
################################
" Ka.. " panggil papa Dhika.
Dhika yang melihat papa dan mamanya segera menghampiri. Papa dan mamanya memeluk anak satu-satunya yang juga kesayangan mereka.
" Selamat ya sayang.. Kebahagiaan kami terlihat jelas saat engkau memakai toga. Ditambah lagi dengan nilai yang kamu dapatkan sangat memuaskan. Sungguh kami bangga menjadi orangtuamu. Terimakasih atas prestasi dan pencapaian yang telah kamu berikan kepada kami. " kata mama Dhika pada Dhika yang membuat Dhika benar-benar terharu.
" Perjuangan sesungguhnya baru akan dimulai. Permasalahannya bukan dimana kita berada nanti tapi bagaimana kita berjuang. Perkara susah, sedang atau mudah itu relatif dalam menembus jalan kesuksesan, itu kembali pada bagaimana paradigma, hati dan usaha kita dalam meraihnya. Kamu harus tetap semangat dan kerja keras. " kata papa lagi yang membuat Dhika merasa sekarang punya tanggung jawab yang lebih.
" Terima kasih pi, mi.. Kalian orang tuaku yang terhebat. Disaat kesibukan kalian, kalian tetap meluangkan waktu untukku, sehingga aku tidak pernah merasakan kekurangan kasih sayang apalagi kekurangan dari segi materi. Dhika janji akan jadi orang yang lebih bertanggung jawab." jawab Dhika, mama sangat terharu hingga meneteskan air mata. Mereka saling berpelukan hingga beberapa saat.
" Sudah.. sudah.. kasihan Nath menunggumu sejak tadi. Papi dan mami akan menghampiri temanmu Jay dan Anton dulu ya. " kata papa Dhika lagi mengajak mama Dhika.
Dhika tersenyum lalu melihat ke arah kekasihnya yang sejak tadi melihat kedekatan Dhika dengan orang tuanya. Nath membalas senyum Dhika.
Kemudian Dhika menghampiri Nath.
__ADS_1
" Selamat sayangku. " kata Nath sambil memberikan senyum terindah untuk Dhika.
" Terima kasih, kamu cantik sekali hari ini sampai-sampai aku ingin sekali menciummu Nath. " kata Dhika pada Nath berbisik. Nath mencubit lengan Dhika karena kata-kata Dhika. lalu Dhika memeluk tubuh Nath.
" Mungkin nanti saat aku wisuda juga akan sebahagia ini ya? " tanya Nath masih dalam pelukan Dhika.
" Ya sayang, nanti kamu akan dikelilingi orang-orang yang menyayangi kamu. " jawab Dhika.
" Ehm.. ehm.. udah kali pelukannya. " ledek Jay.
" Jadi kemana orang tua gue, Jay? " tanya Dhika pada Jay.
" Ada tuh ngobrol sama orang tua gue. " jawab Jay.
Tiba-tiba Siska datang menghampiri mereka yang asik mengobrol.
" Nath.. Dhika.. Gue minta maaf selama ini udah jahat banget. Terlebih lagi ke lo Nath, padahal lo nggak salah apa-apa. Gue benar-benar menyesal. " kata Siska sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Siska, aku nggak marah kok sama kamu. Aku udah maafin kamu, jadi kamu jangan sedih lagi ya. " jawab Nath tersenyum dan mengelus lengan Siska.
Siska tampak bahagia mendengar jawaban Nath. Lalu Siska memeluk Nath, Nadia juga ikut berpelukan.
Dhika, Jay dan Anton tersenyum melihat mereka akhirnya berbaikan. Siska mengajak Nath, Dhika dan yang lainnya untuk ikut bergabung bersama orang tua mereka yang sedang mengobrol. Lalu mereka semua berjalan bersama, Dhika dan Nath jalan paling belakang.
" Misalnya yang suruh penjahat kemarin untuk ganggu kamu itu ternyata Siska, apakah kamu maafin Siska sayang? " tanya Dhika tiba-tiba menarik tangan Nath, dan berbisik pada Nath.
" Ya aku memaafkannya, bahkan aku sudah tau kalau itu perbuatan Siska. Aku tau dari Nadia, Jay yang menceritakannya pada Nadia. " jawab Nath sambil mencubit pipi Dhika.
Dhika tertawa kecil mendengar jawaban Nath.
Mereka semua berkumpul dan berfoto bersama. Mereka semua nampak benar-benar bahagia.
bersambung..
################################
__ADS_1