
################################
Kado itu berisi sebuah kalung, Dhika memakaikan kalung itu pada leher Nath dalam keadaan Nath masih menutup mata.
" Sekarang buka mata kamu. " kata Dhika pada Nath.
Nath memegang lehernya yang sekarang sudah ada sebuah kalung. Ia meraba-raba bandul kalung itu kira-kira berbentuk apa karena ia tidak bisa melihat langsung.
Dhika mengeluarkan handphone, lalu mengarahkan kamera pada Nath yang sedang memakai kalung itu.
" Oh.. bentuknya bulan ya? " kata Nath pada Dhika. Dhika mengangguk.
" Kamu suka nggak sayang? " tanya Dhika lagi.
" Aku suka banget, aku bener-bener bahagia. Makasih ya sayang. " kata Nath lagi.
cekrek..
Suara handphone Dhika mengambil foto Nathalie yang sedang tersenyum manis memakai kalung pemberian darinya.
" Aku nggak mau makasih aja, aku maunya dicium juga. " kata Dhika lagi agak ngambek seperti anak kecil.
Nath tertawa kecil, baru kali ini ia melihat sosok Dhika yang seperti anak kecil.
Lalu Nath mendekat pipi kekasihnya,dengan maksud akan mencium pipi Dhika sebagai ucapan terima kasih.
__ADS_1
Saat bibir Nath hampir sampai di pipi Dhika, Dhika menolehkan kepalanya sehingga sekarang bibir mereka bertemu.
Salah satu tangan Dhika memegang leher Nath, dan tangan satunya lagi mengangkat dagu Nath. Dhika mencium bibir Nath untuk kedua kalinya. Ia mencium bibir Nath perlahan-lahan, mencecap bibir Nath sebelah bawah sehingga Nath menutup mata dan nafasnya serasa tidak beraturan. Jantungnya benar-benar berdebar dengan sangat cepat.
Ciuman Dhika kali ini berasa lebih panas daripada sebelumnya.
Nath memegang tangan Dhika yang berada di lehernya dengan kuat. Lalu Dhika melepas ciuman di bibir Nath, lalu mengecup kening kekasihnya.
Nath sangat malu, ia sampai merasa apakah mukanya sangat merah saat ini. Nath hanya menyenderkan kepalanya di bahu Dhika.
" Nath, boleh aku tanya sesuatu? " tanya Dhika.
" Boleh, tanya apa? " tanya Nath penasaran.
" Apa aku ini cinta pertama kamu? " tanya Dhika lagi.
Dhika memeluk erat Nath, mencium kepala Nath sambil mengusap lembut rambut Nath.
" Aku sangat cinta kamu Nath. Aku mau kamu selalu di sampingku " kata Dhika lagi.
" Aku juga cinta kamu sayang. " kata Nath.
Nath sangat bahagia di ulang tahunnya kali ini. Karena sekarang ada Dhika yang juga menemaninya. Ia juga punya banyak teman.
Mereka mengobrol sampai sekitar jam 10,lalu Dhika dan Nath kembali ke kamar mereka masing-masing.
__ADS_1
Keesokan paginya semua mahasiswa disuruh berkumpul di aula hotel setelah mereka semua selesai makan.
Karena akan ada sambutan dari pihak kampus sebelum mereka pulang. Kira-kira 40 menitan mereka di aula akhirnya selesai.
Semua mahasiswa dan para dosen bersiap untuk naik ke bis. Dijalan mereka mampir di salah satu tempat belanja untuk membeli oleh-oleh.
Para mahasiswa antusias memilih oleh-oleh di pusat perbelanjaan yang tempatnya sangat besar dan lengkap.
Begitu juga dengan Nath dan Nadia, Nath membeli oleh-oleh pajangan untuk mama, membeli kaos bertuliskan daerah disana untuk papa dan kak Reno. Kemudian ia melihat gantungan kunci pasangan berbentuk hati, jadi jika kedua gantungan kunci itu digabungkan akan membentuk sebuah hati. Nath membeli gantungan itu untuk Dhika dan dirinya.
Dhika suka nggak yah.. Mudah-mudahan dia suka.
pikir Nath dalam hati, karena ia belum tau banyak apa yang disuka dan tidak disukai oleh pacarnya.
" Nadia, kamu udah selesai belanjanya? " tanya Nath pada Nadia yang usai membayar dari kasir.
" Udah kok Nath, kalau kamu masih ada yang mau dibeli? " tanya Nadia.
" Enggak kok, Kevin kemana ya? " tanya Nath.
" Tadi dia lagi pilih-pilih kaos kok di sebelah sana. " jawab Nadia sambil menunjuk ke arah pojok toko.
Nath mengajak Nadia pergi mencari Kevin. Tapi tiba-tiba Nadia dipanggil oleh Siska dan Niken, entah ada urusan apa. Nath ingin ikut menemani Nadia, karena Nath kalau Nadia diancam oleh Siska dan Niken lagi, tapi Nadia bilang Siska sudah tidak pernah berbuat seperti itu lagi padanya. Jadi Nath membiarkan Nath pergi dengan Siska dan Niken.
bersambung..
__ADS_1
################################