
Rojali bangun dari tidurnya, dari mimpi buruknya yang sangat menyeramkan.
Sudah tiga hari berturut-turut setelah lomba masak itu, Rojali selalu mimpi yang menyeramkan, di dalam mimpinya itu dia dikejar kejar oleh ayam raksasa yang gosong,
ditemani dengan cumi cumi dan seekor gurita
dengan banyak tangan yang melambai lambai panjang seperti tentakelnya.
Rojali bangun dengan keringat yang membanjiri tubuhnya, dengan mata yang melotot dan pipi yang menggembung,
Rojali langsung berlari ke WC dengan ceria.
Setelah beres mandi dan fresh, Rojali bersiul ceria walau terlihat matanya agak cekung, dan pipinya sedikit tirus, karena dehidrasi akibat bolak balik ke WC.
Rojali segera mengenakan celana jeans cutbray kesayangannya yang tampak jadi longgar dan kedodoran, sambil berjoget ala penyanyi disko tahun 60an, Rojali segera mencari cari kaos norak di lemari pakaiannya.
Dan akhirnya dia memutuskan untuk memakai kaos berkerah, berwarna putih dengan tulisan berwarna kuning cerah, dengan tulisan KURANG CAIRAN , dan ada gambar selang infus di atasnya.
Setelah itu Rojali segera mengenakan sepatu kets kesayangannya yang tampak kusam dan berlendir, dengan menampilkan jempol kakinya yang bergoyang disko.
Setelah Rojali merasa mantap jiwa dan raga,
diapun bersiul riang dan menuruni tangga kosannya itu.
Bu Juleha tertawa ceria sekaligus sedih melihat penampakan si kribo Rojali yang kurus, dan kedodoran.
" Hahaha...hahaha....selamat pagi, nak Rojali yang kribo disko dan terlihat slim fit ",
Sambut Bu Juleha dengan hangat dan ceria.
Rojali tersenyum dan berkata,
" Selamat pagi Bu Juleha yang baik hati dan tidak sombong, Rojali mau berangkat ke sekolah untuk mengajar anak anak yang lucu ",
Ujar Rojali sambil berjalan sempoyongan.
Bu Juleha terlihat cemas dan khawatir, kemudian berkata,
" Hati hati nanti mengendarai Vespa antik, artistik yang berisik dan penuh Mistik itu ya,
nak Rojali ...hahahaha...hahahaha.......
oiya nanti nitip buat mas jambang ya ini..",
Ujar Bu Juleha sambil memberikan obat diare dan minuman isotonik.
Rojali tersenyum sambil mengambil obat diare dan minuman isotonik tersebut,
dan berkata,
" Baiklah Bu Juleha nanti Rojali berikan pada bro Aldi,
Rojali pamitan dulu ya hehehehe .
Rojali pun berangkat mengendarai Vespa bututnya yang berisik dengan sempoyongan dan kedodoran.
Terlihat sobat antiknya yang berjambang tidak simetris, yang satu lebat hitam dan yang sebelahnya lagi gundul.
Tampak tersenyum ceria dengan semangat,
namun matanya tampak cekung, dan pipinya pun melengkung.
Dengan berjalan sempoyongan bro Aldi pun naik ke Vespa bututnya Rojali untuk menjemput bro Jeremy sang sobat bule yang
__ADS_1
bloon tapi tampan.
Bro Jeremy tampak lebih parah kondisi kurusnya.
Karena selain diare, bro Jeremy menanggung beban penyesalan dan depresi,
akibat merasa bersalah pada sobat sobatnya dan juga pada Mr Blek sang kepala sekolah,
yang menjadi penghuni tetap WC sekolah di lantai 2, akibat masakan yang Spektakuler, bombastis dan sangat tragis dari Sophia dan Ivana.
Akhirnya mereka bertiga sampai di sekolah dengan selamat.
Dan disambut gelak tawa dan tepuk tangan yang meriah dari para murid murid ABG yang selalu kangen melihat penampakan ketiga orang aneh dan lucu menggemaskan ini.
Para anak anak ABG tertawa histeris melihat,
Rojali yang rambutnya makin terlihat besar kribo, akibat dari pipinya yang kurus dehidrasi,
Yang berjalan sempoyongan pake celana jeans cutbray, seperti sedang berjoget disko tahun 60an.
Dan bro Aldi tampak berjalan canggung, dengan tatapan kosong, tapi senyum menyungging dari bibirnya yang Jontor, diapit
dengan bulu jambang yang sebelah lebat, sebelahnya lagi gundul.
