
Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy tampak riang gembira,
dan berdendang menyanyi lagu dangdut kesukaan mereka,
sambil masuk halaman sekolah khusus tempat mereka mengajar.
Tampak Rojali mengenakan kaos berwarna kuning dengan gambar duren ditengahnya,
dan tulisan norak di bawahnya,
AWAS DUDA KEREN MAU LEWAT
Dengan celana jeans cutbray andalannya yang bagai penyanyi disko tahun 60an, dan bibirnya yang Jontor.
Sedangkan bro Aldi tampak tidak berubah,
dengan kemeja polkadot nya yang ajaib ga pernah ganti,
dan ciri khasnya yaitu bulu jambang nya yang sangat tebal Mempesona, namun yang sebelahnya bulu jambang nya gundul mempesona.
Dan tentu saja bro Jeremy tidak mau ketinggalan noraknya,
dengan setelan kemeja jas yang rapih, dan tentu saja dengan celana panjang katun yang ngatung kekecilan, bagai habis pinjam punya tetangga sebelah.
Para murid murid bandel di sana sudah berkumpul menanti kehadiran mereka bertiga,
yang bagi para anak anak bandel itu kehadiran Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy merupakan anugerah pelipur hati mereka yang sepi.
Dan ketika ketiga orang aneh itu datang, maka
mereka serentak bertepuk tangan dan tertawa terbahak bahak melihat penampilan mereka yang sangat amburadul itu.
Dan diantara anak anak itu,
terlihat di pojok halaman sekolah, ada tiga orang bocah bandel yang memperhatikan Rojali dan sobat sobatnya yang merupakan guru baru mereka.
Salah satu diantaranya yang sepertinya ketua dari geng bocah bandel itu bernama Riko.
Bocah yang tampan dan bule, namun sangat bandel sekali.
Riko memandang sebal pada rambut kribo Rojali, dan berkata pada kawannya,
" Aku makin tidak suka dengan si kribo yang bibirnya Jontor itu, yang makin hari terlihat makin norak dengan kaos dan celana jeans cutbray nya yang menjijikan itu ",
Ujar Riko pada dua sahabatnya.
Salah satu temannya yang bernama Doni berkata,
" Jadi apa rencana kita untuk menjahili si kribo itu bos? ".
Dan satu temannya lagi yang bernama Joni
pun berkata,
" Iya si kribo yang urakan, si jambang yang gundul sebelah dan si bule yang bulu hidungnya selalu keluar itu, selalu cuek dan ga terpengaruh dengan kejahilan kita ",
Ujar Joni depresi.
Riko tersenyum sinis lalu berkata,
" Aku ga akan menyerah sampai rambut si kribo itu jadi botak dan gundul hihihihi,
__ADS_1
aku ada ide, mau menyemprotkan pembasmi kecoa ke rambutnya pak kribo, hehehehe ",
Ujar Riko sambil tersenyum, dan diikuti
dengan tawa lebar dari dua bocah bandel lainnya.
Rojali yang senyum senyum ga jelas itu tidak menyadari bahaya yang mengancamnya,
dia masih saja santai cengengesan dengan bibirnya yang Jontor.
Bel tanda masuk berbunyi,
Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy bersiap mengajar di kelasnya masing-masing.
Rojali sambil senyum-senyum berjalan menuju kelasnya, dengan langkah yang mantap, serta berkibar kibar, rumbai-rumbai di celana jeans nya yang cutbray.
Ketika Rojali membuka pintu kelasnya dengan semangat, tiba tiba sebuah ember Kumal dan dekil jatuh tepat di rambutnya yang kribo,
Sontak terdengar tepuk tangan dan tawa terbahak bahak dari para murid murid bandel di kelasnya.
Rojali dengan kaget, berusaha melepaskan ember Kumal berisi cairan yang baunya minta ampun itu dari kepalanya.
Dengan susah payah, akhirnya Rojali berhasil melepaskan ember Kumal dan dekil yang berbau sangat luar biasa itu dari rambut kribonya.
Dan ketika ember itu dilepaskan, terlihat rambut kribo Rojali berasap dan mengeluarkan bau yang sangat menjijikan.
Para murid murid bandel itu segera menutup hidung mereka masing masing dengan gaduhnya.
Rojali memegang rambut kribonya dan berkata,
" Bertahanlah rambut kribo ku yang malang ",
Ucap Rojali dengan sedih, dan langsung berlari ke arah WC .
***********
Rojali mengguyur rambut kribonya, namun cairan di dalam ember itu begitu lengket dan sangat bau.
