
Bu guru Dona yang cantik dan seksi mengenakan gaun pesta yang indah, memperlihatkan senyum manisnya yang dong dong, di atas panggung stage, dengan mata indah yang berbinar, menatap bagai tersenyum menyapa pada para hadirin di sana.
Semua mata para hadirin yang berada di sana segera tertuju pada panggung stage untuk menunggu kelanjutan suara merdu dan syahdu dari Bu guru Dona yang imut dan dong dong.
" Baiklah para hadirin semuanya, mari kita sambut ketiga juara, yang akan menerima hadiah berupa uang tunai yang spektakuler itu, dan juga mereka bertiga adalah wali kelas yang menjadi juara umum tahun ini, dan sudah didaulat dan dipilihkan untuk berjoget dansa oleh para murid murid kelasnya,...
mari kita sambut........Mr Rojali, Mr Aldi dan juga Mr Jeremy ",
Suara Bu guru Dona terdengar sangat mantap dan dahsyat, yang langsung diiringi oleh tepuk tangan yang sangat meriah dari para tamu undangan, yang sebagian besar adalah para anak anak murid ABG.
Tampak para tamu undangan sudah tidak sabar melihat kemunculan mereka bertiga, dan di meja tamu kehormatan tampak Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala botak dan kinclong, yang tampak sangat tegang dan depresi, terlihat dari bola mata bulatnya yang kayak mau lompat dibalik kacamata bulatnya, dan pipinya yang kempot kempot dan bibirnya yang komat Kamit sambil makan kuaci, sambil memegang celananya takut ngompol tanpa disadari.
Sedangkan Bu guru Juminten tampak merona merah pipinya, menambah aura kecantikannya yang aduhai, dan serasi dengan warna lipstik merah cabe menyala dan juga kain kebaya berwarna merah cabe terang ditambah dengan selop kaca berwarna merah menyilaukan mata, dipadukan dengan rambut hitam indahnya yang disanggul menjulang tinggi mumbul menggunung, dan diatasnya menancap tusuk konde emasnya yang nungging perkasa.
Dan Madam Jovanka di tempat duduk tamu kehormatan tampak gelisah namun dari sorot matanya yang indah, terpancar rasa penasaran, rasa rindu dan perasaan aneh yang bercampur dan tidak dapat dijelaskan dengan kata kata, semakin berdebar menanti kemunculan Rojali dan dua orang aneh lainnya yang nyentrik penuh keajaiban dan penuh kejutan.
Dan akhirnya dari area samping panggung stage, yang tertutup dekorasi indah dan kain penutup berwarna jingga, munculah tiga orang sosok yang ditunggu tunggu tersebut,
Diawali dengan munculnya rambut kribo yang mumbul berjambul bagaikan jamur dan brokoli, dengan senyum genit sambil cengengesan, Rojali senyum senyum sambil kiss bye pada para hadirin dengan mengenakan sebuah kaos keren yang mantap berwarna abu abu, bertuliskan Abang Rizal Yang Ganteng Mempesona
Rojali berjalan santai sambil bergoyang dan berjoget dikit sambil senyum senyum ga jelas
ke arah panggung stage, memakai celana jeans cutbray penuh rumbai-rumbai dan benang kusut, dengan sangat percaya diri naik ke atas panggung stage, dan tak lupa memamerkan jempol kakinya yang gede, yang ikut goyang disko dibalik celah sepatu kets nya yang sudah jebol.
Kemudian diikuti oleh bro Aldi yang juga berjalan dengan santai dan simetris, sambil senyum senyum cengengesan, dengan mata bulatnya yang berbinar ceria, dan senyum manis dari bibirnya yang Jontor, dan sesekali wajahnya bergerak ke kiri dan ke kanan sambil tersenyum pada para hadirin, hingga memperlihatkan pada semua orang ternyata bulu jambang sebelah kirinya gundul dan bulu jambang sebelah kanan sangat lebat bagai El*is Pres**y, sambil bergoyang dangdut, bro Aldi pun naik ke atas panggung stage mengenakan kemeja polkadot andalannya.
Dan terakhir adalah bro Jeremy yang berjalan dengan agak sempoyongan, karena celana katunnya seperti kekecilan, sehingga terlihat jelas bulu bulu kakinya menyembul bagai rumput liar, dibalik celana katunnya yang ngatung kekecilan.
Bro Jeremy tersenyum canggung pada para hadirin semua, dengan wajahnya yang sangat tampan rupawan, dengan dihiasi senyuman manis yang agak tertutup oleh bulu bulu hidungnya yang panjang nongol keluar.
