
Pagi yang indah ceria, udara yang dingin nan sejuk memeluk tubuh Rojali yang masih tidur meringkuk kedinginan dengan jempol kaki goyang goyang kebiasaan disko.
Rojali tampak sangat nyenyak dan lelap tidurnya, dengan mata terpejam, hidung kembang kempis dan senyum senyum cengengesan dalam tidurnya, tak terasa air liur menetes di bibirnya yang Jontor.
Dan sang jam waker yang perkasa berteriak nyaring dekat kuping Rojali yang kuncup,
........ Brottt.......Brottt.......DOT ......DOT ........
Rojali langsung melompat kodok dengan mata melotot kaget sambil meninju jam waker yang berisik dengan suara yang mirip sama suara knalpot Vespa bututnya yang berisik itu, hingga sang jam waker pun KO tidak bersuara lagi.
" Wow daku harus segera mandi dan gosok gigi, sebentar lagi mentari pagi akan datang,
hehehehe.....hehehehe.... ku sambut hari indah nan ceria dengan penuh semangat ...
tralala.....la la la. ....tralala.....Li Li Li ..... ",
Ujar Rojali sambil bersenandung.
Rojali langsung bergegas ke kamar mandi dan langsung nyemplung ke bak kamar mandi bagaikan ikan mujaer.
Dan terdengarlah suara nyanyian Rojali yang sangat ga enak didengar dan membuat orang yang lagi sakit gigi langsung depresi,
...Tek ko Tek ....ko Tek .....go Jing....anak ayam....turun sembilan.....
....Tek koTek ....ko Tek .....go Jing ....mati satu.....tinggal delapan......
Rojali sangat ceria dan semangat menyambut pagi hari yang cerah dan ceria itu.
Setelah beres mandi dan gosok gigi, Rojali segera memilih kaos norak berwarna abu abu,
dengan sebuah tulisan penyemangat jiwa,
Pria tampan yang pemalu
Rojali langsung cengengesan dan percaya diri, melihat tulisan yang sangat sesuai dengan khayalan liar si kribo jambul dan mumbul bagai jamur dan brokoli itu.
Lalu Rojali langsung mengenakan celana jeans cutbray kesayangannya yang sangat amburadul dengan banyak benang benang kusut yang bergelayutan, seperti penyanyi disko jaman dahulu kala itu.
Dan tak lupa memakai si Ketty yang selalu menampilkan jempol kakinya Rojali yang hitam dibalik celah sepatu kets nya yang sudah jebol.
Sambil bersiul riang Rojali mengoleskan minyak nyong nyong pada rambut kribo nya yang mumbul itu dan menguceknya seperti nyuci celana dalem yang kotor, hingga rambut kribonya terlihat penyok penyok namun bisa dipaksa masuk kedalam helm batoknya yang berwarna pinky cerah itu.
" Hehehe luar biasa sekali kegantengan ini bisa membunuhku...hihihihi.....",
Ucap Rojali sambil tertawa cekikikan sendiri.
Dan Rojali segera turun dari kamar kosannya itu, untuk bersiap berangkat.
Dan Bu Juleha ibu kosannya yang aduhai chubby dan menggemaskan itu sudah menyambut Rojali dengan tawa hangatnya yang membahana,
__ADS_1
" Hahahaha.....hahahaha.....nak Rojali sudah mantap jiwa gitu.... hihihi......itu tulisannya kurang sedikit aja kayaknya...hihihihi...harusnya Pria kribo mumbul yang malu malu in .....hahahaha...hahahaha.......",
Sambut Bu Juleha dengan tawa bahagia.
Rojali terharu biru dengan sambutan ibu kosannya yang bersahaja itu, lalu Rojali berkata,
" Selamat pagi Bu Juleha yang baik hati dan tidak sombong, seperti biasa Rojali mau berangkat mengajar di sekolah, Rojali mau jemput dulu neng Fanny dan memastikan keamanan neng Fanny hingga sampai ke kampusnya dengan selamat, ditemani sobat sobat tercinta yang gemar olahraga lari pagi,
yaitu bro Aldi dan bro Jeremy ",
Ujar Rojali dengan semangat tahun 60.
Bu Juleha pun tersenyum dan mengangguk,
" Hati hati di jalan nak Rojali, hihihihi salam buat mas jambang tersayang, dari ayang Jule yang imut dan manis ini yaa ",
Ujar Bu Juleha sambil senyum malu malu, dengan pipinya yang chubby kemerahan itu.
" Tentu saja Bu Juleha yang baik hati dan tidak sombong, hehehe bro Aldi supaya tambah semangat lari paginya hehehehe ,
Rojali berangkat dulu yaa, assalamualaikum"
Ujar Rojali sambil tersenyum.
Rojali segera memanaskan Vespa bututnya yang mengeluarkan suara suara aneh dan berisik dari knalpotnya yang bocor.
