
################################
" Ada yang mau kamu beli disini? " tanya Nath bingung karena Dhika tadi tidak bilang kalau mau mengajak Nath mampir. Dhika membuka seat belt yang ia gunakan.
" Iya, ada yang mau aku beli. Tapi.. " tiba-tiba Dhika mencium bibir Nath dengan lembut. Tangannya memegang tengkuk leher Nath, sedangkan tangan satunya lagi melepas seat belt Nath.
" Ehm.. Sayang a.. aku.. " kata Nath agak mendorong tubuh Dhika lalu Nath menarik nafas. Tapi tiba-tiba Dhika mengecup bibir Nath lagi. Tangan satunya menarik tuas dibawah jok tempat duduk Nath lalu memundurkan kursi Nath. Dhika melepas ciumannya, lalu menempelkan dahinya ke dahi Nath. Nath mengatur nafasnya yang menburu, jantungnya pun serasa habis berlari keliling komplek.
" Apa kamu nggak kangen aku? " tanya Dhika.
" Aku pikir di kantor kamu sering melihat wanita yang lebih cantik, lebih sexy dan tampil elegant. Jadi kamu lupa denganku. " jawab Nath ragu yang jelas menunjukkan kalau ia cemburu.
" Kamu cemburu ya sayang? " tanya Dhika lagi senang.
" Nggak, lupakan. Ayo kita turun. " kata Nath lagi. Lalu Dhika menarik salah satu tangan Nath dan mencium telapak tangan Nath.
Nath benar-benar gugup dengan perlakuan Dhika yang begitu lembut.
__ADS_1
" Aku cuma cinta sama kamu, aku harap kamu percaya sama aku. " kata Dhika menjawab keraguan Nath sambil memegang bibir tipis Nath.
Nath bahagia mendengar jawaban Dhika. Ia melingkarkan tangannya di leher Dhika lalu mencium bibir Dhika. Dhika menyambut ciuman Nath.
Nath merasakan ciuman Dhika kasar tapi juga lembut dalam waktu bersamaan. Nath memejamkan matanya saat dicium oleh Dhika.
Setelah beberapa saat mereka berciuman, akhirnya mereka turun dan Dhika mengajak Nath untuk membeli satu setelan kebaya.
Dhika memilih kebaya berwarna baby pink untuk kekasihnya.
" Untuk apa beli kebaya sayang? " tanya Nath.
Nath kembali ke ruang ganti, lalu setelah berganti pakaian,ia memberikan setelan kebaya tadi ke SPG tadi.
Dhika terlihat menuju kasir dan membayar baju kebaya itu. Dhika begitu baik dan perduli pada Nath, tapi Dhika tidak pernah mau mendengar jika Nath bilang tidak mau oleh karena itu Nath sangat tidak enak karena selalu menyusahkan Dhika.
Selesai membeli baju, Dhika dan Nath menuju ke mobil lagi untuk pulang.
__ADS_1
Nath mengucapkan terima kasih karena Dhika lagi-lagi memberikan hadiah pada Nath yang harganya juga tidak murah. Tapi Dhika selalu menjawab kalau itu sudah kewajibannya. Nath sangat amat bahagia karena mendapatkan lelaki yang benar-benar tulus mencintainya.
Seminggu kemudian hari wisuda Dhika pun tiba.
Acara wisuda yang digelar di sebuah aula hotel bintang lima di kota mereka.
Nath sudah sampai di aula tersebut, dari kejauhan ia melihat papa dan mama Dhika.
Mama Dhika melihat Nath yang baru saja datang, lalu melambaikan tangan kepada Nath supaya Nath duduk dekat mereka. Mama Dhika sudah menyiapkan satu bangku kosong untuk Nath.
" Pagi om.. tante.. " sapa Nath pada mama dan papa Dhika sambil agak menunduk menunjukkan kesopanannya. Papa dan mama Dhika tersenyum melihat Nath.
" Sini duduk sayang, sebentar lagi acara wisuda akan dimulai. " kata mama Dhika.
Tak lama acara dimulai, seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang akan di wisuda hari itu sudah diatas panggung. Kira-kira tiga jam akhirnya acara pun selesai.
Nath bersama mama dan papa Dhika sudah menunggu Dhika di taman luar gedung.
__ADS_1
bersambung..
################################