
################################
Nadia melihat Nath yang sedang bercanda dan tertawa bersama Dhika, Jay dan Anton.
" Nath. " panggil Nadia.
" Nadia, kamu kemana aja? " tanya Nath sambil berdiri menghampiri Nadia, lalu nemeluk Nadia. Nadia menangis.
" Loh Nadia, kamu kenapa? " tanya Nath lagi. Nath mengajak Nadia duduk di bangku taman tersebut. Dhika di sebelah Nath, lalu Kevin, Anton dan Jay di hadapan Nath, Nadia dan Dhika.
" Maafin aku ya Nath. " kata Nadia.
" Maaf?? Maaf kenapa Nadia? " tanya Nath bingung dengan pernyataan sahabatnya.
" Aku udah jahat banget sama kamu Nath. Maaf. " kata Nadia lagi yang membuat Nath semakin bingung.
__ADS_1
" Kamu kenapa Nadia? Ada apa-apa cerita sama aku, kamu kan sahabat aku. " kata Nath lagi pada Nadia.
" Jadi gini Nath, aku yang udah kasih obat tidur di minuman kamu kemarin saat di club, di acara ulang tahun Siska. " jelas Nadia pada Nath yang langsung membuat Nath kaget tidak percaya. " Kamu ingat kejadian waktu itu kamu terkunci di gudang lantai 3? Itu aku juga yang lakuin Nath. Tapi aku nggak tega, jadi aku buat seolah-olah Kevin nolongin kamu. " kata Nadia lagi yang langsung membuat Nath meneteskan air mata mengingat kejadian saat ia dikunci di gudang, yang ternyata sekarang ia sudah tau kalau sahabatnya sendiri yang lakuin itu semua. Dhika berusaha menenangkan Nath dengan mengusap pundak dan lengan Nath.
" Tapi kenapa Nadia? Kenapa kamu lakuin itu semua?? Apa aku punya salah sama kamu? " tanya Nath semakin bingung.
" Nggak Nath, justru kamu baik banget sama aku. Dan aku sangat menyesal ngelakuin ini semua ke kamu. Aku lakuin ini karena terpaksa Nath. Papaku karyawan biasa di perusahaan Papa Siska, dan Siska mengancam kalau dia bakal nyuruh papanya untuk pecat papaku, sedangkan aku dari keluarga yang biasa aja Nath, kalau sampai papaku nggak kerja bahkan sebelum aku selesai kuliah, aku nggak bisa bantu papa untuk sekolahin kedua adik aku. " kata Nadia menceritakan pada Nath bagaimana posisinya. " Kevin tau kalau aku yang lakuin ini semua, dan dia yang paksa aku supaya aku ngakuin perbuatan ini semua ke kamu. Sekarang terserah kamu kalau kamu mau marah dan benci sama aku Nath. Yang terpenting aku sudah akuin semua kesalahan aku ke kamu. " jelas Nadia lagi sambil menundukkan kepalanya, ia tidak sanggup melihat Nath. Orang yang sudah menganggapnya sebagai sahabat malah ia memperlakukan Nath tidak baik.
" Maafin aku juga ya Nadia. Sebagai sahabat aku nggak pernah tau apa yang kamu rasain, apa yang kamu pikirin. Mulai sekarang semuanya kamu ceritain ke aku ya. " jawab Nath sambil memeluk Nadia. Nadia kaget tiba-tiba Nath berkata seperti itu dan memeluknya.
" Aku maafin kamu, setiap orang pasti punya kesalahan.Tapi nggak semua orang mau mengakui kesalahannya. Yang terpenting orang itu mau berubah. " jawab Nath.
" Makasih Nath, kamu memang benar-benar orang yang sangat baik. " kata Nadia sambil memeluk Nath.
Mereka berdua menangis karena bahagia, Nath berharap dengan kejadian ini membuat persahabatan mereka semakin erat. Mereka juga jadi bisa intropeksi diri mereka masing-masing.
__ADS_1
" Makasi, Vin. Lo udah sadarin gue kalau yang gue lakuin itu salah." kata Nadia pada Kevin. Kevin tersenyum.
" Nah gitu. Sama teman tuh nggak boleh berantem. Yang akur, kayak kita. " kata Anton kepada Jay dan Dhika.
" Udah jangan pada nangis, cari makan yuk. Laper tau. Dhika ajak kita makan enak dong. Lo kan belum traktir gue sama Anton abis jadian sama Nath. " kata Jay.
" Bisa aja lo, gue jadian udah lama ditagih makan-makan mulu. Emang dari kemarin kalau lo makan ada gue siapa yang bayar? " balas Dhika. Jay dan Anton tertawa. Nath, Nadia dan Kevin juga ikut tertawa melihat mereka bertiga.
Aku harap kami bisa sama-sama terus kayak gini.
kata Nath dalam hati.
bersambung..
################################
__ADS_1