Kecemasan mulai tampak di wajah Rojali, akhirnya dengan pasrah,
Rojali mengambil sabun pembersih kloset dan mulai mencuci rambut kribonya yang lengket,
Rojali berjongkok dan memasukkan kepalanya ke dalam ember, dan mulai mengucek bagai mencuci pakaian yang kotor.
************
Di ruangan kepala sekolah, tampak Mr Blek dan Bu guru Juminten sedang duduk berdiskusi.
Mereka berdua menonton di layar monitor, yang ternyata, di layar monitor tersebut terlihat Rojali yang sedang merendam rambut kribonya di dalam ember.
Mr Blek melirik Bu guru Juminten lalu berkata,
" Bagaimana menurut Bu guru Juminten, apa yang akan dilakukan oleh guru kribo ini kira kira ? "
Tanya Mr Blek pada Bu guru Juminten.
Bu guru Juminten, tersenyum lalu menjawab,
" Saya sangat yakin sekali, pak guru kribo ini akan sangat marah sekali, karena rambut kribo itu adalah rambut kesayangannya ",
Ujar Bu guru Juminten sambil tersenyum yakin.
__ADS_1
Mr Blek menatap tajam Bu guru Juminten lalu berkata,
" Kalo hasil penelitian Bu guru Juminten bagaimana, bukankah dari buku catatan yang ibu kasih ke saya, di sana dikatakan bahwa Rojali memiliki EQ yang sangat tinggi ",
Ujar Mr Blek mengingatkan.
" Betul sih pak kepala sekolah, setiap Rojali dijahili oleh anak anak bandel, dia selalu tersenyum dan tidak pernah marah, namun kali ini menurut saya, ini adalah batas kesabarannya, karena rambut kribonya bagaikan jiwa baginya ",
Ujar Bu guru Juminten sangat percaya diri.
" Baiklah kalo menurut Bu guru Juminten seperti itu, namun saya tidak yakin dengan itu , mungkin saja prediksi kita salah ",
Ujar sang kepala sekolah, sambil menatap layar monitor, yang masih memperlihatkan Rojali yang masih saja merendam rambutnya di dalam ember dengan posisi jongkok yang aneh.
************
Bro Aldi dan bro Jeremy, akhirnya mengetahui
kejadian yang menimpa sahabat tercinta mereka Rojali.
Bro Aldi tampak sangat tegang wajahnya, dan terlihat jerawat jerawat di mukanya seperti mau menetas.
Sedangkan bro Jeremy tampak santai dan cuek, dengan memainkan bulu bulu hidungnya yang menyembul keluar.
Mereka berdua menunggu sobat mereka keluar dari WC dengan sabar di lorong yang tak jauh dari sana.
Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya Rojali keluar dari WC, dengan keadaan yang sangat memprihatinkan sekali.
Rojali berdiri di depan WC dan menatap dua sahabatnya itu.
Bro Aldi dan bro Jeremy, melotot kaget dengan mulut yang melongo, melihat keadaan Rojali yang amburadul.
Terlihat celana jeans cutbray kesayangannya
Rojali basah kuyup berantakan, kaos kuningnya agak luntur ke siram air, dan yang sangat menggelikan adalah rambut kribo kesayangannya Rojali.
Rambut kribo itu tampak sangat berantakan,
dan yang parahnya adalah kribonya tinggal setengah.
Jadi bentuk rambut Rojali seperti setengah kribo bulat dan yang setengahnya lagi botak.
Bro Rojali tersenyum dan berkata pada dua sahabatnya,
" Ngapain kalian bengong di situ ? kalian masih meragukan kehebatan sahabat kalian,
sang kribo berhati baja ",
Ujar Rojali sambil tertawa.
Bro Aldi dan bro Jeremy sangat sedih melihat rambut kribo Rojali yang merupakan pasangan hidup bagi Rojali itu.
Tapi mereka tahu sekali jiwa sahabatnya ini yang super tidak mau dikasihani, oleh karena itu mereka berusaha tidak menunjukkan kekhawatiran mereka berdua,
dan bro Aldi berkata,
" Ayo kita lapor dulu ke kepala sekolah, aku yakin dia tahu siapa pelakunya ",
Ujar bro Aldi yang cerdas.
Akhirnya mereka bertiga berjalan menuju ruangan kepala sekolah yang sangat fenomenal itu,
__ADS_1
Dan nanti kita semua akan tahu rahasia kekuatan Rojali yang sebenarnya.