
################################
Keluarga Nath langsung sibuk menyiapkan berbagai macam kebutuhan acara.
Keesokan harinya pun, mama sibuk menyiapkan untuk kedatangan orangtua Dhika kerumah mereka.
Saat Nath di kampus bersama dengan Nadia, dan Niken, mama menelpon Nath.
" Ya ma? " jawab Nath.
" Iya ma, nanti jam 2 Nath langsung cek ke butiknya ya ma. " jawab Nath.
Lalu teleponnya dimatikan.
" Ke butik mana Nath? " tanya Niken
" Ehmm.. aku juga belum tau nih. Masih mau cari-cari. " jawab Nath.
" Lho memang untuk acara apa? Mungkin kita bisa bantu. " tanya Niken lagi sambil melihat ke arah Nadia dan Nadia mengangguk.
" Ehmm.. Acara lamaran, aku dan Dhika. " jawab Nath.
" HAHHH..!!! " teriak Nadia, dan Niken.
__ADS_1
" Kalian mau lamaran? Dan kita nggak dikasih tau. " gerutu Nadia
" Sabar.. sabar.. jadi ini pertemuan keluarga dulu. Nanti saat acara lamaran pasti aku undang kalian kok. " jawab Nath sambil tersenyum malu.
Nath menjelaskan kalau ia sedang mencari toko butik yang tidak terlalu mahal tapi koleksi nya bagus-bagus untuk dipakai saat acara lamaran.
Kalau nanti pada saat pertemuan keluarga sabtu ini, Nath menggunakan kebaya pemberian Dhika.
" Oh ya.. Tenang Nath, Siska pasti punya kenalan butik, secara hobi dia kan belanja. Dulu aku sering nemenin dia belanja ke beberapa butik. Nanti kita janjian sama Siska ya selesai dari kampus. " kata Niken.
Niken mengabari Siska dan meminta tolong supaya Siska mau mengantar Nath dan yang lain ke butik kenalannya.
Siapa sangka, ternyata Siska sekarang sedang memulai bisnis butik miliknya sendiri. Jadi Siska mengundang Niken, Nadia dan Nathalie untuk datang ke butik miliknya.
Siska memberikan alamat butik miliknya yang tidak jauh dari rumah Siska.
Sampai di butiknya Siska terlihat senang menyambut kedatangan teman-temannya.
" Hai Siska. " sapa Nath, Nadia dan Niken
" Hai.. Yuk masuk, kalian lihat-lihat aja sepuasnya. " ajak Siska. Nadia dan Niken jelas langsung sibuk melihat seluruh isi butik Siska. Sementara Nath jalan dengan Siska di sebelah belakang.
" Jadi kamu sekarang buka butik ya Sis? " tanya Nath sambil melihat-lihat koleksi baju yang ada di butik milik Siska. Sementara Nadia dan Niken sedang berkeliling.
__ADS_1
" Ya Nath, aku mencoba menumpahkan hobi aku ke usaha aku. " jawab Siska sambil tertawa malu.
" Itu keren banget Sis. Malah melakukan hal atas dasar hobi kita itu bisa buat kita semangat dan bahagia. Dan yang pasti kita akan lebih fokus dan niat melakukannya. " kata Nath menyemangati Siska.
" Thanks Nath, pokoknya aku bakal design baju lamaran dan baju pernikahan kamu yang terbaik. " kata Siska.
" Sama-sama Sis, yah aku lihat-lihat dulu yang harganya juga nggak terlalu mahal. " kata Nath sambil melihat-lihat baju yang ada di dekatnya.
" Nath.. kamu tenang aja. Pokoknya aku akan buatin baju terbaik, dan kamu tidak boleh mempermasalahkan soal harga. Anggap saja kalau aku sedang membalas tindakan aku dulu ke kamu. " kata Siska.
" Sis, aku sudah bilang kalau aku nggak pernah marah atau dendam sama kamu. Dan aku nggak mau kamu melakukan itu untukku. " jawab Nath.
" Nathalie, aku nggak menerima penolakan. Atau aku bisa aduin ke Dhika. Sepertinya kalau aku mengajukan diri untuk mendesign baju kamu, dia yang langsung akan melunasi semua. " kata Siska agak mengancam.
Nath langsung memegang dahinya, berpikir sejenak.
" Ok kalau begitu. Tapi aku mau kamu kasih harga yang sesuai ya Sis. Jangan mengurangi dari harga seharusnya. Aku juga nggak mau kalau kamu sampai rugi. Kalau kamu lakukan itu aku bisa marah. " kata Nath lagi
Siska mengiyakan kata Nath, walaupun sebenarnya Siska pasti tidak akan mendengarkan kata Nath.
" Baju lamaran, baju pernikahan, make up, dekorasi, foto-foto, pokoknya kamu serahin semua ke aku ya. Jadi kamu tidak perlu susah-susah cari satu-satu. Kamu tinggal kabarin aku kapan acaranya. " kata Siska lagi.
Nath tidak bisa berkata apa-apa mendengar permintaan temannya. Hanya ucapan terima kasih yang Nath berikan.
__ADS_1
bersambung..
################################