
################################
Cowok itu bermaksud ingin memegang lengan Nath karena melihat Nath yang begitu jelas terlihat di wajahnya kalau ia sedang menahan sakit.
Tiba-tiba Dhika datang memegang tubuh Nath.
Nath yang terlihat begitu kesakitan langsung ikut bersama Dhika.
Dhika membawa Nath masuk ke dalam mobilnya yang di parkir dipinggir jalan karena melihat Nath.
Setelah Dhika masuk ke dalam mobil, ia memakaikan seat belt Nathalie kemudian ia menancapkan gas mobilnya.
" Kita ke dokter dulu ya. " kata Dhika.
" Ehm.. aku cuma perlu minum obat lambung aja kok sayang. Nanti dirumah aku langsung minum obatnya. Kok kamu tiba-tiba jemput aku? " tanya Nath.
" Tadi Jay telepon aku, dia bilang kalau dia jemput Nadia. Bahkan Kevin juga menjemput Niken. Jadi aku langsung jemput kamu. " jawab Dhika.
__ADS_1
" Ehm.. iya.. aku nggak tau kalau mereka dijemput pacarnya masing-masing. Sedangkan aku sudah bilang kamu kalau aku pulang bareng mereka. Jadi aku juga nggak mau menyusahkan kamu. Maaf ya" jawab Nath sambil memegang perutnya.
Tapi Dhika tidak menjawab sepatah kata pun. Sepanjang jalan juga Dhika lebih banyak diam tidak seperti biasa.
Banyak hal yang ia pikirkan, tapi ia tidak berani mengatakannya karena di satu sisi ia kasihan pada Nath karena sedang sakit.
Nath juga mengetahui situasinya kalau Dhika terlihat dingin, oleh karena itu Nath diam untuk meredakan amarah Dhika.
Sampai di rumah Nath, Dhika mengantar sampai ke teras rumah. Mama Nath sedang pergi bersama Bi Inah ke toko kue.
" Aku pulang ya. Kamu minum obat dan isitirahat. " kata Dhika yang bahasanya terdengar dingin tidak seperti biasanya.
Dhika diam sejenak mendengar pertanyaan dari Nath, lalu ia pamitan pulang lagi sambil berjalan ke arah luar tanpa melihat ke arah Nath.
Dhika segera masuk ke dalam mobil, lalu setelah ia sampai di dalam mobil, ia baru melihat ke arah Nath.
" Arghh.. sial. " kata Dhika di dalam mobil begitu melihat Nath ternyata menangis, masih dalam posisi berdiri sambil menutup matanya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Dhika begitu menyesali dirinya sendiri karena membuat orang yang sangat ia cintai menangis.
Dhika turun lagi dari mobilnya, ia segera menghampiri Nath yang masih menangis sambil menutup kedua matanya dengan tangannya. Lalu menarik tangan Nath sehingga Nath sekarang berada di pelukannya.
" Maafin aku Nath. " kata Dhika sambil memeluk erat tubuh Nath.
Air mata Nath semakin deras saat ia dipeluk oleh Dhika. Selain sakit di perut yang ia rasakan, hatinya pun terasa sakit karena kekasihnya bertingkah begitu dingin kepadanya.
" Maaf sayang, aku begitu cemburu melihat kamu dekat dengan pria lain. Apalagi pria tadi juga terlihat sangat perhatian ke kamu. Dan jujur ia memiliki wajah yang bisa membuat wanita manapun juga ingin bersamanya. Terlebih lagi, kamu masih berpikir dua kali untuk meminta bantuanku. Aku jadi merasa kalau kamu tidak nyaman bersamaku. Argh.. maaf.. aku sangat ngelantur. " kata Dhika menjelaskan apa yang sejak tadi ia pikirkan sambil sesekali menutup matanya dengan tangannya. Terlihat ia begitu cemburu dan juga menyesali apa yang telah ia perbuat pada Nath.
Nath mencium pipi Dhika, seketika membuat Dhika merasa tenang karena ia tau hati Nath masih untuknya.
" Maafin aku juga, sudah membuatmu khawatir. " kata Nath yang sudah lebih tenang.
Akhirnya Nath dan Dhika masuk ke dalam rumah. Nath mencari obat lambung di kotak P3K di dekat dapur, dibantu oleh Dhika
Setelah minum obatnya, Nath membuatkan minuman untuk Dhika.
__ADS_1
bersambung..
################################