
################################
Nath tidak bisa berkata apa-apa mendengar permintaan temannya. Hanya ucapan terima kasih yang Nath berikan.
Selesai ngobrol dengan Siska, Nadia dan Niken pun menghampiri Nath dan Siska.
" Nath, gimana? " tanya Nadia.
" Aku design di butik Siska aja. " jawab Nath sambil tersenyum.
" Pokoknya aku bakal design sebaik mungkin. Oh ya, yuk kita ngopi dan ngemil dulu di taman belakang. Sambil istirahat." ajak Siska.
Lalu Siska menyuruh asistennya untuk menjaga toko butik miliknya terlebih dahulu, sementara mereka ngobrol di belakang.
Sedamg asik ngobrol tiba-tiba Dhika telepon ke handphone Nath.
" Teman-teman sebentar ya, aku angkat telepon dulu. " kata Nath.
Yang lainnya labgsung meledek karena mereka tau kalai Dhika yang telepon.
" Hai sayang.. Sudah pulang dari kampus? Kok nggak kabarin aku? " tanya Dhika.
" Iya maaf aku lupa kabarin kamu. hehehe.. Aku lagi di butiknya Siska. " jawab Nath.
" Oh Siska sekarang punya butik? Kamu nanti mau aku jemput, aku sebentar lagi pulang kerja kok? " tanya Dhika.
" Ya sayang, Siska belum lama buka butik. Dan aku pikir kamu tidak perlu jemput aku. Karena aku nanti pulang bersama dengan Nadia dan Niken. Nggak enak kan mereka sudah temani aku, tapi aku malah dijemput kamu. " jawab Nath.
Dhika akhirnya menutup telepon, sementara Nath kembali menyusul teman-temannya.
__ADS_1
Sekitar 30 menit mereka mengobrol, Tak lama Jay dan Kevin datang. Ternyata Nadia dan Niken dijemput oleh pacarnya.
" Nath, kamu dijemput jam berapa sama Dhika? " tanya Nadia.
" Ehm.. udah sana pulang duluan. " jawab Nath.
" Kamu dijemput nggak Nath? Atau mau bareng aku dan Niken? " tanya Kevin.
" Nggak usah. Terima kasih. Kalian pulang sana, berisik tau. " jawab Nath meledek
Mereka semua tertawa karena Nath ngoceh-ngoceh. Akhirnya mereka pulang duluan.
Sampai di mobil, Jay menelpon Dhika.
" Hey.. tuan muda. Lo nggak jemput tuan putri Nath? " tanya Jay.
" Nadia gue jemput, tadi juga Kevin datang jemput Niken. Ini gue baru banget keluar dari butik Siska. Nath masih di dalam, masih ngobrol sama Siska. " kata Jay.
" Kenapa nggak lo ajak cewek gue bareng? " tanya Dhika.
" Ya lo tau lah, cewek lo paling nggak bisa kalau harus ngerepotin orang lain. Udah lo jangan ngomong mulu. Cepetan jemput. " kata Jay.
" Ini gue udah di mobil. Share Loc Jay, gue OTW. " jawab Dhika.
Dhika langsung melaju dengan cepat. Butuh waktu kurang lebih sekitar 1 jam untuk sampai di daerah rumah Siska.
Sementara itu Nath masih melanjutkan obrolan dengan Siska mengenai acara lamaran nanti setelah teman-temannya tadi pulang semua.
Hampir 1 jam mereka ngobrol, kemudian setelah itu Nath pamitan pada Siska.
__ADS_1
" Siska aku pulang ya. " pamit Nathalie.
" Lho.. Kamu pulangnya nggak dijemput Dhika? Kamu naik apa Nath? " tanya Siska
" Tenang aja, nanti aku naik taxi dari depan atau ojek juga bisa. Aku pulang ya, terima kasih untuk bantuan kamu. " kata Nath lalu Nath pergi.
Nath berjalan ke arah jalan raya dari toko butik Siska di sekitar ruko.
Semakin lama berjalan, Nath merasa pusing. Ia baru ingat kalau seharian ini belum sempat makan karena terlalu pusing memikirkan acara sabtu besok. Bahkan ia meminum kopi yang jelas saja membuat lambungnya perih.
Nath bermaksud menyebrang, tiba-tiba..
Tiiinn..
Nath kaget bukan main, pusing dan kelelahan membuatnya tidak fokus.
Pemilik mobil itu keluar dari dalam mobil. Ia adalah seorang laki-laki yang mungkin masih seumuran dengan Dhika. Berpakaian rapi, bahkan wangi cologne nya tercium.
" Maaf.. kamu nggak apa-apa? " tanya cowok itu.
" Nggak.. nggak apa-apa. Aku yang minta maaf karena main nyebrang aja. " kata Nath.
" Kamu pucat, kamu sakit? Biar aku antar ke dokter atau mungkin bisa aku antar pulang. " kata cowok itu khawatir dan mereka sama-sama belum saling mengenal.
Cowok itu bermaksud ingin memegang lengan Nath karena melihat Nath yang begitu jelas terlihat di wajahnya kalau ia sedang menahan sakit.
bersambung..
################################
__ADS_1