
################################
Kevin masih bersama dengan Nadia di cafe. Kevin masih tak habis pikir oleh perilaku Nadia yang bisa menjahati Nath padahal Nath sangat baik padanya.
" Jadi apa alasan lo lakuin itu semua ke Nathalie? " tanya Kevin.
" Gue terpaksa Vin, gue juga nggak mau lakuin itu. " jawab Nadia.
" Ya terus kenapa? " tanya Kevin agak tinggi nadanya karena daritadi ia terus menahan amarahnya.
" Karena Siska. Siska bilang dia bakal bilang ke bokapnya supaya bokap gue dipecat. Bokap gue cuma karyawan biasa yang kerja di kantor bokap Siska. Gue benar-benar nggak berniat jahat ke Nathalie, Vin. Tapi keadaan yang buat gue kayak gini. " jawab Nadia.
" Lo harus minta maaf dengan benar ke Nathalie. Sekarang dia di rumah sakit belum sadar juga. " kata Kevin mencoba menjelaskan keadaan Nathalie.
" Gue mau ketemu Nathalie, Vin. " pinta Nadia.
" Ya nanti kita temuin Nath, tapi nggak sekarang. Karena keadaan Nath masih pingsan. " kata Kevin lagi.
Sementara itu Dhika yang masih menemani Nath di rumah sakit terus berada di sampingnya. Reno yang sudah datang langsung menanyakan bagaimana keadaan adiknya pada Dhika.
__ADS_1
" Maaf kak, saya nggak jaga Nath dengan baik. " kata Dhika menyesal.
" Gue tau, lo juga nggak pengen hal kayak gini kejadian. Kita berdoa dan berharap yang terbaik buat Nath. Kata dokter Nath juga nggak apa-apa kan? Dia bakal sadar sebentar lagi. " jawab Reno.
Tak lama handphone Dhika berdering, ternyata telepon dari Kevin. Dhika keluar ruangan untuk mengangkat telepon dari Kevin.
Kevin langsung menceritakan semua kejadian tadi setelah Kevin mengantar Nadia pulang. Suara Dhika sangat berat, ia terdengar sangat marah dan sedih. Tapi Kevin terus berusaha menahan Dhika supaya tetap kontrol emosi.
Usai telepon, Dhika kembali ke ruang rawat Nath dan duduk di samping ranjang Nath.
" Dhik, gue beli minuman buat kita dulu ya. Tolong jaga Nath. " kata Reno. Dhika mengangguk.
Sayang, bangun dong. Aku mohon jangan tidur terus.
kata Dhika sambil mencium tangan Nath. Dhika sangat terpukul karena ia merasa tidak menjaga Nath dengan baik. Dhika sampai tertidur sambil menggenggam tangan Nath. Reno kembali usai membeli makanan dan minuman untuk Dhika dan dirinya lalu melihat Dhika yang sudah tertidur sambil memegang tangan Nath akhirnya Reno keluar dari ruangan lagi dan menunggu di ruang tunggu.
Beberapa jam kemudian, Dhika terkejut karena jari Nath bergerak.
Dhika langsung memanggil Reno dan dokter.
__ADS_1
Kemudian dokter datang memeriksa keadaan Nath. Dokter mengatakan kalau Nath sudah tidak apa-apa, hanya perlu istirahat saja untuk pemulihan. Usai memeriksa dokterpun keluar. Reno memeluk adiknya yang sudah sadar.
" Syukur kamu nggak apa-apa de. Kakak khawatir banget." kata Reno sambil melepas pelukannya.
" Kakak kok bisa disini? " tanya Nath. " Ini ada apa sih? Kok aku bisa ada di rumah sakit? " Nath sangat bingung. Ia benar-benar tidak ingat apa yang terjadi kemarin.
" Nanti aku ceritain, sekarang kamu makan dulu ya sayang. Terus minum obat dan istirahat lagi. " kata Dhika sambil mengusap kepala Nath.
Reno menelpon papa dan mama untuk memberi kabar pada mereka kalau mereka akan pulang jalan-jalan agak sore. Reno bilang kalau mereka sedang menginap di hotel.
Sementara Dhika menyuapi Nath, sesekali Dhika menjahili Nath agar Nath tidak merasa takut berada di rumah sakit, karena Nath merengek ingin pulang seperti anak kecil yang takut melihat jarum suntik.
" Dimana Nadia? seingatku aku sedang duduk bersamanya di club. Apakah Nadia sudah pulang? " tanya Nath khawatir pada temannya.
" Ya sayang, Nadia pulang diantar Kevin. Besok kalau kamu sudah sehat, kita ketemu Nadia di kampus. Dan ada banyak hal yang mau aku bilang ke kamu, jadi aku mohon kamu cepat sembuh ya sayang. " kata Dhika lagi.
bersambung..
################################
__ADS_1