
################################
Hari Senin pun tiba, hari dimana segala rutinitas dimulai bagi semua orang. Semua orang sibuk di hari senin,begitu juga dengan Papa Dhika. Ia harus meeting dengan klien-klien nya, memeriksa berbagai macam laporan perusahaan. Papa Dhika seorang pekerja keras, tak heran ia mampu memiliki perusahaan yang cukup besar di kota mereka tinggal. Tapi ditengah kesibukannya, ia sangat menyayangi keluarganya. Begitu juga dengan mama Dhika.
Hari itu kebetulan Dhika sedang ikut papa nya ke kantor, karena sebentar lagi ia juga akan ikut bergabung di perusahaan tersebut. Hari iti papa meminta Dhika untuk belajar di bagian finance. Jadi Dhika bersama dengan orang kepercayaan papanya belajar di ruangan tim finance. Papa bermaksud mengajarkan Dhika di setiap bagian dalam perusahaan supaya Dhika lebih mengerti bagaimana cara kerja dalam mengelola perusahaan papanya.
Saat itu Om Radja (papa Dhika) berada di ruangannya.
Tokk.. Tok.. Tok..
" Permisi Pak Radja, Pak Arya datang ingin bertemu dengan bapak. " kata Amel sekeretaris papa Dhika.
" Ok. Suruh masuk aja. " jawab papa Dhika.
Tak lama Pak Arya ( papa Siska) masuk ke ruangan papa Dhika.
__ADS_1
" Radja.. gimana kabar? " tanya Om Arya (papa Siska).
" Baik..baik. Ayo duduk. " kata papa Dhika menyuruh sahabatnya duduk di sofa yang ada di ruang kerjanya. " Mel, tolong bawakan minum ya kesini. " pinta papa Dhika pada sekretarisnya. Sekretarisnya menggangguk tanda mengerti lalu meninggalkan mereka.
" Jadi ada hal apa Arya? " tanya papa Dhika to the point.
" Nggak ada hal penting kok. Hanya mengunjungi teman gue aja. " jawab Arya sambil tertawa. Papa Dhika pun ikut tertawa.
Mereka mulai berbicara soal bisnis mereka. Sementara tak lama Amel ( sekretaris papa Dhika ) masuk bersama Office Boy mengantarkan minuman dan kue untuk mereka berdua.
" Yahhh.. dia mulai belajar diwaktu kuliahnya juga kosong. " jawab papa Dhika.
" Bagus itu. Dan gue lihat Dhika punya jiwa bisnis kayak papanya. " kata papa Siska lagi. Papa Dhika tertawa. " Oh ya soal Dhika, ternyata anak kita pernah pacaran lho, tapi katanya Siska dituduh yang tidak-tidak oleh cewek yang sekarang dipacari oleh Dhika dan Dhika percaya dengan cewek itu. " kata Om Arya ( papa Siska )
Mendengar hal itu jelas membuat papa Dhika kaget. Karena papanya pun tak tau menau soal itu.
__ADS_1
" Masa, Ar? Dhika memang punya pacar, tapi cerita soal ini jujur gue sendiri baru tau. Coba sebentar gue panggil Dhika. " kata papa Dhika mencoba meluruskan masalah ini karena bagaimanapun papa Dhika merasa tidak enak karena ia dan Papa Siska berteman cukup lama, walaupun urusan seperti ini memang bukan urusan mereka tapi Papa Dhika harus tau kebenarannya.
Papa Dhika berjalan ke arah telepon kantor yang ada di meja kerja nya.
" Tom, tolong panggil Dhika. Suruh ke ruangan saya sekarang. " perintah papa Dhika kepada pegawainya di bagian finance.
Tak lama Dhika sampai di ruang kerja papanya. Saat Dhika masuk, ternyata ada Om Arya dan papa nya sedang duduk di sofa.
" Kenapa pi? " tanya Dhika.
" Ka, coba sini duduk. Ada yang mau papa tanyakan. " kata papa Dhika.
Dhika duduk di sofa panjang bersama dengan papanya. Sedangkan Om Arya duduk di sebelah papa Dhika di sofa kecil. Papa Dhika menceritakan apa yang tadi dikatakan oleh papa Siska kepada Dhika.
bersambung..
__ADS_1
################################