Cinta Pertama Nathalie

Cinta Pertama Nathalie
ep. 15


__ADS_3

################################


Saat nath membuka mata ternyata Dhika berdiri di depan Nath, Dhika melindungi Nath supaya tidak terkena bola. Akhirnya tubuh Dhika yang terkena lemparan bola tadi.


" Nath.. tenang aja kamu baik-baik aja. Ada aku . " kata Dhika menenangkan Nath yang sempat takut terkena bola. Nath tersenyum tapi ia juga merasa khawatir apakah Dhika baik-baik saja? Nath takut kalau Dhika cedera.


Jelas saja hal itu membuat Dhika dan Nath diledek oleh semua orang yang menonton pertandingan itu.


" Cieee... Dhika bisa aja ngelindungin pacarnya " Kata Jay menyulut ledekan dari orang-orang di sekitar.


Hal itu tentu saja dilihat oleh Siska dan Niken. Siska semakin kesal dibuatnya.


Pertandingan dilanjutkan, selama beberapa jam. Akhirnya pertandingan selesai dengan tim Dhika sebagai pemenangnya.

__ADS_1


Selesai bertanding Nath menunggu Dhika, Nath bermaksud memberikan kejutan pada Dhika sekaligus mengucapkan terima kasih telah menolongnya.


Tak lama Nath melihat Dhika membantu berjalan seseorang cewek. Nath kaget dan merasa sangat sedih karena Dhika sedang membopong Siska. Siska yang melihat Nath di samping sengaja merangkul Dhika seperti sedang memeluk Dhika.


" Siska tuh lebih cocok dengan Dhika daripada lo. " kata Niken sekaligus mengagetkan lamunan Nath. Nath melengos pergi meninggalkan Niken. Niken tersenyum. puas melihat Nath pergi karena kesal.


Nath mematikan handphone nya lalu menuju ruang perpustakaan, karena disitu akan jarang adaorang yang kesana, apalagi penjaga perpustakaan juga pulang kalau sudah tidak ada jam mata kuliah lagi. Tapi ruang perpustakaan selalu dibuka untuk umum, jadi ruangan itu tidak pernah dikunci. Benar saja sampai disana hanya ada beberapa mahasiswa lain yang masih mengerjakan tugas dan beberapa mahasiswa lain sedamg kerja kelompok. Nath mengambil buku asal lalu duduk di salah satu pojok di samping rak-rak buku yang tidak ada orang, karena sebenarnya ia tidak ingin membaca, hanya ingin sendirian. Nath sangat sedih, ia seperti dipermainkan oleh Dhika.


Anton yang melihat kejadian tadi langsung buru-buru bilang pada Dhika.


" Apaan sih , Ton?? " tanya Dhika bingung.


" Gila lo ya Dhik, Nath liat lo mapah Siska. Mending sekarang lo cepetan samperin dia..!! " kata Anton memberi tau Dhika sambil mendorong tubuh Dhika.

__ADS_1


Dhika panik langsung pergi meninggalkan Siska, Siska mencoba menahan tapi Dhika langsung melepas tangan Siska.


Dhika berlari entah harus kemana. Ia mencoba mencari ke taman dan toilet tapi tidak juga menemukan Nath. Dhika memcoba menghubungi handphone Nath, tapi percuma karena Nath sudah mematikan handphone nya, karena ia tau Dhika akan terus menelponnya.


Dhika menggenggam handphone nya sambil terus mencari Nath, lalu ia berpikir untuk datang ke tempat pertama kali ia bertemu Nath, yaitu di perpustakaan. Dhika segera berlari ke arah perpustakaan.


Sampai di perpustakaan yang cukup besar, Dhika mencoba menyusuri tiap pojok tempat duduk. Benar saja dugaannya, Nath ada disana sedang duduk menghadap jendela. Memegang buku yang sebenarnya tidak ia baca sedikitpun. Nath menahan tangisnya sampai tubuhnya gemetar. Dhika berjalan perlahan mendekati Nath, lalu duduk di sebelah Nath. Nafas Dhika tak beraturan karena ia terus berlari mencari Nath.


" Sayang, aku.. " kata Dhika sambil mengelus kepala Nath, tapi Dhika berhenti bicara karena Nath melepas tangan Dhika dari kepalanya.


" Sebenarnya apa mau kamu? " tanya Nath pada Dhika tanpa melihat ke arah Dhika sedikitpun.


bersambung..

__ADS_1


################################


__ADS_2