Dan dengan wajah cuek bebek dan polos, bro Jeremy pun naik ke atas panggung stage dengan mantap dan atletis.
Sontak saja gedung aula yang megah itu langsung sangat heboh dan ramai oleh sorak Sorai para hadirin semua yang ada di sana, yang sebagian besar adalah para anak anak murid ABG yang sudah sangat menantikan mereka bertiga.
Dan suara tawa bahagia dan terbahak bahak pun bercampur menjadi satu, menambah suasana yang hangat dan ceria itu,
" Hahahaha...... sampai suhu kribo emang yahud.....hahahaha.....hahahaha....."
" Mantap banget... hahahaha.....hahahaha....
bulu jambang nya sangat simetris banget...
hahahaha.....hahahaha.....hahahaha ...."
" I love you pak guru ganteng...hahahaha....
AW itu bulu bulu nya sangat jantan dan lucu hahahaha .....hahahaha..... "
Dan masih banyak lagi komentar komentar hangat dari para murid ABG tersebut, dan tampak Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong itu
matanya seperti mau copot melompat keluar dari kacamata bulatnya.
Sedangkan Madam Jovanka tampak meremas tangannya sendiri sambil tersenyum semangat memandang pada Rojali dan teman temannya yang ajaib.
Dan Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy yang telah berada di atas panggung pun senyum senyum cengengesan sambil melambaikan tangan pada para hadirin yang semuanya tertawa bahagia melihat mereka,
Dan kemudian Bu guru Dona pun menyambut mereka dan mengucapkan selamat kepada Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy sebagai juara,
__ADS_1
Mr Blek pun dengan agak stres naek ke atas panggung stage sambil memegang belakang celananya yang dikhawatirkan ada yang bocor
dan kemudian Mr Blek pun menyalami ketiga orang itu dengan kuat bagai mau adu panco, dan menyerahkan ketiga 🏆 piala yang sangat indah.
" Silahkan pada Mr Rojali, Mr Aldi dan Mr Jeremy untuk memberikan sepatah dua kata yang mungkin menjadi inspirasi buat anak anak murid kita semua ",
Ujar Bu guru Dona dengan suara yang lembut dan syahdu.
Tampak bro Aldi dan bro Jeremy sepakat agar Rojali yang berbicara mewakili mereka semua, dan akhirnya Rojali dengan tampang yang masih seperti baru bangun tidur itu sambil tersenyum dan tertawa cengengesan mengambil microphon dan berdiri dengan gagah di tengah panggung stage,
" Assalamualaikum wr.wb,
Hem.....tes...tes.... satu, dua ...tiga...tes...tes..
hehehe ... selamat pagi semuanya hehehe ",
Ujar Rojali sambil menepuk microphon dengan tangannya.
" Terimakasih semuanya, Alhamdulillah dapat rejeki yang tak terduga dari Allah SWT, berupa uang hadiah yang sangat fantastis hehehehe.... dan saya mengucapkan terimakasih sebanyak banyaknya pada para sponsor yang membiayai dana juga pada Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal, beserta juga Madam Jovanka yang telah menjadi juri kehormatan ....",
Ujar Rojali sambil senyum senyum ga jelas.
Para hadirin dan tamu undangan pun bertepuk tangan dengan meriah menyambut kata sambutan dari Rojali.
" Dan untuk hadiah berupa uang tunai yang nilainya sangat fantastis tersebut, saya ingin menyumbangkan uang tersebut semuanya kepada panti panti asuhan dan panti panti jompo, dan salah satunya adalah panti asuhan yang bernama Ganteng Mempesona "
Ujar Rojali sambil senyum senyum bahagia.
Para hadirin pun sontak berbisik bisik gaduh,
membicarakan tentang apa yang dikatakan oleh Rojali, dan kemudian terdengarlah suara tepuk tangan yang meriah di seluruh gedung aula yang megah itu.
" Boleh dijelaskan tentang panti asuhan Ganteng Mempesona tersebut Mr Rojali ? ",
Ujar Madam Jovanka dengan suara kangen yang bergetar.
Rojali tersenyum lalu berkata,
" Panti asuhan itu berisi anak anak yang lucu lucu dan sangat hebat, dinamakan Ganteng Mempesona Mempesona dikarenakan karena konon yang mendirikan panti asuhan ini yang bernama Abang Rizal, bercita cita untuk membahagiakan para anak anak yang tidak memiliki orang tua dan tidak memiliki kasih sayang orang tua mereka, dan menjadikan mereka semua percaya diri bahwa mereka sangat dicintai dan disayangi, dan mereka semua begitu hebat dan mempesona ",
Ujar Rojali sambil tersenyum lembut dengan mata yang berkaca kaca.
