
################################
Nath mengangguk lalu ia pergi mencari cemilan mini cake. Dan rupanya cemilan makanan manis ada di ujung ruangan.
Nath berjalan kesana memakan mini cake kesukaannya, lalu makan beberapa buah-buahan dan meminum minuman soda.
" Nath " panggil seorang cowok.
" Oh.. Andrew. " jawab Nath yang telah mengetahui bahwa Andrew yang memanggilnya.
" Kamu cantik banget Nath. " puji Andrew yang membuat Nath merona merah di pipinya karena malu.
Mereka berdua ngobrol sebentar, tiba-tiba beberapa orang berjalan buru-buru sehingga hampir menyenggol Nath. Dengan sigap Andrew menarik tangan Nath, membawa Nath agak ke tepi dan menghindari keramaian.
" Makasi ya. " ucap Nath yang dibalas senyuman oleh Andrew.
Tiba-tiba Andrew mendekatkan tubuhnya pada Nath.
__ADS_1
" Nath, aku menyukaimu. Apakah kamu mau jadi pacarku? " tanya Andrew tiba-tiba.
" Ehm.. Andrew maafkan aku, aku tidak bisa. " jawab Nath.
Andrew semakin mendekatkan pada Nath, salah satu tangannya ditahan di tembok sehingga Nath terpojok.
" Kenapa Nath? Kenapa kamu nggak bisa jadi pacar aku? Aku benar-benar menyukaimu. " tanya Andrew agak memaksa membuat Nath takut.
Tiba-tiba tubuh Andrew menjauh dari Nath, lalu seseorang menarik tangan Nath sehingga Nath menabrak tubuh orang itu. Saat Nath menghadap ke atas untuk melihat siapa orang yang menariknya, Nath merasa senang karena ternyata itu adalah Dhika.
" Karena Nath adalah tunanganku. Dan jangan menyentuh milikku. " jawab Dhika tegas.
Di sisi lain, Nath yang sedang dibawa oleh Dhika ke arah lorong yang sepi di gedung bagian belakang, dan akhirnya Dhika membawa Nath ke salah satu ruangan yang bersih tapi tidak digunakan. Dhika begitu kesal dan cemburu sehingga tidak sadar membawa Nath pergi entah kemana.
" Dhika. Hey.. berhenti sayang. " kata Nath pada Dhika sambil agak menarik tangan Dhika supaya Dhika berhenti.
Dhika tidak berkata apa-apa. Ia hanya menyudutkan Nath ke dinding dan menahan kedua tangannya di dinding sehingga Nath berada tengah tepat di depan Dhika.
__ADS_1
Nath tidak berani berkata apapun, ia hanya melihat dan memandangi sorot mata Dhika yang terlihat marah tapi juga sedih. Jelas terlihat Dhika benar-benar cemburu. Dhika juga melihat ke arah mata Nath sehingga pandangan mereka berdua bertemu.
Kemudian Nath menundukkan kepalanya.
" Maaf.. " kata Nath.
Dhika memeluk Nath, memeluknya dengan sangat erat.
" Maaf Nath, aku benar-benar cemburu. " kata Dhika yang langsung membuat Nath luluh. Nath membalas pelukan Dhika.
" Aku akan buat dia tidak akan mendekatimu lagi Nath. Karena kamu milikku. " jawab Dhika dengan nada suara parau.
" Dia anak dari teman papa di Surabaya. Ia disini bekerja dengan papa. Aku milikmu, dan aku nggak akan berpaling dari kamu. Kamu percaya aku kan? " jawab Nath berusaha menenangkan perasaan Dhika.
Dhika melepas pelukannya, tangannya kini memegang rahang Nathalie dan satu tangannya memegang pinggang Nath. Menarik tubuh Nath menjadi lebih dekat dengannya. Dhika mendekatkan bibirnya pada bibir Nath.
Ia mulai mencium dan mengulum bibir Nath. Sangat lembut dan terasa hangat, tetapi semakin lama semakin menuntut.
__ADS_1
bersambung..
################################