Cinta Pertama Nathalie

Cinta Pertama Nathalie
ep. 22


__ADS_3

################################


Hari-hari Nath dan Dhika selalu dihiasi oleh kasih sayang. Karena mereka berdua saling mencintai dan saling menjaga.


Bahkan mereka pacaran sudah lebih dari 1 tahun pun masih terlihat seperti baru pacaran kemarin.


Dhika sedang sibuk menyelesaikan skripsi nya, sedangkan Nath baru masuk semester 3, perjalanan Nath masih cukup panjang.


Mereka jarang bertemu di kampus, tapi Dhika selalu berusaha menemui Nath walaupun tidak sering karena ia juga masih aktif latihan basket dan taekwondo.


Seperti sore itu, Nath sudah pulang kuliah dan ia tidak ada janji dengan Dhika. Nath jalan keluar untuk naik angkutan umum, tapi tiba-tiba hujan turun sangat deras. Kemudian Nath berteduh di salah satu toko yang sudah tutup. Tiba-tiba ada seseorang membawa payung berdiri di dekatnya.


" Ayo pulang. " katanya. Nath yang kaget langsung melihat ke arah orang itu.


" Dhikaaa.. aku kaget. Kok kamu nggak bilang mau jemput? " tanya Nath yang kaget dan tidak menyangka kalau Dhika akan menjemputnya.


" Kan surprise sayang. Yuk kita pulang. " kata Dhika lagi sambil menggandeng Nath dan memayungkan Nath.


Mereka berjalan ke arah mobil yang di parkir oleh Dhika tidak jauh dari tempat tadi.


" Kamu katanya latihan taekwondo, memangnya udah selesai? " tanya Nath setelah mereka sama-sama sudah berada di dalam mobil.


" Udah dong, soalnya tadi mendung kan. Makanya selesai lebih cepat. Terus aku kepikiran kamu takut kamu pulang naik angkutan umum kehujanan. " kata Dhika sambil memasangkan seat belt untuk orang yang sangat ia cintai. Nath tersenyum malu mendapat perhatian dari pacarnya.


Diluar hujan sangat deras, jalanan pun macet. Nath merasa kedinginan karena ditambah AC di dalam mobil Dhika. Ia pun memeluk dirinya sendiri. Kemudian Dhika melepas sweater yang sejak tadi ia pakai, dan memberikannya kepada Nath.

__ADS_1


" Kamu pakai sweater aku aja ya. " kata Dhika, sambil membantu Nath memakai sweaternya. Nath tersenyum sangat manis sehingga Dhika ingin menciumnya, tapi tiba-tiba Nath memeluk dan mencium pipi Dhika.


" Curang.. kamu nyolong start. " kata Dhika.


" Hmm.. maksudnya? " tanya Nath tidak mengerti.


" Itu kamu nyium aku duluan, padahal aku tadi mau cium kamu. " kata Dhika yang langsung membuat Nath tertawa.


" Aku sayang kamu. " kata Nath pada Dhika lagi sehingga membuat Dhika semakin gemas padanya. Mungkin kalau posisinya Dhika sedang tidak membawa mobil, Dhika sudah mencium Nath seperti saat mereka di pantai.


Sweaternya bau parfum yang biasa Dhika pakai, sehingga Nath merasa kalau ia sedang berada di pelukan Dhika.


Sampai dirumah Nath, Dhika mengantar Nath sampai ke dalam rumah. Bi Inah membukakan pintu untuk Dhika dan Nath.


" Ibu lagi arisan non. " jawab Bi Inah.


" Oh gitu, yaudah bi. " kata Nath lagi, lalu bi Inah melanjutkan memasak di belakang. " Sebentar aku ambil minum buat kamu ya. " kata Nath pada Dhika. Dhika mengangguk.


Tak lama Nath datang membawa segelas teh manis hangat untuknya. Dhika meminum teh nya lalu ngobrol sebentar dengan Nath. Tak lama Dhika pamit pulang karena hari juga sudah terlalu sore. Dhika pulang bertepatan dengan papa datang.


" Sore om. " sapa Dhika pada papa Nath.


" Sore, lho mau kemana Dhik? " tanya papa.


" Mau pulang om, sudah kesorean juga. " jawab Dhika.

__ADS_1


" Lah makan malam dulu disini,sambil main catur sama om. " ajak papa. Nath tertawa melihat papa.


" Papa, Dhika juga baru pulang latihan taekwondo tau. Mungkin cape. " kata Nath menyela.


" Nggak kok nggak cape, cuma saya belum mandi om." kata Dhika lagi.


" Oh gitu, yaudah om juga mau mandi. " sahut papa lagi. Nath, Dhika dan papa tertawa. Lalu Dhika pamit pulang.


Nath mengantar Dhika sampai depan rumah.


" Makasi ya sayang, aku bahagia banget berada dekat sama keluarga kamu. Mereka semua ramah. " kata Dhika.


" Sama-sama. Itu berkat kamu sendiri kok. Bukan aku. Oh ya, sweater kamu. " kata Nath mengingat sweater Dhika masih menempel di tubuhnya.


" Nggak apa-apa, pakai dulu aja sayang. Biar kayak lagi aku peluk ya. " kata Dhika sambil mengusap kepala Nath, lalu Dhika pulang.


Setelah itu Nath juga langsung masuk ke dalam rumah, mandi dan membantu bi Inah menyiapkan makan malam karena mama belum pulang dari arisan.


Nath pun bahagia, pertama kali ia mendapatkan seorang pacar. Dan ia orang yang baik, sopan dan ramah. Keluarganya pun menyukai Dhika.


Nath berharap hubungannya dengan Dhika bisa terus berjalan dengan baik.


bersambung..


################################

__ADS_1


__ADS_2