
################################
Akhirnya Nath dan Dhika masuk ke dalam rumah. Nath mencari obat lambung di kotak P3K di dekat dapur, dibantu oleh Dhika
Setelah minum obatnya, Nath membuatkan minuman untuk Dhika.
Sementara Dhika sibuk dengan handphone nya karena ada yang kirim pesan mengenai pekerjaan.
Yahh.. gulanya habis.
kata Nath dalam hati. Lalu ia berusaha mengambil simpanan gula di lemari atas sambil agak berjinjit, tapi tetap kurang sampai.
Tiba-tiba Dhika berdiri tepat di belakang Nath meraih gula yang Nath ingin ambil.
Nath membalikkan badannya karena kaget.
" Makasih ya sayang. " kata Nath sambil mengambil gula dari tangan Dhika.
Tiba-tiba Dhika mencium bibir Nath. Ciuman begitu lembut tapi juga terasa begitu panas, membuat Nath gelagapan.
Dhika mencium bibir Nath beberapa saat, sambil memeluk pinggang Nath. Lalu Dhika melepaskan ciumannya, dan mengusap bibir Nath.
__ADS_1
" Lain kali jangan pernah sungkan minta tolong sama aku. Jangan pernah berusaha untuk menyelesaikan semua masalah kamu sendiri. " kata Dhika.
Nath hanya mengangguk. Ia sangat malu, muka Nath rasanya memerah. Sedangkan Dhika sudah berjalan ke arah ruang tamu.
Dhika selalu membuat jantung Nath berdegup begitu cepat saat ia melakukan hal yang manis padanya.
Tak lama Nath membawakan secangkir teh hangat kepada Dhika. Mereka mengobrol berdua di ruang tamu sambil bercanda. Hampir 1 jam Dhika disana, tapi mama dan Bi Inah juga belum pulang, akhirnya Dhika pamitan pulang karena sudah hampir malam.
" Aku pulang ya sayang, kamu nggak apa-apa kan aku tinggal sendiri dirumah? " tanya Dhika.
" Iya nggak apa-apa. Aku kan bukan ank kecil. " jawab Nath menggerutu.
Dhika tertawa geli sambil mendekat ke arah Nath. " Aku hanya takut lepas kendali kalau hanya berdua dengan kamu. " kata Dhika lagi sambil memegang kedua rahang pipi Nath. Sontak membuat Nath malu dan juga kesal.
" Kakak.. " teriak Nath sambil berlari ke arah Reno lalu memeluk kakaknya.
" Duh.. adik kakak manja banget. Padahal besok udah ada yang mau ngelamar. " kata Reno meledek adiknya. Nath tertawa, lalu mereka berdua masuk.
Nath memasakkan air untuk Reno mandi, lalu menyiapkan minum untuk kakaknya.
Setelah air siap, Reno pun langsung mandi. Tak lama papa, mama dan Bi Inah pulang. Ternyata papa menjemput mama dan Bi Inah di toko kue.
__ADS_1
Setelah mereka selesai mandi, mereka berkumpul untuk makan malam bersama. Makan malam sambil mengobrol merupakan hal rutin yang mereka lakukan, terlebih saat Reno pulang rasanya keluarga mereka lengkap.
Selesai makan bersama dan Nath sudah selesai membantu mamanya dan Bi Inah, ia segera menuju kamar Reno. Reno sedang istirahat karena lelah perjalanan.
" Kak. " panggil Nath sambil masuk ke dalam kamar Reno.
" Apa de. " jawab Reno sambil duduk melihat kehadiran adiknya. " Besok Dhika dan keluarganya datang jam berapa? " tanya Reno.
" Belum tau kak, lagian kakak sudah datang aja. Aku pikir kakak datang besok. " kata Nath.
" Kakak sengaja cuti, takut kalau datang besok malah terlambat kan. " jawab Reno.
" Iya juga ya. Ehm.. kakak katanya mau nikah? Coba lihat dong calon kakak. " kata Nath.
" Nih lihat fotonya. Minggu depan kakak ajak main kesini, tadinya mau sabtu besok sekalian kakak pulang. Tapi pas denger ada keluarga Dhika mau datang membahas soal lamaran kamu, jadi kakak pikir nanti aja ajak kesininya, karena ini kan urusan keluarga inti. " kata Reno.
Setelah melihat foto pacar Reno, Nath tersenyum, karena wajahnya sangat cantik. Namanya Alice. Tak lama pacar Reno telepon video call ke Reno. Reno mengangkat sekaligus mengenalkan Nathalie adiknya ke pacarnya.
Mereka bertiga asik ngobrol, dan Nath merasa kalau Alice juga wanita yang baik, dia bersyukur karena Alice dan Reno bisa cocok.
bersambung..
__ADS_1
################################