
################################
Film yang mereka tonton akhirnya diputar. Sekitar 20 menit kemudian Nath tertidur, kemudian kepalanya lama-lama bersender di bahu Dhika. Dhika yang kaget dengan cepat memegang kepala Nath karena takut jatuh. Dalam hati Dhika berpikir apa mungkin sebenarnya Nath tidak suka film action makanya ia bosan.
Dhika memandangi wajah Nath yang cantik yang terlihat di dalam gelap ruang bioskop yang samar-samar terkena sinar lampu dari film. Bibir Nath juga sangat dekat membuat naluri laki-laki Dhika bangkit ingin mencium bibir orang yang sangat ia cintai. Tapi ia pikir lelaki sejati tidak akan mengambil kesempatan untuk mencuri ciuman disaat orang yang ia cintai tertidur, apalagi mereka belum jadian. Akhirnya Dhika kembali nonton sambil memegang erat tangan Nath.
20 menit kemudian Nath terbangun, ia kaget sekali karena ternyata ia tertidur bahkan bersender pada bahu Dhika. Nath langsung membenarkan duduknya.
" Nggak apa-apa kok kalau mau tidur lagi, aku jagain kamu. " kata Dhika berbisik pada telinga Nath.
Nath yang malu hanya mencubit tangan Dhika, dan menyuruhnya untuk melanjutkan menonton. Dhika tertawa karena Nath ngambek.
Selesai nonton, Dhika mengajak Nath ke rooftop mall tersebut karena ia mau membeli bunga yang Nath sendiri tidak tau untuk siapa. Sampai di rooftop, Nath dan Dhika langsung menuju toko bunga. Banyak bunga-bunga cantik dan segar, Nath membantu Dhika memilih bunga. Setelah membeli bunga, Dhika mengajak Nath duduk di bangku yang menghadap ke arah pemandangan kota dari atas gedung itu. Apalagi langit sudah sore, dan warna langit berwarna orange membuat suasana dan pemandangan dari atas begitu cantik dan indah.
Dhika pergi sebentar meninggalkan Nath tak lama kembali membawa 2 buah minuman untuk mereka.
__ADS_1
" Kamu suka pemandangan disini Nath?" tanya Dhika. Nath mengangguk, lalu Dhika berjanji akan sering membawa Nath kesana.
" Nath, aku suka sama kamu. Kamu mau jadi pacar aku? " tanya Dhika sambil menyodorkan bunga yang tadi ia beli.
Nath kaget dan tidak menyangka, ditembak tiba-tiba seperti itu membuat Nath tidak bisa berkata apa-apa.
Dhika memang baik, perhatian dan terlihat sangat sayang pada Nath, tapi Nath baru mengenalnya. Nath menjadi sangat bingung.
" Nath, kok kamu malah diem aja? " tanya Dhika.
" Jadi gimana? " tanya Dhika lagi yang agak mulai putus asa sambil menunduk.
" Iya, aku mau. " jawab Nath sambil mengambil bunga yang tadi disodorkan oleh Dhika.
Dhika yang tadinya menunduk langsung senang mendengar jawaban Nath, ia memeluk Nath.
__ADS_1
" Makasi ya. " jawab Dhika sambil memeluk Nath dengan sangat erat. Jantung Nath semakin berdebar cepat karena dipeluk oleh Dhika, ia juga merasa malu.
" Tapi nanti Siska gimana ya? aku bingung, atau boleh nggak kalau kita merahasiakan hubungan kita dulu?? Aku pikir kalau Siska tau nanti dia tidak terima gimana? " kata Nath banyak pertimbangan. Kemudian Dhika melepas pelukan Nath.
" Sebenarnya aku nggak mau merahasiakan hubungan kita. Karena kamu itu banyak yang suka sayang, teman-teman tim basket aku aja hampir semua bilang kalau tertarik sama kamu. Belum lagi cowok-cowok di kelas kamu yang aku nggak tau. Tapi apapun yang kamu mau, aku turutin. Soal Siska juga kamu nggak perlu khawatir, menurut aku yang namanya cinta nggak bisa dipaksain. Aku janji sama kamu kalau aku bakal terus jagain dan sayangin kamu. " jawab Dhika.
Nath tersenyum mendengar jawaban Dhika.
Mudah-mudahan jadian dengan Dhika adalah pilihan yang terbaik pikir Nath dalam hati.
Nath terpesona pada Dhika semenjak pertama kali bertemu Dhika di perpustakaan kampus. Makin lama setelah mereka ngobrol ternyata membuat Nath nyaman, makanya Nath menerima pernyataan cinta Dhika.
bersambung..
################################
__ADS_1