Cinta Pertama Nathalie

Cinta Pertama Nathalie
ep. 44


__ADS_3

################################


BugHhh..!!


Kayu itu mengenai punggung Nath. Dhika kaget karena tiba-tiba Nath melindunginya dari kayu yang dilempar oleh penjahat itu. Dhika memeluk Nath.


" Nath kamu nggak apa-apa? " tanya Dhika sambil memeluk Nath.


" Dhika awas..!! " kata Nath pada Dhika yang memeluk Nath.


Nath melihat salah satu penjahat itu mengeluarkan pisau lipat lalu berlari mengarahkan pisau pada Dhika. Tapi pisau itu tetap mengenai lengan Dhika. Dhika mendorong tubuh Nath kepinggir supaya Nath tidak terkena pisau juga. Dhika langsung meninju dan menendang penjahat itu lagi. Dhika masih bisa berkelahi walaupun lengannya terluka dan banyak darah yang keluar. Dua orang penjahat tadi kalah menghadapi Dhika, karena Dhika atlet tekwondo dan dia sering ikut turnamen. Dhika mengunci tangan salah satu penjahat tadi, penjahat yang takut lalu berkata


" Sorry, kita cuma disuruh. " kata salah satu dari mereka sambil menahan sakit karena tangannya dikunci oleh Dhika.


" Siapa yang suruh? " tanya Dhika marah.

__ADS_1


" Siska, kita disuruh Siska ngerjain cewek itu. " jawabnya sambil melihat ke arah Nath yang masih berdiri agak jauh. Tapi Nath tidak dengar pembicaraan Dhika dengan penjahat itu.


Dhika melepas dua penjahat tadi setelah merekam pengakuan dua orang penjahat tadi, yang penting Dhika sudah tau kalau ini semua ulah Siska. Lalu kedua penjahat tadi pergi. Dhika langsung menghampiri Nath.


" Sayang, kamu nggak apa-apa? " tanya Dhika khawatir sambil memegang tubuh Nath.


" Aku nggak apa-apa. " jawab Nath. Tapi tubuh Nath gemetar sangat hebat, dan Dhika melihatnya.


" Jangan menahannya, kalau kamu sakit atau takut kamu boleh bilang sama aku. " kata Dhika lagi. Lalu Nath menangis.


" Maaf ya sayang. Aku tadi langsung cepat-cepat ke kampus setelah urusan selesai. Tadi aku telepon handphone kamu untuk ngabarin kalau aku sepertinya bisa ke kampus walaupun telat dikit, tapi handphone kamu nggak aktif. Tapi untung aku maksain ke kampus dulu karena aku lihat jam pasti kamu juga baru selesai kuliah, jadi aku pikir kamu juga belum jauh. Ternyata kamu malah dalam bahaya. Maafin aku ya sayang. " jelas Dhika pada Nath sambil memeluk tubuh Nath yang gemetaran. Dhika ingat kalau punggung Nath tadi terkena kayu, lalu Dhika mencoba menyentuhnya.


" Aww.. " jerit Nath seketika saat tangan Dhika memegang bagian punggung Nath yang sakit karena terkena kayu tadi.


" Sayang, ayo kita ke dokter periksa punggung kamu. " kata Dhika. Nath menahan tubuh Dhika dengan mengeratkan pelukannya. Nath masih ingin berada di pelukan Dhika.

__ADS_1


Dhika membiarkan Nath menangis dipelukannya supaya Nath merasa lebih baik. Nath memegang lengan Dhika. Ia lupa kalau lengan Dhika tadi juga terkena pisau.


" Sayang, aku lupa kalau lengan kamu terluka. Ayo kita ke klinik terdekat. " kata Nath sambil mengusap air mata lalu mengikat lengan Dhika dengan sapu tangan Nath.


Mereka menuju mobil Dhika yang di parkir tidak jauh dari tempat kejadian tadi. Dhika terluka tapi ia masih biasa saja, dan Dhika juga masih bisa membawa mobil.


Sampai di klinik, Dhika segera ditangani oleh dokter. Lengan Dhika mendapat beberapa jahitan. Sedangkan Nath juga diperiksa oleh dokter di bagian punggung.


Tapi punggung Nath tidak ada masalah berat, hanya memar karena pukulan benda tumpul.


Nantinya pasti memar itu akan berwarna biru keunguan. Jadi Nath mendapatkan obat luar dari dokter untuk mengobati memarnya.


bersambung..


################################

__ADS_1


__ADS_2