
################################
Dhika mendengar cerita dari papa membuatnya kaget sekaligus tidak percaya kalau Siska yang berbuat masalah malah sekarang masih menuduh yang tidak-tidak pada Nathalie. Hal itu jelas membuat Dhika marah, hanya ia tetap bersikap tenang dalam menyelesaikan masalahnya.
" Begini pi, dan Om Arya. Dan sebelumnya Dhika mau minta maaf kalau memang Dhika lancang atau kurang ajar. Aku dan Siska sama sekali tidak pernah pacaran. Dari awal kami dekat sebagai teman. Nath pacaran dengan Dhika sama sekali tidak menghasut siapapun, apalagi Siska. Karena Dhika memang tidak pacaran dengan Siska. Dan kalau boleh jujur, Siska yang sejak awal muncul Nath di kampus dan saat Siska tau kalau aku menyukai Nath, Siska lah yang mengerjai Nath. Bahkan hal terakhir yang Siska lakukan pada Nath itu sudah tindak kriminal. Hanya saja Nath sendiri sebagai korbannya tidak tau kalau Siska adalah otak dari tindak kejahatan yang menyerangnya. " kata Dhika menjelaskan. Om Arya jelas kaget dan terlihat kesal karena Dhika menuduh balik anaknya
" Atas dasar apa Dhika bilang seperti itu? Om yakin Siska tidak mungkin melakukan hal kotor seperti itu. Dan tindak kejahatan kearah kriminal bagaimana maksud kamu? " tanya Om Arya agak nada tinggi.
" Sabar dulu, Ar. Gue tau Dhika bukan orang yang asal menuduh tanpa alasan. " kata Papa dhika membantu.
__ADS_1
" Siska menyuruh dua orang penjahat untuk mencelakai Nathalie. Untung saat itu Dhika datang, kalau tidak Dhika tidak tau apa yang akan terjadi pada Nathalie. Dhika tidak menuduh tanpa bukti, Dhika punya rekaman pengakuan dari dua penjahat itu. Jujur tindakan Siska sudah kelewatan om, tetapi Dhika tidak mungkin melaporkan kepada pihak berwajib. Sebelum kejadian ini Siska juga pernah mengerjai Nath dengan mengunci Nath di gudang kampus cukup lama. kalau kejadian itu, Nath sendiri tau kalau Siska pelakunya. Tetapi Nath tidak mau perpanjang masalah itu dan menganggap kejadian itu hanya keisengan Siska aja. Kalau Om Arya mau dengar rekamannya, Dhika bisa tunjukkan. " jawab Dhika.
Kemudian Dhika menunjukkan bukti rekaman sekaligus fotonya kepada Om Arya papa Siska. Om Arya melihat rekamannya langsung kaget tak menyangka anaknya melakukan kejahatan seperti itu. Tangannya mengepal menahan marah.
" benar-benar anak itu. Bikin papanya malu aja. Ok Radja, gue balik dulu. Gue harus ketemu Siska. Dan Dhika, om mohon maaf ya atas ketidak sopanan Siska pada kamu dan terutama pada Nathalie. Sampaikan salam om padanya, soal permintaan maaf Siska nanti biar Siska yang bicara langsung pada Nathalie. " kata Om Arya.
" Ar, jangan terlalu keras marah ke Siska. Gue yakin begitu lo tau kelakuan dia, dia bakal benar-benar menyesal. " kata papa Dhika mencoba menenangkan sahabatnya.
Papa Siska akhirnya pulang, Dhika lega karena Om Arya bijak menghadapi masalah ini, karena awalnya Dhika takut kalau Om Arya akan tetap membela Siska walaupun sudah tau Siska yang salah.
__ADS_1
" Pi, Dhika balik ke ruangan finance ya. " kata Dhika.
" Ya, Ka. Ehmm.. Dhika..." tiba-tiba papanya memnaggil lagi sebelum Dhika melangkah keluar dari ruangannya.
" Kenapa pi? " tanya Dhika
" Papi bangga sama kamu, papi harap kamu terus dan terus belajar supaya kamu bukan hanya bisa menjadi orang yang hebat dan sukses, tapi juga orang yang rendah hati dan bijaksana seperti sekarang ini. " kata papa nya bangga dan mengingatkan anaknya.
" Iya, pi. Pesan papi akan selalu Dhika lakukan dan Dhika ingat. " jawab Dhika.
__ADS_1
Akhirnya Dhika kembali ke ruang finance untuk belajar lagi.