
################################
Malam nya sekitar jam setengah 8, Dhika datang kerumah membawakan martabak telur kesukaan papa Nath.
" Gini nih calon mantu idaman. " kata papa seperti memberi lampu hijau. Papa dan Reno sedang duduk di teras saat Dhika datang.
" Bisa aja papa. " kata Reno sambil merangkul pundak Dhika. Reno menganggap Dhika seperti adiknya sendiri. Dhika tertawa.
" Jadi kalian kemarin jalan-jalan kemana sih? " tanya papa sambil memakan martabak.
" Daki gunung.. " kata Reno
" Pantai om.. " jawab Dhika bersamaan dengan Reno menjawab pertanyaan papa.
Haduh.. nggak kompak jawabnya. Nggak janjian dulu sih.
pikir Dhika dan Reno dalam hatinya.
" Jadi Nath penasaran pa mendaki gunung tuh gimana rasanya, tapi pas Reno kasih lihat video waktu Reno sama temen-temen lagi daki gunung, eh ade nggak mau. Yaudah kita ajak deh jalan-jalan ke pantai. Terus nginepnya juga di hotel dekat pantai kok pa. " jawab Reno lagi sekarang mencari alasan. Karena papa kalau alasannya karena Nath pasti tidak pernah marah.
Papa, Reno dan Dhika ngobrol santai di teras. Dhika menemani papa bermain catur. Tak lama mama datang membawa teh manis hangat untuk papa dan Reno.
" Lho ada Dhika? Kapan datang? " tanya mama.
__ADS_1
" Belum lama kok tante. " jawab Dhika.
" Sebentar mama ambilin teh juga buat kamu ya. " kata mama lagi.
" Makasi tante. " jawab Dhika.
Tak lama teh ditaruh di dekat Dhika.
" Makasi tan.. " kata Dhika tapi berhenti karena ternyata bukan mama yang antar teh tapi Nath. " Eh kamu yang anter. " kata Dhika lagi sambil tertawa.
" Papa yaaa.. Dhika dateng masa langsung diajak main catur. " kata Nath ngambek karena Dhika malah bermain catur sama papa.
" Ini sayang, papa kemarin kalah main catur dari Dhika. " kata papa lagi pada Nath. Reno tertawa sambil menonton papa dan Dhika bermain catur.
Mereka asik bermain catur kurang lebih hampir satu jam. Nath nonton TV di ruang tengah. Selesai bermain catur, Dhika bilang akan menghampiri Nath dulu, sementara sekarang Reno yang menemani papa bermain catur.
" Mama udah di kamar, udah ngantuk katanya. Nggak apa-apa kok. Aku malah seneng kamu mau temenin papa main catur. " jawab Nath.
Dhika duduk bersender di sofa sambil merentangkan tangannya yang terasa kaku.
" Besok kamu ke kampus ga sayang? " tanya Dhika lagi.
" Iya. " jawab Nath.
__ADS_1
" Kamu yakin nggak mau istirahat dulu besok dirumah. " kata Dhika lagi.
" Aku udah nggak apa-apa sayang. " jawab Nath.
Lalu papa dan Reno lewat, mereka ingin kembali ke kamar masing-masing.
" Papa tidur duluan ya sayang, nanti bilang bi Inah biar bibi yang kunci pintu. " kata papa.
" Kakak tidur duluan juga ah. Besok berangkat pagi-pagi " kata Reno.
Setelah papa dan Reno masuk kamar,
" Aku pulang juga ya sayang, udah malam. " kata Dhika. Nath mengangguk, sebenarnya ia masih ingin bermanja-manja pada Dhika tapi hari sudah malam. Nath dan Dhika berjalan ke luar, tapi sampai di ruang tamu Dhika berhenti.
" Kamu nggak usah antar aku sampai luar, sampai sini aja. Diluar dingin. " kata Dhika sambil mengusap perlahan telinga kiri Nath.
" Geliii sayang. " jawab Nath sambil memukul bahu Dhika. Dhika menahan tangan Nath, mendekatkan tubuhnya pada tubuh Nath.
" Kamu istirahat ya sayang, Love You my Princess. " bisik Dhika di telinga Nath,yang jelas membuat Nath merinding geli, lalu Dhika mencium bibir Nath dengan lembut. Muka Nath terasa merah karena malu.
Dhika mengusap kepala Nath, dan mencium kening Nath. " Sampai ketemu besok. " kata Dhika lagi.
Dhika sangat mencintai Nath, begitu juga dengan Nath. Nath benar-benar merasa bahagia bersama dengan Dhika.
__ADS_1
bersambung..
################################