
################################
Ternyata cuma kekhawatiranku saja, Siska nggak ngelakuin apa-apa, dan dia nggak bakal ngapa-ngapain juga. Mungkin aku aja yang terlalu khawatir.
Pikiran Nath dalam hati karena selama beberapa hari ternyata Siska tidak melakukan apa-apa. Bahkan Nath bertemu di kampus, mereka juga mengabaikan Nath.
Hari itu hari Jumat, Nath kuliah setengah hari. Selesai kuliah, Nadia menghampiri Nath yang tengah jalan sendiri keluar dari kelas.
" Nath, Kevin mana?? " tanya Nadia
" Kevin ada kok tadi, tapi mungkin masih di ruang dosen soalnya tadi dipanggil Pak Angga. " jelas Nath pada Nadia. " Emang kenapa nanyain Kevin? " tanya Nath pada Nadia.
" Nggak apa-apa. " jawab Nadia.
" Suka ya sama Kevin? Cieee.. hayo ngakuuu.. " desak Nath pada Nadia.
" Apaan sih Nath rese deh." jawab Nadia malu-malu. " Tapi sebenernya kamu sama Kevin tuh pacaran nggak sih Nath? " tanya Nadia penasaran.
" Apaan sih? Yah nggak lah,kita tuh temenan karena cocok jadi kelihatannya dekat. " jelas Nath. Nadia mengangguk tanda mengerti.
Lalu Nadia berpisah dengan Nath, Nadia bilang dia ada urusan sebentar. Sementara Nath yang masih santai berjalan ke arah lantai bawah tidak menghiraukan keadaan sekeliling.
__ADS_1
Sampai di toilet lantai dasar, Nath bertemu lagi oleh Nadia. Kali ini Nadia bilang katanya Kevin minta tolong bantu bawakan barang dari gudang lantai 3. Aku yang merasa kasihan pada teman dekatku langsung menuju lantai 3 tanpa berpikir panjang, sementara Nadia bilang akan menyusul.
Sesampainya di lantai 3, Nath memasuki gudang itu sambil memanggil-manggil Kevin.
" Vin.. Kevin.. kamu dimana?" tanya Nath sambil masuk ke dalam gudang itu.
Tapi karena Kevin tidak menjawab, Nath berjalan masuk ke dalam gudang itu.
Sampai dalam gudang itu, tiba-tiba
Brakk...!!
terdengar pintu gudang tersebut ditutup dan dikunci oleh seseorang. Nath berlari ke arah pintu gudang itu, mencoba mengetok pintu untuk memberitahukan orang diluar bahwa ada Nath di dalam.
" Heiii.. Jangan kunci pintunya..!! Aku masih didalam sini. " teriak Nath sekuat tenaga.
Tapi tidak ada jawaban satupun dari luar gudang.
Beberapa saat Nath terus mengetok dan menggedor-gedorkan pintu gudang itu.
Kemudian ia mengingat untuk mencoba menghubungi Kevin atau Nadia bahkan Dhika.
__ADS_1
Tapi sayang, didalam gudang tersebut tidak dapat sinyal.
" Gimana nih..?? Kalau sampai nggak ada yang tau aku disini masa aku sampai besok disini?? " keluh Nath di dalam gudang yang gelap dan terasa pengap.
Nath terus berusaha menggedor dan mengetok pintu gudang itu, berharap seseorang mendengar suara teriakannya dari dalam gudang.
Beberapa lama Nath merasa lelah, ia duduk bersender di balik pintu gudang itu. Sesekali ia mengecek sinyal handphone nya, berharap teman-temannya membaca pesan atau mungkin melihat missed call dari nya, tapi ternyata tak ada satupun telepon masuk dari teman-temannya. Bahkan pesan yang Nath kirim untuk mereka sama sekali belum terkirim karena sinyalnya tidak ada.
Nath menundukkan kepala, lama kelamaan air mata Nath menetes. Ia merasa takut berada di dalam gudang yang gelap dan terasa sangat pengap itu.
" Siapa saja tolong aku. " bisik Nath karena mulai putus asa.
Kira-kira 20 menit, terdengar suara pintu diketok-ketok.
" Nath.. Nathalie.. " teriak seseorang dari balik pintu gudang itu.
Nath yang mendengar suara seseorang memanggil langsung berdiri dan balas mengetok pintu itu.
bersambung..
################################
__ADS_1