
################################
Papa dan Mama sudah menuju ke kamar untuk istirahat. Nath, Reno dan Alice masih nonton TV. Mereka bertiga masih asik mengobrol, dan ternyata Alice adalah wanita yabg sangat baik, perhatian, dan pengertian pada Reno.
" Kakak ngantuk ah. " kata Reno pada Nath. " Sayang, aku tidur duluan ya. " kata Reno lagi pada Alice. Alice mengangguk.
Alice akan tidur di kamar Nath.
" Kak Alice kita ngobrol di kamar aja yuk. " kata Nath pada Alice.
Alice mengiyakan lalu mereka ke kamar. Di kamar mereka melanjutkan ngobrol. Alice menceritakan pertemuan antara Reno dan dirinya yang tidak sengaja bertemu di pesta pertemuan dengan beberapa rekan bisnis papanya. Dari situ mereka berkenalan, karena cocok akhirnya Reno menembak Alice. Dan tidak butuh waktu pacaran yang lama mereka memutuskan untuk menikah.
Nath begitu antusias mendengar cerita Alice tentang kakaknya.
" Jadi kalau kamu sendiri gimana perasaannya sudah bertunangan dengan pacar yang kamu cintai? " tanya Alice
" Tentu senang kak. Nggak menyangka karena Dhika pacar pertama Nath juga. " jawab Nath sambil pipinya memerah karena malu.
Nath dan Alice ngobrol sampai jam 2 pagi. Keesokan paginya Reno dan Alice pulang ke Bandung karena Reno juga tidak enak kepada keluarga Alice jika mengajak Alice menginap terlalu lama.
Sedangkan papa, mama dan Nathalie kembali ke rutinitas mereka biasanya.
Saat di kampus
" Nath.. " panggil Nadia
__ADS_1
" Hai Nadia. " sapa Nath
" Kamu berangkat sendiri? " tanya Nadia
" Iya dong, Dhika kerja. Masa dirusuhin aku ngampus. " jawab Nath.
" Nathalie.. " panggil seseorang.
" Eh Niken. " kata Nath.
" Nih.. " kata Niken sambil menyodorkan sebuah kotak berukuran kecil.
Nath membuka kotak itu, dan ternyata isinya sebuah coklat.
" Ehmm.. Dari.. " kata Niken sambil melihat ke arah orang yang tadi berdiri dekat gerbang kampus. " Mana ya orang tadi? " tanya Niken
" Niken, lo gimana dititipin orang nggak tanya siapa namanya? " kata Nadia.
Niken hanya menggaruk kepalanya karena dia sangat ceroboh.
" Iya sorry.. gue lupa. Tapi orangnya rapi, keren dan wangi. Eksekutif muda lha pokoknya. " jawab Niken memberi gambaran cowok yang tadi ia temui.
" Gimana Nath,kamu tau kira-kira dia siapa? " tanya Nadia lagi.
Nath hanya menggelengkan kepalanya, tapi dalam hati Nath menyangka apa mungkin itu dari Andrew. Tapi Nath tidak ingin membahas karena Nath juga tidak yakin.
__ADS_1
" Udah yuk masuk, pikirin nanti aja. Nih kalian makan aja coklatnya. " kata Nath lagi.
Lalu mereka masuk kelas dan memulai kelas mereka.
Beberapa minggu berlalu, Nath dan Dhika memang jarang bertemu. Sesekali mereka hanya telepon atau video call, karena pekerjaan Dhika memang sedang banyak ditambah lagi Dhika ingin memberikan segala sesuatu pada Nath hasil dari kerja kerasnya sendiri.
Suatu hari Andrew datang ke kampus Nathalie sekitar jam setengah 12 siang.
" Nath.. itu cowok waktu itu. " teriak Niken tiba-tiba sambil menunjuk ke arah cowok yang sedang berdiri di dekat gerbang.
Kevin, Nadia dan Nathalie yang saat itu jalan bersama dengan Niken langsung melihat ke arah cowok yang ditunjuk oleh Niken.
" Dia siapa Nath? " tanya Nadia.
" Duh.. dia ngapain sih kesini? " gerutu Nath.
" Kenapa Nath? Kalau lo nggak mau temuin biar gue bilang ke dia. " kata Kevin.
" Eh.. jangan.. dia masih anaknya temen papa. " jawab Nath. " Yaudah kalian kalau mau pulang duluan nggak apa-apa. Aku temuin dia dulu ya. " kata Nath
Lalu Nathalie pergi menemui Andrew. Andrew terlihat berpakaian kerja rapi.
bersambung..
################################
__ADS_1