oleh Bu guru Juminten dan Bu guru Dona yang cantik.
Bu guru Juminten masuk ke mobil Vellfire milik Sophia untuk segera pulang ke rumah Sophia yang mewah, dengan pak Broto sopir Sophia yang mencuri curi pandang pada Bu guru Juminten yang sangat cantik dan berkebaya hijau daun.
Sedangkan Bu guru Dona duduk di samping Ivana, yang mengemudikan sedan mewahnya laksana pembalap GP yang ugal ugalan.
Ivana sangat cerdik, dia ingin cepat sampai dan mulai duluan dibandingkan Sophia .
Sophia yang melihat Ivana ngebut, ga mau kalah, dengan segera dia mencubit pak Broto dengan keras, hingga pak Broto menjerit.
Dan akhirnya terlihat dua mobil mewah itu seperti balapan yang ugal ugalan di jalan raya.
Akhirnya mereka sampai bersamaan di rumah mereka masing masing.
Dan mereka melakukan persiapan di dapur mereka yang sangat mewah dan lengkap itu.
*****
Di lapangan basket sekolah,
Sudah tampak berkerumun para murid murid, dan ada juga beberapa orang tua murid dan sopir sopirnya,
yang sudah siap menonton aksi Sophia dan Ivana dalam lomba masak.
__ADS_1
Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy, serta Mr Blek sang kepala sekolah, menonton di ruangan sang kepala sekolah.
Dan layar monitor besar, yang berada di tengah lapangan basket tiba tiba menyala,
Layar besar monitor itu terbagi dua bagian,
bagian kiri menampilkan Sophia yang berada di dapurnya dengan wajah gugup dan grogi,
karena dia ga bisa masak sama sekali, di sampingnya ada Bu guru Juminten yang berdiri sambil membantunya.
Di bagian kanan layar monitor tampak Ivana dengan wajah yang pucat dan gemetar, memegang alat alat serba canggih yang dia ga tau gunanya buat apa, dan disebelahnya tampak Bu guru Dona yang sibuk mengambil peralatan dan piring yang jatuh, kesenggol Ivana yang grogi.
Dan mereka pun mulai memasak dengan sangat kacau balau, terlihat di layar monitor para pembantu yang bekerja di rumah Sophia sedang diusir oleh Bu guru Juminten, karena mereka berusaha membantu nona besarnya itu.
Dan di layar monitor sebelah kanan, tampak Bu guru Dona cedera, terkena cipratan minyak dan air panas.
Kondisi dunia masak memasak di rumah Sophia dan Ivana tampak sangat amburadul,
bagai di kancah peperangan, karena di dua sisi layar monitor tampak banyak piring, mangkok dan berbagai peralatan masak yang berseliweran dan jatuh ke lantai.
Terlihat pula kain kebaya Bu guru Juminten terbakar ujungnya, entah bagaimana itu bisa terjadi.
Dan akhirnya setelah waktu dua jam telah habis, tampak baik Sophia, Bu guru Juminten, Ivana dan Bu guru Dona, keempat wajahnya babak belur penuh minyak dan saos juga mayonaise.
Dan di sanggul Bu guru Juminten,
terselip wortel yang tinggal separuhnya.
Wajah ivana yang bule dan cantik, tampak hitam dan gosong, sedangkan wajah Sophia terlihat agak berasap, dan ternyata rambutnya yang terbakar, hingga para pembantunya segera berdatangan bawa ember dan gayung buat menyiramnya, sedangkan Bu guru Dona tampak terhuyung sempoyongan dengan banyak plester di tangannya, akibat percikan minyak dan air panas.
Para penonton yang terdiri dari para anak anak murid ABG, beserta sebagian orang tua murid dan para sopir, yang telah menyaksikan
dengan sangat tegang di layar monitor besar yang ada di tengah lapangan basket, sudah tidak sabar ingin segera menyaksikan para juri menyantap hidangan yang tampak kurang meyakinkan itu.
Sedangkan di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu, terlihat keempat orang juri yang wajahnya pucat pasi, karena mereka
menyaksikan banget cara memasak yang sangat amburadul dan hancur hancuran itu,
dengan sangat jelas di depan layar monitor yang besar yang berada di ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal itu.
Baik Rojali, bro Aldi, bro Jeremy dan Mr Blek,
tampak mereka sangat enggan keluar dari ruangan itu untuk menyantap hidangan dari Sophia, maupun Ivana.
