
################################
Nath dan Dhika makan di restaurant di pinggir jalan. Selesai makan, Dhika juga langsung mengantar Nath pulang.
Sampai di depan rumah Nath, ternyata papa Nath juga baru sampai rumah.
" Sore om. " sapa Dhika pada papa Nath.
" Dhika.. kamu darimana? Kok pakai setelan kemeja? " tanya papa Nath.
" Oh.. tadi habis dari kantor papa Om. Bantu-bantu sedikit. " jawab Dhika.
" Bagus.. Bagus.. Anak laki-laki penerus harus giat. Mampir Dhika, Om mau mandi dulu. " kata papa Nath. Dhika mengangguk.
Papa meninggalkan Dhika dan Nath di teras. Lalu Dhika pamit pada Nath untuk pulang.
" Sebenarnya aku kangen banget sama kamu, tapi aku harus pulang. " kata Dhika agak manja pada Nath.
__ADS_1
" Iya sayang, kamu pulang mandi lalu istirahat. Besok kamu ke kantor papi lagi kan? " tanya Nath sambil mengusap lengan Dhika.
" Iya.. Ehmm.. andai kita udah nikah, aku bisa ditemenin kamu terus. " kata Dhika yang jelas membuat pipi Nath merah karena malu dan tak menyangka Dhika akan berkata seperti itu.
" Apaan sih bercandanya ngeselin. Aku masuk ya sayang. Kamu hati-hati. Sampai rumah habis mandi telepon aku ya. " jawab Nath menghindari Dhika. Dhika yang melihat tingkah Nath yang malu langsung tersenyum.
Dhika memang berharap kalau Nath adalah kekasih terakhir yang nantinya bisa menjadi istrinya. Tapi Dhika belum punya keberanian untuk melamar Nath karena Dhika merasa belum mapan secara pribadi.
Sementara di rumah Siska.
Om Arya, papa Siska baru pulang kerja. Setelah selesai mandi dan makan papa Siska duduk di ruang keluarga bersama mama Siska untuk menonton TV sambil menunggu Siska pulang.
" Sis, kamu darimana jam segini baru pulang? " tanya papanya.
" Habis nonton pa sama temen-temen. " jawab Siska santai.
" Sini dulu, papa mau bicara. " kata papa Siska lagi. Siska langsung menghampiri papanya duduk di sofa.
__ADS_1
" Ada apa pa? " tanya Siska yang tidak tau apa-apa.
" Kenapa kamu kelewatan ngerjain Nathalie pacar Dhika? " tanya papanya. Mama yang mendengar pertanyaan suaminya pun ikut kaget tidak tau ada apa.
" Maksud papa? Siska nggak ngerti. " jawab Siska mengelak.
" Siska, papa sudah tau apa yang kamu lakukan. Papa sudah melihat buktinya. Dan kamu tidak bisa mengelak lagi. Sekarang kamu harus minta maaf pada Dhika dan terutama pada Nathalie, dan papa akan mencabut semua fasilitas yang papa kasih ke kamu. Mobil, handphone, kartu kredit, kartu debit, semua akan papa sita sampai waktu hukuman dari papa habis. " ancam papa Siska pada anaknya.
Siska tidak bisa menjawab apa-apa lagi. Ia sudah ketahuan oleh papanya. Lalu Siska pergi ke kamarnya.
" Pa, kok tega banget sih sama anak sendiri? Memang apa yang Siska lakukan? " tanya mama Siska pada suaminya
" Tega? Ini bukan tega ma, kita harus tegas pada Siska. Dia sudah bertindak kriminal. " jawab papa lalu menerangkan detail kejadian yang terjadi. Jelas mama Siska pun kaget. " Masih untung anak kita nggak dilaporkan ke pihak berwajib? Ini hukuman ringan dari kita untuk Siska ma. Dan papa harap mama juga bantu papa. " kata papa siska lagi.
" Biarkan Siska menyesali perbuatannya dulu pa, besok mama akan ke kamarnya. " kata mama Siska.
Kali ini papa dan mama Siska sepakat akan bertindak keras pada anaknya. Karena mereka merasa terlalu memanjakan Siska sampai-sampai Siska berbuat hal jahat seperti itu.
__ADS_1
bersambung..
################################