
################################
Dhika memang lelaki yang penuh tanggung jawab.
" Ayo kita bersulang untuk kebahagiaan Dhika dan Nath hari ini. " kata Jay tiba-tiba sambil mengangkat gelas berisi anggur berwarna merah.
Mereka semua mengangkat gelasnya, termasuk Nath walaupun Nath tidak pernah meminum minuman seperti itu.
Nath meminum anggur di gelasnya sekali minum.
" Sayang, jangan banyak-banyak minumnya. " kata Dhika berbisik agak khawatir.
" Ehmm.. ini rasanya manis tapi agak sedikit pahit. " kata Nathalie pada Dhika.
Jay, Nadia dan Anton yang membaca situasinya langsung membawa paksa Dhika dan Nathalie ke dalam kamar yang seharusnya jadi kamar tidur untuk para cowok. Jay dan Anton juga mengunci kamar itu.
Kevin, Nadia, Niken, Siska, Jay dan Anton kompak tertawa. Rencana tambahan yang mereka buat sendiri tanpa sepengetahuan Dhika akhirnya berhasil tanpa sedikitpun dicurigai oleh Dhika.
" Jay.. Anton.. buka pintunya. " teriak Nath sambil menggedor-gedor pintunya.
Tapi tak ada satupun jawaban dari mereka.
__ADS_1
" Sayang, mereka nggak akan buka pintu untuk kita sebelum besok pagi. " kata Dhika
Nath pun menyerah lalu balik badan melihat Dhika yang berdiri di belakang Nath sambil memegang gelasnya yang berisi anggur tadi.
" Aku haus, aku minta minum kamu ya sayang. " kata Nath langsung mengambil gelas yang ada di tangan Dhika, lalu meminumnya. Sementara Dhika membuka jas hitam nya. Sekarang Dhika hanya memakai kemeja panjang berwarna putih, yang langsung ditarik lengannya sampai ke siku lengannya.
Astaga, Nath sudah mulai mabuk rupanya.
Kata Dhika dalam hati sambil memegang dahinya.
Nath melihat Dhika yang seperti orang bingung, lalu menawarkan minumannya pada Dhika.
" Aku punya cara lain meminum anggur ini. " kata Dhika.
Lalu tiba-tiba Dhika sudah berada sangat dekat sekali dengan tubuh Nath, tangan Dhika memegang dagu Nath lalu mencium bibir Nathalie yang tercium aroma anggur.
Tangan Dhika perlahan meraih gelas di tangan Nath untuk mengambil gelas yang dipegang Nath tanpa melepas ciumannya, kemudian menaruh gelas itu di meja kecil di samping pintu.
Dhika memojokkan Nath di pintu, lalu memegang kedua pergelangan tangan Nath. Nath memejamkan matanya saat Dhika menghisap dan menggigit bibir Nath. Nath membuka mulutnya, lalu lidah Dhika masuk ke dalam mulutnya. Tangan Nath yang ada di pundak Dhika mencengkram kemeja Dhika.
" Ehm.. sayang. " kata Nath merasakan darahnya berdesir karena dicium dengan lembut oleh Dhika.
__ADS_1
Dhika melepaskan ciumannya, menatap mata kekasihnya dalam-dalam. Mengusap bibir Nath yang basah. Sejenak Dhika larut dalam hasrat dirinya sebagai laki-laki, membuat dirinya lepas kendali.
Dhika mendekatkan bibirnya lagi pada dahi Nath, lalu Nath memejamkan matanya.
Salah satu tangan Dhika berpindah memeluk pinggang Nath. Dhika mencium dahi Nath, lalu pindah ke bibir Nath kemudian ke leher jenjang Nathalie.
Tiba-tiba Nath menjatuhkan tubuhnya ke dada Dhika, ternyata Nath tertidur karena efek dari minuman beralkohol.
Nath yang belum pernah minum minunan alkohol ditambah juga ia meminum dua gelas membuat Nath langsung tertidur pulas.
Dhika menggendong tubuh Nath, dan membaringkan tubuh Nath di atas kasurnya.
Lalu menyelimuti tubuh Nath dengan selimut.
" Dasar.. untung kamu tertidur. kalau nggak mungkin aku tadi bisa kelepasan. " kata Dhika sambil memandangi wajah Nath yang tertidur.
Dhika ikut membaringkan tubuhnya di tempat tidur Jay tepat di sebelah kasur Nath.
bersambung..
################################
__ADS_1