Mereka berempat tampak diam tak bergeming, bro Jeremy tampak pura pura tidur, dengan langsung ngorok dan bulu hidungnya lompat keluar, sedangkan Rojali tampak pura pura mau ke WC karena kebelet, namun segera ditahan oleh Mr Blek yang sangat tau akal bulus dari Rojali.
Dan bro Aldi diam diam mengendap jalan perlahan, mau kabur dari situ, namun sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong segera menangkapnya,
bagai cicak menangkap nyamuk.
Akhirnya Rojali bro Aldi dan bro Jeremy pasrah, menanti keputusan dari sang kepala sekolah yang botak dan kinclong itu.
__ADS_1
Mr Blek pun berkata dengan bijaksana dan berwibawa,
" Baiklah, kita dengan sangat terpaksa harus keluar dan menyantap hidangan itu, karena sudah menjadi tugas dan kewajiban kita, apalagi melihat perjuangan mereka yang mengerikan itu,
Baiklah kita berempat harus makan hidangan itu dengan adil, jika terjadi apa apa, toh kita bersama sama dalam suka dan duka "
Ujar Mr Blek dengan air mata berlinang.
Rojali , bro Aldi dan bro Jeremy akhirnya mengangguk setuju, demi kebersamaan dan demi menghargai perjuangan yang telah dilakukan oleh keempat orang yang sudah babak belur itu, akibat memasak.
Akhirnya Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy serta Mr Blek pun keluar menuju lapangan basket yang telah dipenuhi oleh para penonton yang sangat berisik dan gaduh menyambut mereka.
Dan tampak di tengah lapangan, terlihat telah disediakan sebuah meja besar, penuh hidangan.
Di sisi sebelah kiri terlihat hidangan berupa aneka sayur yang aneh, dan ada semacam ayam yang gosong, kemudian ada telur berwarna hitam yang menyeramkan, bertuliskan Sophia.
Dan di sisi kanan terlihat hidangan berupa mangkok mangkok yang isinya kuah air berwarna coklat dan diisi semacam jamur dan kepiting, dan ada binatang mirip gurita yang ada tentakelnya gerak gerak.
bertuliskan Ivana.
Keempat juri tampak bergidik ngeri melihatnya, namun Mr Blek segera berteriak keras dan menatap dengan berbahaya kepada Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy yang tampak mau melarikan diri itu.
" Ayo kita semua harus makan hidangan itu bersama sama !! ",
Perintah Mr Blek dengan tegas.
Akhirnya Rojali bro Aldi dan bro Jeremy, serta Mr Blek sang kepala sekolah, selaku juri,
menyantap makanan yang sangat menyeramkan itu dengan berlinang air mata.
Akhirnya makanan di meja besar itu habis juga,
Tampak kebahagiaan di wajah Ivana dan Sophia, dengan mata yang berkaca-kaca karena sangat terharu, karya mereka disantap.
Sedangkan keempat juri itu tampak aneh raut wajahnya, setelah menyantap makanan itu, dan secara kompak dan berbarengan,
baik Rojali, bro Aldi, bro Jeremy dan Mr Blek
seperti adu lari sprint berpacu rebutan ke WC yang ada di lantai 2.
Para penonton yang memenuhi lapangan basket dan sekitarnya, langsung tertawa terbahak bahak menyaksikan adegan lucu tersebut.
Dan terlihat Bu guru Juminten dan Bu guru Dona, memeriksa di layar monitor besar di tengah lapangan basket itu, hasil rekaman memasak yang tadi siang, secara teliti dan seksama.
Dan hasilnya adalah, ketika di pause terlihat jelas baik Ivana maupun Sophia memasukan garam Inggris dengan jumlah yang sangat banyak pada makanan mereka, yang dikira adalah garam biasa,
Tentu saja baik Rojali, bro Aldi, bro Jeremy dan Mr Blek bakalan bolak balik terus ke WC,
Karena itu adalah obat untuk menguras perut.
****************************************
__ADS_1
...Jangan lupa dukung terus Author yaa 😁🙏🙏 , dengan cara tekan jempol like nya dan favorit juga yaa....
...Kisah kisahnya akan makin seru dan menarik 😁👍😁 mudah mudahan di beri kesempatan umur dan diberi kemudahan untuk bisa menyelesaikan Novel ini....