
################################
Nath mendorong pelan tubuh Dhika. Seketika Dhika sadar apa yang ia perbuat sampai membuat beberapa tanda merah di tubuh Nath.
Dhika menutup matanya dengan telapak kirinya sambil merebahkan kepalanya di sandaran sofa. Nath tersenyum melihat tingkah pacarnya, seketika Nath memeluk erat tubuh Dhika dan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Dhika.
" Maaf.. lagi-lagi aku hilang kendali. " kata Dhika pada Nath yang hanya dibalas senyuman oleh Nath.
Aku sangat cinta kamu Dhika. Aku harap kamu akan selalu mencintaiku seperti ini.
kata Nath dalam hati sambil memeluk erat tubuh Dhika menyampaikan perasaannya.
" Antar aku pulang ya sayang. " kata Nath
" Hmm.. baiklah. Yuk kita pulang. " kata Dhika.
Kemudian Dhika mengantar Nath, tidak butuh waktu lama untuk sampai dirumah Nath karena mereka satu komplek.
Sampai si depan rumah Nath, sebelum Nath turun, Dhika mencium hangat kening Nath dalam beberapa detik.
" Rasanya aku nggak mau pisah dari kamu sayang. " kata Dhika.
" Besok, lusa atau kapanpun kamu nggak sibuk, kamu bisa ketemu aku sayang. " jawab Nath sambil mencubit pipi Dhika.
__ADS_1
Mereka berdua tertawa, lalu Nath masuk ke dalam rumah, sementara Dhika pulang.
Sampai dirumah, sudah terlihat Jay di ruang keluarganya.
" Jay sejak kapan lo dirumah gue? " tanya Dhika kaget melihat Jay duduk sambil nonton televisi.
" Sejak lo keluar mengantar cewek lo pulang. " jawab Jay santai.
" Lo mau nginep? Gue tidur duluan ya, capek banget gue. " kata Dhika.
" Anjritt nih bocah.. gue bela-belain dateng mau urus masalahnya, dia malah mau tidur. " kata Jay mengejar Dhika yang berjalan ke arah kamarnya yang ada di lantai dua sambil merangkul Dhika.
Dhika tertawa, akhirnya mereka memutuskan untuk membahas di kamar Dhika.
Keesokan harinya di kampus
" Nath.. kemarin cowok gue nanyain soal lo. " kata Nadia.
" Aku? " tanya Nath sambil menunjuk hidungnya sendiri. " Kenapa? " tanya Nath lagi.
Nadia menjelaskan apa saja yang ditanyakan oleh Jay pada Nath.
" Memang kamu ada apa sama Dhika? Apa kalian bertengkar? " tanya Nadia lagi.
__ADS_1
" Oh.. nggak kok. Memang kemarin sempat salah paham. Tapi semua baik-baik aja. " jawab Nath lagi.
" Syukur lah kalau gitu. " jawab Nadia lega. " Eh.. itu Kevin dan Niken. " kata Nadia lagi sambil menunjuk dua orang yang berjalan di sebelah depan.
Nath dan Nadia menghampiri Niken dan Kevin yang sedang berjalan di depan.
Sementara itu, Dhika sedang bertemu dengan Laura, yang menyamar menjadi Maudy di sebuah kedai kopi tak jauh dari kantor Dhika.
" Jadi gimana Pak Dhika, mengenai proposalnya apakah masih ada kekurangan? " tanya Maudy.
" Nanti saya meeting dulu, hasilnya akan segera saya kabari. " jawab Dhika sambil meminum kopi yang ada di depannya.
" Baik. Ohh ya Pak Dhika, cewek kemarin yang bapak temui itu siapanya bapak? " tanya Maudy memberanikan diri.
" Diluar pekerjaan bahasanya tidak perlu terlalu formal. " kata Dhika.
" Oh baik. " jawab Maudy.
" Ada apa? Apakah kamu mengenal cewek kemarin yang aku hampiri? " tanya Dhika balik tidak menjawab pertanyaan Maudy.
" Aku rasa dia mirip dengan pacar sahabatku. Ahh.. sebentar sepertinya aku punya fotonya. " jawab Maudy sambil mengeluarkan handphone nya dan mencari sesuatu. " Ahh.. ini dia. Bukankah cewek kemarin terlihat persis dengan cewek yang ada di foto itu? " kata Maudy menunjukkan foto dari handphonenya.
bersambung..
__ADS_1
################################