Dan yang nampaknya meminjam pakaian tetangga sebelahnya adalah bro Jeremy,
karena stelan jasnya terlihat kendor dan kedodoran, apalagi celana katun nya kependekan sampai betis, jadi tampak sangat kurus, hingga bulu hidungnya pun terlihat layu menyembul keluar.
Dengan gontai, berjalan mengikuti Rojali dan bro Aldi menuju ke ruangan sang kepala sekolah yang fenomenal berkepala plontos dan kinclong, yang sepertinya keadaannya ga jauh berbeda dengan mereka bertiga.
Terlihat Mr Blek sang kepala sekolah yang fenomenal sudah menunggu mereka bertiga,
Dengan Sophia dan Ivana telah duduk di samping beliau.
Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy tampak kaget melihat ada Sophia dan Ivana di sana.
Naluri bro Jeremy mengatakan untuk segera kabur dari situ karena trauma, namun dengan sigap Rojali dan bro Aldi memegang tangannya.
Akhirnya Mr Blek yang tampak jadi kayak ABG, karena kurus dan dehidrasi pun berkata,
" Pak guru Rojali, pak guru Aldi dan pak guru Jeremy, seperti kita lihat ada Sophia dan Ivana disini, mereka sangat merasa bersalah pada kita semua, akibat insiden masak memasak tempo hari, yang menyebabkan kita berempat rebutan WC di lantai 2 ",
Ujar Mr Blek, sambil mempersilahkan Ivana dan Sophia berbicara.
Tampak Ivana dan Sophia sangat menyesal dan merasa bersalah.
Mereka yang biasanya terlihat sangat ganas dan menyeramkan, hari ini sangat anggun dan elegan.
Rojali pun tertawa dan berkata,
" Nona Ivana dan juga Sophia, kalian tidak perlu merasa khawatir, kami pastinya memaafkan kalian kok, lagian kan namanya juga belajar memasak, yah wajar saja hal seperti itu terjadi, hehehehe ...namun lain kali,
lebih baik beli makanan dari restoran yang sudah terkenal aja lah ya, sementara sampai kalian bisa masak ",
Ujar Rojali sambil tersenyum.
Bro Aldi dan bro Jeremy pun mengangguk setuju, dan dalam hati berjanji akan hati hati kalo makan dari hasil masakan mereka.
Tampak mata Ivana dan Sophia berbinar ceria, lalu Ivana berkata,
" Terimakasih atas kebaikan kalian semua,
untuk menebus kesalahan saya, kebetulan
__ADS_1
saya bawa berbagai macam buah buahan dan
makanan, untuk bisa membantu pemulihan dehidrasi bapak bapak guru semuanya agar gendut seperti sediakala ",
Ujar Ivana manis.
Mata Sophia langsung berubah menjadi ganas kembali, lalu berkata,
" Hai nenek keriput, ini semua gara gara kamu,
dasar Tante genit perusak makanan !! ",
Ujar Sophia sengit.
" Apa katamu bocah bau kencur !!!
Udah jelas gara gara kamu, anak manja yang
kurang ajar !!,
Ujar Ivana sewot.
Mr Blek yang tampak agak lemah lunglai tak berdaya, segera berkata dengan tegas dan berwibawa,
" Stop!!
Kalian berdua, kalo masih bertengkar di sini,
maka ketiga pak guru kalian yang sudah lemah dan kurus ini akan saya pecat !! ",
Ujar Mr Blek sambil jongkok nahan sesuatu yang mau keluar.
Sophia dan Ivana langsung diam dan minta maaf pada Mr Blek, yang dengan tergesa-gesa lari ke WC sambil membawa handuk motif bunga bunga.
Rojali, bro Aldi dan bro Jeremy cekikikan melihat sang kepala sekolah yang bagaikan kodok melompat keluar.
Tiba tiba Ivana berkata,
" Bang Jeremy ada hal penting yang mau Ivana sampaikan ! ",
Ujar Ivana sambil memandang serius pada bro Jeremy.
Sophia yang mendengar itu tentu saja sangat cemburu dan berkata,
" Enak saja kamu Tante genit, tidak akan kubiarkan kamu merayu pak guru ganteng calon aku ini !! ",
Ujar Sophia galak.
Namun Ivana tampak tidak menghiraukan Sophia, dan berkata,
" Ini hal yang sangat penting bang Jeremy ".
Ujar Ivana dengan mata sayu.
*************************************
...Hai para pembaca yang Budiman 😁😁...
...Jangan lupa untuk selalu dukung Author,...
...Dengan kasih jempol 👍 like dan favoritnya....
...mudah mudahan Author diberi rejeki umur dan kesempatan untuk bisa menyelesaikan novel ini yaa 😁🙏 terimakasih...
__ADS_1