
################################
Keesokan harinya, jam sudah menunjukkan pukul setengah 1 siang. Nath sudah siap-siap yah walaupun ia belum yakin apakah boleh pergi atau tidak. Nath menunggu di kamar.
" Permisi.. Selamat siang. " salam Dhika di depan rumah Nath.
Kebetulan sekali mama sedang duduk di teras rumah.
" Silahkan masuk. Cari siapa ya? " tanya mama pada Dhika.
" Maaf tante, saya Dhika teman kampus Nathalie. Saya mau ijin ajak Nath nonton. Apa boleh tante? " tanya Dhika.
" Ohh kamu Dhika. " tanya mama memastikan lagi. " Boleh kok, Nath juga belum punya teman disini. Tapi pulangnya jangan terlalu malam ya Dhika. " kata mama lagi.
" Siap tante, saya akan menjaga Nath dengan baik. Kebetulan rumah saya di blok B. " jelas Dhika lagi.
Mama tersenyum melihat Dhika, karena Dhika sangat sopan.
" Sebentar ya tante panggilin Nath dulu. " kata mama lagi.
Mama menuju kamar Nath
" Sayang, tuh Dhika sudah nunggu di luar. " kata mama.
" Hah? Udah daritadi ma? " tanya Nath panik.
__ADS_1
" Yahhh.. Dhika udah ijin sih sama mama. " kata mama meledek anaknya.
Nath langsung lari keluar, ia melihat Dhika sudah siap di depan rumahnya.
Dhika melihat Nath sampai kagum karena Nath terlihat begitu cantik dengan atasan berwarna coral. " Sudah siap Nath? " tanya Dhika mengalihkan pandangannya. Kemudian mama keluar menghampiri Nath dan Dhika.
" Hati-hati ya sayang. " kata mama lagi.
Nath yang masih sedikit agak bingung lalu pamit pergi pada mama, Dhika juga. Kemudian mereka pergi ke salah satu mall dengan mobil yang dibawa Dhika.
Selama perjalanan mereka mengobrol.
" Kamu udah daritadi datengnya ya? kok nggak telepon dulu sih biar aku siap-siap di teras juga bareng mama. " kata Nath.
" Memang kenapa? nggak masalah kok buatku, karena ngajak pergi seorang cewek itu memang harusnya jemput di rumahnya dan ijin ke orang tuanya. Apalagi ceweknya itu kayak kamu. " kata Dhika kelepasan,
" Loh memang aku kenapa? " tanya Nath bingung.
" Nggak apa-apa. Oh ya nanti kita makan dulu ya, karena aku lapar. " jawab Dhika mengalihkan. Nath mengangguk setuju.
Sampai di mall setelah membeli tiket nonton, Dhika mengajak Nath makan di salah satu restoran steak.
" Kali ini aku yang bayar ya, tadi kan tiket nonton udah kamu yang bayar. " kata Nath
" Nggak apa-apa, aku nggak mau kalau sampai kamu keluarin uang. Tenang aja Nath, ini uang pribadiku dari hasil menang tiap pertandingan basket atau tekwondo. " jelas Dhika.
__ADS_1
" Tapi.. " kata Nath lagi.
" Nggak ada tapi-tapian. Pokoknya kamu temenin aku makan dan nonton aja. " jawab Dhika. " Oh ya, sabtu depan aku tanding basket. Kamu nonton ya. " kata Dhika lagi. Nath mengangguk sambil menghabiskan makanannya.
Selesai makan Nath dan Dhika melihat-lihat ke beberapa toko di dalam mall tersebut. Karena Nath juga belum lama pindah, ia belum sempat pergi kemana-mana karena sibuk mengurus keperluannya untuk masuk kuliah. Kemudian kira-kira sudah waktunya film dimulai, mereka menuju tempat nonton.
Di tempat nonton mereka berpapasan dengan Siska dan Niken.
Siska yang melihat Dhika histeris merangkul lengan Dhika. Jelas saja karena Siska memang sangat menyukai Dhika.
" Dhika, aku nggak nyangka ketemu kamu disini. Kamu sama siapa? " tanya Siska sambil memeluk lengan Dhika, membuat Dhika tidak nyaman.
" Gue sama Nath kesini, kami masuk dulu ya. " jawab Dhika kemudian mengajak Nath masuk ke ruang teater. Siska kesal melihat Dhika pergi nonton bersama Nath.
" Niken, ingetin gue besok di kampus harus kasih pelajaran ke anak itu. " kata Siska.
Nath yang tidak mengerti situasinya mencoba bertanya pada Dhika.
" Dia itu cewek kamu? " tanya Nath.
" Dia Siska, dia itu anaknya teman papa aku. Aku bukan sombong, tapi memang aku tau kalau dia suka aku. Tapiiii.. udah ah jangan bahas dia. " jelas Dhika.
Nath dan Dhika masuk ke dalam ruang teater, lalu duduk di bangku yang sudah di pesan.
bersambung..
__ADS_1
################################