
Malam hari selesai resepsi pernikahan, Dhika dan Nath menginap di sebuah hotel tempat acara resepsi pernikahan mereka diselenggarakan.
" Selesai juga acaranya. " kata Nath sambil masuk ke dalam kamar hotel yang diikuti Dhika dibelakangnya.
" Iya.." jawab Dhika tersenyum melihat Nath yang sekarang sudah resmi menjadi istrinya.
Nath sibuk membuka anting yang ia kenakan sambil melihat ke arah Dhika yang sejak tadi diam memandanginya dengan senyumnya yang selalu menarik.
Dhika menarik tangan Nath, lalu menyudutkan Nath di balik pintu. Tangan Dhika menahan salah satu tangan Nath di atas kepala Nath, sedangkan tangan Dhika yang lain berada di pinggang Nath. Dhika mendekati tubuh Nath dengan sangat intens.
" Kamu cantik sekali sayang, dan sekarang kamu hanya jadi milikku. " kata Dhika sambil mendekatkan bibirnya di bibir Nath.
Nath melihat bibir Dhika yang semakin lama semakin dekat, sehingga Nath memejamkan matanya saat bibir mereka bersentuhan. Dhika mencium bibir Nath dengan sangat lembut seakan menyalurkan seluruh cintanya pada Nathalie. Dhika mengulum bibir Nath perlahan dan bergantian sehingga Nath dapat masih bisa mengatur nafasnya, dan cara itu berhasil membuat darah dalam tubuh Nath berdesir dan membuatnya geli dan terasa panas.
Tangan Nath yang terbebas melingkar pada tengkuk leher Dhika, mendekatkan Dhika agar mencium Nath lebih dalam lagi.
Nath juga mulai berani membalas ******* bibir Dhika sehingga Dhika lebih memperdalam ciumannya lagi.
__ADS_1
" Aku cinta kamu sayang. " kata Dhika dengan nafasnya yang berat, berbisik di telinga Nath yang semakin membuat panas tubuh mereka.
Setelah ciuman panas mereka beberapa saat, Dhika menurunkan ciumannya pada leher Nath yang terbuka. Ia menjilat dan menghisap leher Nath dan berhasil meninggalkan tanda kepemilikannya disana.
Nath mendesah merasakan aliran panas yang Dhika buat.
" Ehmm.. sayyyang..Aahhh.. A.. aku mau man.. mandi dulu yahh.. akhh.. " kata Nath menggeliat sambil menahan rasa panas dalam tubuhnya karena Dhika sangat pintar membuat Nath begitu menginginkan sentuhan yang diberikan olehnya.
Tapi Dhika terus menciuminya seakan tidak mau melepaskan Nath.
" Sayang, aku mau mandi dulu. " kata Nath lagi, kali ini sambil agak mendorong tubuh Dhika.
" Akhh.. sayang.. apa yang kamu lakukan? " teriak Nath kaget saat Dhika menggendong tubuh Nath
" Katanya kamu mau mandi sayang, aku temani ya. " jawab Dhika sambil masih menggendong Nath ke kamar mandi untuk mandi bersama.
Di dalam kamar mandi, Dhika meletakkan Nath dalam bathtub kemudian menghidupkan kran air hangat agar Nath bisa berendam si air hangat. Air yang semakin penuh, dan dengan wangi sabun aromatheraphy membuat Nath menikmati mandi berendamnya, tubuh Nath juga menjadi relax. Dhika yang melihat Nath begitu menikmati acara mandinya menjadi ingin langsung mencicipi tubuh istrinya. Dhika melepas pakaiannya lalu ikut bergabung berendam bersama Nath dalam bathtub.
__ADS_1
Dhika menarik tubuh Nath sehingga mereka sekarang saling berhadapan lalu Dhika mengarahkan Nath agar duduk di pangkuannya.
################################
Hai..
serius amat bacanya.. hahaha..
lanjutan ceritanya udah pasti pada paham lah ya. 🤣🤣😂
Sebelumnya saya mau mengucapkan terima kasih untuk kalian semua yang sudah bersedia membaca novel yang saya buat.
Memang novel yang saya buat ini yang pertama kali dan masih jauh dari kata bagus.
Mudah-mudahan ke depannya saya bisa membuat cerita yang lebih baik lagi.
See you..
__ADS_1
😘😘😘