
################################
Nath menyuruh Dhika untuk pulang dengan sedikit mendorong tubuh Dhika.
Lalu Dhika tiba-tiba memeluk Nath.
" Aku juga cinta kamu, benar-benar cinta sama kamu. " jawab Dhika yang jelas membuat Nath begitu bahagia sehingga tidak berkata apa-apa lagi.
Kemudian Dhika pulang. Sedangkan Nath langsung masuk ke dalam rumah, mandi kemudian beristirahat.
Beberapa hari kemudian, setelah pulang kerja Dhika langsung menuju rumah Nath. Hari itu Nath pulang sendiri karena Dhika masih ada meeting.
Sampai di rumah Nath, Dhika ngobrol bersama papa Nath sambil menemani papa Nath bermain catur.
" Udah lama banget kamu nggak temenin om main catur. " kata papa Nath dan Dhika tertawa.
" Om, sebenarnya ada yang mau saya sampaikan. " kata Dhika agak serius.
" Ada apa Dhika, katakan saja. " jawab papa Nath masih sambil serius melihat papan caturnya.
" Jadi gini om, Dhika berencana untuk melamar Nathalie. Apakah boleh om? " tanya Dhika yang jelas membuat papa Nath kaget sekaligus senang.
__ADS_1
" Ini kamu serius Dhika? " tanya papa Nath.
" Serius om, saya sudah sampaikan ke orang tua saya kalau saya mau melamar Nath. Oleh karena itu saya berencana mau kesini bersama orang tua saya om. " kata Dhika lagi.
Papa memanggil mama dan Nath yang ada didalam rumah. Seketika obrolan mereka menjadi serius. Tapi papa Nath menerima maksud baik dari Dhika.
" Tapi Nathalie masih kuliah. Dan kemarin saat di tempat Reno, Reno bilang akan segera menikah. Rencana di tahun ini akan menikah, apakah setelah proses lamaran Dhika mau melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat? " tanya papa Nath
" Om, Dhika melamar Nathalie supaya hubungan kami lebih jelas. Dhika juga akan memberi waktu sampai Nathalie selesai kuliah kok om. Jadi om jangan khawatir, karena Dhika berarti akan melangsungkan pernikahan di tahun depannya lagi, jadi tidak akan bertabrakan dengan acara pernikahan Kak Reno. " jelas Dhika. " Yah, nanti biar lebih jelas pada saat orangtua Dhika kerumah aja ya dibahas lagi supaya keinginan om,tante dan kedua orangtua Dhika juga jadi jelas. " kata Dhika lagi.
" Orangtua kamu rencana kapan datang? " tanya papa Nath.
" Sabtu ini om. Nggak apa-apa kan? " tanya Dhika lagi.
" Wahhh.. anak mama mau dilamar. " kata mama bahagia. Nath malu-malu.
" Jadi bagaimana om, tante tentang keluarga saya yang mau kesini? " tanya Dhika lagi memastikan.
" Oh ya, tetntu Dhika. Om dan tante tunggu kedatangan keluarga kamu. " jawab papa.
Lalu papa dan mama sibuk ke dalam rumah, mulai dari menelpon Reno. Memesan kue dan segala macam keperluan, karena berarti kedatangan orangtua Dhika tinggal beberapa hari lagi.
__ADS_1
Nath dan Dhika tertawa melihat papa dan mama begitu antusias untuk kebahagian anaknya.
Dhika akhirnya pamit pulang, supaya Nath bisa membantu orangtua nya.
Setelah Dhika pulang, Nath masuk ke dalam rumah. Mama sedang menelpon toko kue. Dan papa menelpon Reno. Lalu Nath ikut nyambung dengan obrolan papa dan Reno lewat video call.
" Jadi gimana Ren, kamu pulang ya sabtu pagi. " kata papa.
" Siap pa, tenang aja. " jawab Reno.
" Tunggu. tunggu. Kok Kak Reno nggak cerita ke aku kalau ada rencana nikah? " tanya Nath agak kesal.
" Tadinya kakak mau buat surprise. Pulang besok langsung bawa calon. Karena kakak nggak pakai acara lamaran, langsung nikah aja. Karena keluarga cewek kakak juga nggak mau ribet ada lamaran. Eh kakak malah dapat surprise duluan. " kata Reno sambil tertawa. Papa juga ikut tertawa.
Masih asik ngobrol tiba-tiba mama datang agak mengomel,
" Reno, sabtu kamu pulang pagi. Nggak ada alasan. Papa ayo cepet bantu mama dulu, malah asik ngobrol. Nath juga bantu mama. " kata mama agak cerewet karena mama mau yang terbaik untuk anak-anaknya.
Keluarga Nath langsung sibuk menyiapkan berbagai macam.
bersambung..
__ADS_1
#################################