
################################
Dhika tau kalau Nath sangat gugup akan bertemu orang tuanya. Jadi Dhika berusaha membuat Nath tenang dengan cara memeluk Nath sampai ia merasa lebih baik. Setelah itu Dhika memakaikan seat belt untuk Nath. Lalu mereka mulai jalan.
Sampai depan gerbang rumah Dhika, pak satpam sudah membukakan pintu. Lalu Dhika segera memarkirkan mobilnya di garasi dengan pintu gerbang otomatis yang ada di samping rumah mereka. Setelah mobil masuk, otomatis gerbang garasi tertutup sendiri.
Dhika turun lebih dulu, lalu membukakan pintu mobil untuk Nath.
" Silahkan turun sayangku. " kata Dhika sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum menyambut kehadiran pacarnya dirumahnya.
Nath tampak menarik nafas dalam-dalam lalu menyambut tangan Dhika dan kemudian ia turun. Setelah Nath turun, dan Dhika menutup pintu mobilnya kemudian Dhika memegang pinggang Nath lalu menarik tubuh Nath sehingga Nath sekarang berada dalam pelukan Dhika. Tangan Dhika satunya memegang tengkuk leher Nath. Dhika agak menunduk menempelkan dahinya ke dahi Nath.
" Aku benar-benar cinta kamu Nath. " kata Dhika lalu mencium bibir Nath perlahan.
Ciuman Dhika begitu lembut membuat Nath hanya diam karena ia tersipu malu.
Lalu Dhika melepas ciumannya, kemudian mengajak Nath masuk ke dalam rumahnya. Dhika meninggalkan Nath di ruang tamu. Lalu Dhika menuju ruang keluarga, mama dan papa Dhika sedang menonton TV.
" Hei sayang, kamu sudah datang? " tanya mama melihat kedatangan Dhika.
__ADS_1
" Mana pacar kamu, Ka? " tanya papa Dhika.
" Ada di ruang tamu mi, pi " jawab Dhika.
" Yaudah kita kesana yuk pi. " ajak mama Dhika.
Tak lama mama, papa dan Dhika menghampiri Nath yang sedang duduk di ruang tamu. Melihat kedatangan orang tua Dhika, Nath langsung berdiri dan mengucapkan salam kepada mereka.
" Siang Om, Tante. Saya Nathalie. " kata Nath menyapa kedua orang tua Dhika.
" Kita ketemu lagi sayang. " kata mama Dhika sambil memeluk Nath, yang jelas pelukan itu membuat Nath tenang.
" Nathalie, maafkan om ya waktu itu karena om tidak tau kalau Dhika bawa pacarnya. " kata papa Dhika menyesal.
" Nggak.. nggak om. Bukan salah om, ini cuma salah paham aja om. " jawab Nath yang merasa tidak enak.
" Tapi baru kali ini, Dhika bawa pacar dikenalkan sama kami lho Nath. Ya kan pi? " tanya mama pada papa Dhika. Papa mengangguk-angguk menyetujui pernyataan mama.
" Mami.. udah ah. " kata Dhika malu. Nath hanya tersenyum.
__ADS_1
Mereka ngobrol-ngobrol sebentar sebelum akhirnya papa Dhika ditelepon temennya untuk bertemu. Dan tentu saja mama Dhika ikut. Akhirnya mama dan papa Dhika ke kamar mereka untuk bersiap-siap. Sementara Nath dan Dhika masih ngobrol di ruang tamu rumah Dhika.
" Bu Asri kok nggak kelihatan ya? " tanya Nath pada Dhika.
" Hari sabtu dan minggu, bu Asri libur sayang. " jawab Dhika. Nath mengangguk-angguk tanda mengerti.
Tak lama mama dan papa Dhika datang lagi tapi sudah berganti pakaian.
" Kamu nanti pergi nggak, Ka? " tanya mamanya.
" Iya mi, Dhika nanti mau keluar sama Nath. " jawab Dhika.
" Yaudah nanti hati-hati. Papi sama mami berangkat dulu ya. " kata papa menimpali.
Lalu mama dan papa Dhika pergi. Tak lama Dhika dan Nath juga pergi menikmati malam minggu mereka.
bersambung..
################################
__ADS_1