Gedung aula yang megah itu seketika hening,
dan terdengar sedikit Isak tangis haru, kemudian tepuk tangan yang sangat meriah pun terdengar memenuhi gedung pesta perpisahan yang sangat megah itu.
Tampak Mr Blek mengeluarkan sapu tangan merah jambu dengan gambar bunga mawar merah untuk mengusap ingus dari hidungnya,
Dan Bu guru Juminten tampak terisak malu malu dibalik sanggul rambutnya yang menjulang tinggi mumbul perkasa.
Rojali pun melanjutkan kata katanya,
" Saya ucapkan terimakasih juga untuk neng Fanny, Bu Juleha dan nona Ivana yang telah datang membawakan baju ganti buat kami bertiga hehehe sehingga kami menjadi harum mewangi kembali seperti sediakala hehehe ",
Ujar Rojali sambil melambaikan tangan ke arah belakang meja penonton yang hadir di sana.
Dan semua mata hadirin pun langsung tertuju pada arah lambaian tangan Rojali, dan mereka semua melihat ada tiga orang sosok wanita cantik yang duduk malu malu dan merona merah wajahnya.
__ADS_1
" Bang Rojali semangat ... ",
Ujar neng Fanny sambil tersenyum manis.
" Mas jambang, awas jangan pegang pegang Bu guru Dona yang cantik ya !! ",
Teriak Bu Juleha yang tampil mirip ABG.
" Bang Jeremy aku sudah pulang ",
Ujar Ivana lirih, sambil tersenyum lembut ke arah bro Jeremy.
Tampak Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy tersenyum bahagia di atas panggung stage.
*********** (◔‿◔) **********
Lima tahun kemudian,
Di taman Gasibu mini, di bawah pohon kersen yang rindang dan sejuk, tampak tiga anak laki laki yang sangat lucu dan imut serta sangat menggemaskan.
Rambut ketiga anak kecil lucu yang berumur sekitar lima tahunan itu terlihat kribo lucu mumbul dan menggemaskan bagaikan jamur dan brokoli, dan mereka mengenakan kaos berwarna putih senada, dengan masing masing terdapat tulisan di dadanya ...Rojaldo ,
Rojalno dan Rojalbo.
Ketiga anak kribo yang lucu itu semuanya mengenakan celana jeans cutbray ukuran anak anak yang lucu dan imut.
Ketiga anak kribo lucu dan imut itu sedang menatap manja pada seorang wanita cantik yang duduk di hadapan mereka, sambil mendengarkan sebuah cerita, sebuah kisah yang sangat spektakuler.
Rojaldo pun berkata,
" Mamah Fanny, cerita tentang papah Rojali sungguh luar biasa ",
Ujar anak kecil berambut kribo dan bercelana cutbray itu dengan mata yang berbinar jenaka.
" Iya papah Rojali sangat mantap 👍 😁 ",
Ujar Rojalno sambil tersenyum ceria.
" Aku sangat bangga dengan papah Rojali ",
Ujar Rojalno sambil mengelus rambut kribonya yang mumbul berjambul.
Mamah Fanny tersenyum lembut melihat anak anak lucunya yang kribo sambil berkata,
" Iya anak anakku yang lucu, kita harus sayang pada anak anak yatim piatu yang tidak memiliki orang tua, seperti papah Rojali, mudah mudahan kalian semua menjadi anak anak yang Sholeh dan baik hati ",
Ujar mamah Fanny lembut.
Dan ketika mereka sedang bercerita di bawah pohon kersen itu, terlihat dari arah tempat joging track beberapa orang mendekati mereka sambil tersenyum.
Terlihat Bu Juleha yang sedang hamil besar berjalan bersama Ivana yang tampak sudah menjadi ibu, dengan membawa seorang anak lelaki tampan bule berumur sekitar lima tahunan.
Dan akhirnya mereka semua duduk duduk santai di bawah pohon kersen yang rindang,
sambil menatap ke tengah lapangan olahraga sambil tersenyum melihat kelakuan tiga sosok laki laki amburadul yang sedang olahraga sambil tertawa cekikikan dan cengengesan di tengah lapangan olahraga,
yang tentu saja salah satunya berambut kribo mumbul berjambul bagaikan jamur dan brokoli, mereka adalah Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy yang sedang berolahraga.
__ADS_1
********** (◔‿◔) *************
...Terimakasih atas dukungannya, mohon maaf bila ada kesalahan, ini hanyalah kisah fiksi untuk menghibur, semoga ada hikmahnya Amien yra 🙏🙏😁...