Cinta Pertama Nathalie

Cinta Pertama Nathalie
ep. 72


__ADS_3

################################


Nath terdiam, memang benar yang Dhika katakan. Karena di depan orang lain atau teman-temannya, Dhika tidak pernah sekalipun merayu atau mengeluarkan kata-kata gombal untuknya.


" De, ajak Dhika makan gih. Dipanggil mama lho. " kata Reno. " Dhik, sana makan dulu. Berduaannya nanti lagi. " kata Reno sambil meledek. Dhika langsung tertawa.


" Iya ka. " jawab Nath. " Yuk kita makan. " ajak Nath pada Dhika.


Nath dan Dhika makan berdua di ruang makan. Sementara keluarga yang lain santai minum kopi dan makan camilan sambil ngobrol. Tak terasa hari sudah sore, akhirnya keluarga Dhika pamitan pulang. Dan keputusan soal lamaran Dhika dan Nath pun sudah ditetapkan sekitar bulan Oktober, tapi untuk tanggalnya masih sambil dibicarakan lagi. Keluarga Nath sangat senang karena acara pertemuan keluarga hari ini berjalan dengan baik. Begitupun dengan keluarga Dhika, mereka sangat senang karena sudah mengenal dengan baik keluarga Nath.


Senin pagi di rumah Nath,


Mama Nath kelihatan bingung, sambil sesekali menelpon.


" Kenapa ma? " tanya Nath.


" Papa ketinggalan nih dokumennya. Buru-buru aja sih. Mana ditelepon nggak diangkat. " kata mama.


" Mungkin masih dijalan ma, papa kan nggak berani angkat telepon kalau nyetir. Atau mungkin masih di mode silent handphone nya. " kata Nath sambil mengangkat bahu.


" Iya ya. Ini kan dokumen yang papa mau bawa buat meeting sayang. " jawab mama.


" Sini Nath antar ma, Nath nggak kuliah hari ini. " jawab Nath.

__ADS_1


" Bener sayang? Duh anak mama pengertian sekali sih. " puji mama sambil mencium pipi Nath.


Akhirnya Nath siap-siap, lalu naik taxi ke kantor papa Nath. Sementara saat Nath sudah berangkat, papa menelpon balik ke mama lalu mama mengatakan kalau dokumen diantar Nath. Papa sangat senang sekali.


Sesampainya di kantor papa, Nath bertemu dengan customer service.


" Permisi mba, saya mau ketemu Pak Ferdi. " kata Nath.


" Sudah ada janji mba? " tanya customer servive itu.


" Apakah anak dari seorang direktur harus membuat janji kalau ingin bertemu papa nya? " tiba-tiba celetuk seorang cowok.


Nath melihat ke arah suara itu. Ternyata ia adalah cowok yang pernah menolongnya waktu itu.


" Silahkan mba, Pak Ferdi ada di ruangannya. " kata customer service itu lagi.


" Terima kasih mba. " jawab Nath.


" Yuk aku antar. " kata cowok itu tiba-tiba.


Nath dan cowok itu berjalan ke arah lift.


" Kamu tau darimana kalau aku anak Pak Ferdi? " tanya Nath.

__ADS_1


" Aku pernah lihat foto kamu dan kakak kamu di ruang kerja papa kamu. Kalau nggak salah pas kejadian aku hampir nabrak kamu waktu itu. " kata cowok itu menjelaskan.


Jadi saat itu cowok yang menolong Nath sedang membeli sesuatu di dekat sana, dan bermaksud untuk kembali ke kantor papa Nath.


" Waktu itu terima kasih ya. " kata Nath.


Cowok itu hanya tersenyum, lalu mengulurkan tangan " Aku Andrew. " kata cowok itu mengenalkam diri.


" Aku Nathalie. " balas Nath


Ting..


Lift sampai di lantai yang mereka tuju. Lalu mereka berdua turun dari lift dan menuju ke sebuah ruangan.


Tok.. Tok..


" Permisi Om Ferdi. " kata Andrew sambil mengajak Nath masuk.


" Oh sayang, makasi ya kamu antar dokumen penting papa. " sambut papa pada Nath.


Nath tersenyum melihat papa nya yang tersenyum sumringah merasa lega karena dokumen yang tadi ketinggalan untuk meeting sudah diantar oleh Nath.


bersambung..

__ADS_1


################################


__ADS_2