Cinta Pertama Nathalie

Cinta Pertama Nathalie
ep. 82


__ADS_3

################################


Lalu Bi Inah pergi meninggalkan Nath yang berada di ruang tamu melihat Dhika yang masih berada di luar rumahnya.


Nath : Sebaiknya kamu pulang.


hanya itu balasan pesan dari Nath untuk Dhika. Tapi kata-kata Nath tidak membuat Dhika menyerah. Dhika tetap menunggu sampai Nath mau keluar dan menemuinya.


Jederrr..!!


Tiba-tiba terdengar suara petir.


Sebentar lagi akan turun hujan, pasti Dhika akan pulang.


Pikir Nath dalam hati.


Terlihat angin di luar sangat kencang. Membuat Nath khawatir karena melihat Dhika masih tetap menunggu Nath sambil duduk atas kap mobilnya.

__ADS_1


Tak lama hujan turun dengan lebat, Nath mengintip dari jendela, tapi Dhika masih disana. Baju dan tubuhnya basah kuyup terkena hujan.


Awalnya Nath mau mengabaikannya, karena Nath pikir pasti Dhika akan menyerah dan pergi. Tapi setelah kehujanan hampir 15 menit, Dhika masih tetap duduk diam disana.


Nath keluar rumah tanpa memakai payung, Nath membiarkan tubuhnya ikut diguyur hujan lebat lalu menghampiri Dhika.


" Kenapa kamu nggak pulang? " tanya Nath dengan nada yang masih agak kesal.


" Aku nggak akan pulang sebelum kamu mau dengar penjelasan aku. " jawab Dhika berjalan mendekati Nath.


Seketika Nath menangis sejadi-jadinya membuat Dhika bingung harus berbuat apa. Dhika membawa Nath masuk ke dalam mobilnya, lalu menuju ke rumahnya.


Setelah Dhika selesai mandi, ia menunggu Nath yang masih berganti pakaian dibantu oleh beberapa asisten rumah tangga nya. Kemudian selesai berganti pakaian, Nath diantar menghampiri Dhika yang saat itu di kamarnya.


Nath yang sudah sampai di kamar Dhika berdiri mematung di dekat pintu kamarnya. Nath memakai kemeja Dhika sehingga tubuh kecil Nath seperti tenggelam dalam baju Dhika. Dhika melihat Nath datang langsung tersenyum lalu menarik tangan Nath, mengajak Nath ke dinding kamarnya yang terbuat dari kaca, yang bisa langsung melihat ke arah pemandangan diluar.


Melihat pemandangan dari kamar Dhika yang saat itu masih gerimis seketika membuat Nath melupakan sejenak perasaan sedihnya atas kejadian tadi siang.

__ADS_1


" Nath, aku sudah mengirim pesan pada papa dan mama kamu kalau aku mengajakmu keluar. Nanti aku akan mengantarmu pulang. Tapi.. " kata Dhika lalu tiba-tiba ia memeluk erat tubuh Nath dan menyandarkan tubuh Nath di dinding.


" Tapi sebelum itu, mari kita bicarakan masalah kita. " kata Dhika lagi lalu melepaskan pelukannya.


Dhika menatap lekat mata kekasihnya, membiarkan kekasihnya mengungkapkan segala perasaan yang ia rasakan.


" Siapa cewek tadi? Apa kamu menjalin hubungan dengannya? Sudah berapa lama? " tanya Nath sambil menundukkan wajahnya, takut kalau ia akan mendapatkan jawaban yang akan membuat Nath lebih sakit hati lagi.


" Tidak..Tidak.. Nath. " jawab Dhika cepat, lalu mengambil salah satu telapak tangan Nath dan mencium tangan Nath.


" Kamu salah paham, dia menawarkan kerja sama dengan perusahaan papaku. Dia sudah beberapa kali datang, tapi aku masih ragu untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan itu. Tadi yang kamu lihat tidak seperti yang kamu kira, entah dia tersandung sesuatu atau kenapa tiba-tiba dia mau jatuh dan berpegangan padaku, aku hanya reflek menolingnya saja sayang. Dan entah kenapa kamu juga hanya melihat dibagian itu saja. Sungguh aku sangat sakit saat melihat kamu menangis. Maafkan aku sayang. " jelas Dhika sambil menatap mata Nath dalam-dalam.


Nath juga melihat mata Dhika, memastikan apa yang Dhika katakan itu adalah benar.


" Tapi.. Andrew bilang kamu sering jalan sama cewek itu, Andrew bahkan menunjukkan foto kamu bersama dengan cewek itu juga di cafe. " jawab Nath


Dhika semakin yakin, kalau ini ulah dari Andrew untuk merebut Nathalie dari sisinya

__ADS_1


bersambung..


################################


__ADS_2