Dan pria lucu nan ajaib berambut kribo mumbul dan berjambul itupun berangkat mengendarai Vespa bututnya, dengan suara suara aneh misterius yang berisik,
******** ( 。◕‿◕。 ) *********
Di sekolah khusus anak anak yang bandel.
Sekolah ini sangat megah dan mewah, dengan fasilitas yang lengkap dan mahal,
tidak heran karena para penyandang dana di sekolah itu sangat loyal dan royal, hingga menjadikan sekolah khusus itu menjadi salah satu sekolah elite dengan fasilitas terlengkap.
Terlihat di sebuah ruangan yang elegan dan mantap, yaitu ruangan Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong.
Terlihat Mr Blek sedang menerima panggilan telpon dari seseorang.
Tampak raut muka Mr Blek yang sedikit gugup dan grogi, dengan sering mengelus kepala botaknya yang kinclong dengan tangannya yang gemetaran tanpa dia sadari.
Dan di sofa empuk di hadapan Mr Blek, tampak Bu guru Juminten yang sedang membaca buku catatan kecil misterius nya.
Bu guru Juminten terlihat sangat cantik dan anggun dengan rambut yang disanggul menggunung dan diatasnya menancap tusuk konde emasnya, dan mengenakan kebaya warna merah cabe yang menyala, dan selop kaca berwarna merah cabe, sangat anggun dan mencekam.
Terlihat Mr Blek menghela nafas panjang setelah menutup telp dari seseorang yang misterius di sebrang sana.
Mr Blek lalu duduk di Sofanya yang empuk,
__ADS_1
lalu Mr Blek meneguk segelas air putih dingin
lalu mengunyah kuaci yang asin dan gurih,
sambil membelai kepala botaknya yang kinclong.
Bu guru Juminten tersenyum melihat sang kepala sekolah yang fenomenal itu, lalu bertanya hati hati,
" Ada kabar apakah gerangan bapak kepala sekolah yang fenomenal ? ",
Ujar Bu guru Juminten hati hati.
Mr Blek menghela nafas panjang, lalu berkata sambil menyemburkan kuaci dari mulutnya yang penuh, dan Bu guru Juminten yang refleks langsung menghindar ke samping.
" Madam Jovanka menelepon, dan membicarakan perihal pesta perpisahan kelas yang diadakan tiap tahun, tidak terasa acaranya dua Minggu ke depan, oleh karena itu kita harus mengadakan persiapan dari sekarang Bu guru Juminten, mohon bantuannya dalam persiapan ini bersama Bu guru Dona ! ",
Ujar Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong itu sambil menelan sisa kuaci dalam mulutnya.
Bu guru Juminten bergidik ngeri melihat Mr Blek yang jorok itu, namun Bu guru Juminten pura pura liat lantai supaya ga mual, lalu Bu guru Juminten berkata sambil menahan sebel pada Mr Blek yang botak tapi kinclong itu,
" Baiklah bapak kepala sekolah yang fenomenal, nanti saya akan berusaha dan coba diskusikan bersama Bu guru Dona, apakah tidak sebaiknya melibatkan juga ketiga guru baru kita bapak kepala sekolah? ",
Ujar Bu guru Juminten ragu ragu.
Mr Blek tampak stres dan depresi ketika Bu guru Juminten menyinggung tentang ketiga mahluk aneh yang nyentrik itu, tampak Mr Blek benar benar meragukan kalo mereka bertiga tidak membuat kekacauan dan kehebohan, terlihat banget pancaran sinar kekhawatiran dari tatapan mata Mr Blek yang bingung.
" Aku sangat khawatir banget dengan tingkah laku dari tiga orang ajaib norak dan nyentrik itu Bu guru Juminten, sebab yang kita hadapi kali ini adalah Madam Jovanka yang sangat mengerikan, sedangkan ketiga mahluk ajaib itu tidak bisa diprediksikan kelakuan konyol mereka itu, bagaimana pendapatmu Bu guru Juminten ? ",
Ujar Mr Blek yang depresi.
Bu guru Juminten mengangguk dan tersenyum mengerti, lalu dia berkata,
" Sebaiknya memang tidak melibatkan mereka bertiga bapak kepala sekolah yang fenomenal, bisa runyam dan kacau jadinya,
mungkin ada baiknya mereka bertiga dikurung dahulu selama acara berlangsung ",
Ujar Bu guru Juminten sambil tertawa cekikikan.
Mr Blek pun tersenyum dan mengangguk setuju dengan usul Bu guru Juminten,
lalu mereka berdua pun tertawa riang, karena lega sudah menemukan solusi yang tepat menurut mereka, namun prediksi dan rencana terkadang berbeda dengan hasilnya.
***************** ( (◔‿◔) ) ************
...Hai para pembaca yang Budiman 😁😁🙏...
...jangan lupa dukung Author 😁🙏🙏...
...dengan jempol 👍 like dan favoritnya ❤️❤️...
__ADS_1
...do'akan semoga Author diberi rejeki umur dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan novel ini 😁🙏🙏...
...terimakasih 。◕‿◕。...