
################################
Setelah satu jam lebih Dhika sudah selesai mendapat penanganan. Nath menghampiri Dhika yang keluar dari ruangan dokter. Mereka tinggal menunggu obat yang akan diberikan oleh dokter.
Nath dan Dhika menunggu di ruang tunggu.
" Sayang, kamu capek yah nungguin aku?" tanya Dhika sambil duduk di samping Nath.
" Nggak kok, sakit ya sayang? " tanya Nath khawatir pada lengan Dhika sambil memegang lengan Dhika.
" Iya, sedikit. Nanti juga sembuh kok." jawab Dhika.
Lalu nama Dhika dipanggil di bagian apotek. Nath mengambil obat untuk Dhika kemudian membayar administrasinya. Lalu Nath mengajak Dhika pulang. Mereka masuk ke dalam mobil Dhika.
" Terima kasih ya sayang. " kata Nath sambil mencium pipi Dhika saat mereka di dalam mobil masih di parkiran klinik tadi.
" Sama-sama my princess. " jawab Dhika sambil mengusap pipi Nath.
Lalu mereka pulang, Dhika mengantar Nath terlebih dahulu. Setelah Nathalie turun dari mobil.
" Kamu langsung pulang ya sayang, istirahat. Sekali lagi terima kasih karena sudah nolong aku. " kata Nath pada Dhika.
" Ya sayangku, melindungi kamu itu kewajiban aku. Kamu istirahat, dan jangan lupa obatin memar kamu ya. " kata Dhika. Nath tersenyum.
__ADS_1
Lalu Dhika langsung pergi. Saat dijalan, Dhika menelpon seseorang.
Tuutt.. Tuuttt.. Tuuuttt..
" Jay posisi lo dimana? " tanya Dhika pada Jay di telepon.
" Ok. 30 menit lagi lo dan Anton harus sampai di rumah gue. " kata Dhika lagi.
Jay yang tidak tau ada masalah apa langsung berangkat kerumah Dhika bersama dengan Anton. Jay tau kalau ada masalah yang cukup berat yang menimpa Dhika.
Kebetulan saat itu Anton ada di rumah Jay mengerjakan tugas.
Sampai dirumah Dhika, Jay dan Anton langsung masuk ke dalam kamar Dhika setelah ijin pada Bu Asri. Orang tua Dhika saat itu sedang keluar kota.
" Ada masalah apa kali ini? " tanya Jay yang tau persis kalau Dhika sedang tidak bercanda sambil berjalan menuju sofa yang ada di dalam kamar Dhika disusul oleh Anton.
" Anjrit!! Ini gila. Siapa yang lakuin? " tanya Jay serius karena melihat lengan temannya dibalut oleh perban dan baju nya banyak noda darah.
" Siapa yang nyerang lo, Dhik? " tanya Anton khawatir.
Dhika menceritakan kejadian tadi pada Jay dan Anton. Jay dan Anton sangat kaget tidak menyangka Siska sampai berbuat seperti itu.
" Terus cewe lo gimana? " tanya Jay.
__ADS_1
" Yah punggungnya pasti memar. Mudah-mudahan nggak apa-apa. Tapi gue khawatir sama Nath. " jawab Dhika.
" Sabar Dhik. Lawan lo Siska. Dia cewek sekaligus anak dari rekan bisnis bokap lo. Lo jangan gegabah. " kata anton lagi.
" Gue harus lebih sering berada di samping Nath. Gue takut bakal kejadian hal buruk lain yang menimpa Nath. " kata Dhika.
" Tenang. Kita bantu pantau Nath dari jauh. Sambil kita pikirin gimana caranya jebak Siska biar ngaku. " jawab Jay menenangkan hati Dhika. Anton mengangguk.
" Thanks bro. " jawab Dhika.
" Terus itu lo harus hati-hati luka lo kan masih basah. Jangan banyak bergerak. " kata Anton lagi.
" Iya-iya. Tenang aja. Nanti gue ganti perban. " jawab Dhika.
" By the way.. Teman Nath yang namanya Nadia itu pacaran sama Kevin? " tanya Jay tiba-tiba.
" Kurang tau gue. Mungkin nggak. Kalau mereka pacaran pasti Nath ada cerita ke gue. Lagian yang gue tau Kevin tadinya suka sama Nath. " jawab Dhika.
" Lah kenapa lo nanyain Nadia tiba-tiba? Suka lo ya? " tanya Anton memecah tawa mereka bertiga.
" Gue lihat-lihat Nadia lumayan juga. " jawab Jay malu-malu.
" Nggak apa-apa Jay, nanti kita bantuin. Yah nggak Ton? " sambung Dhika meledek.
__ADS_1
bersambung..
################################