CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode10


__ADS_3

Di dalam kamar


Kaila bingung dengan perjodohan yang di siapkan oleh ayahnya itu,karna Kaila tidak ingin menikah di usia yang sangat muda,dan yang pastinya Kaila tidak menyukai Adira Pramana karna Kaila tidak ingin jika suatu saat nanti dirinya menikah dengan Adira Pramana akan mengalami gangguan dan keretakan karna Kaila sudah tidak suci lagi dan tidak bisa mencintai suaminya itu kelak.


hari telah pagi


Kaila bangun dari tidurnya dan beranjak dari kasur karna hari sudah pagi jadi Kaila harus pergi bekerja lagi.


"Kaila, apa kau udah mau berangkat kerja?." ayah Kaila bertanya dan menghampirinya.


"Iya, ayah. ada apa?." Kaila menengok ke belakang.


"Adira Pramana, memberitahu ayah kalau ia ingin mengajakmu makan malam nanti." ujar ayah Kaila.


"Tapi, ayah. aku tidak bisa, aku harus kerja lembur di kantor, CEO di kantorku sangat galak dan kejam jadi aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku tanpa izin darinya." Kaila berusaha menolak ajakan Adira Pramana karna Kaila tidak ingin dekat-dekat dengannya.


"Apa?! perusahaan apa yang saat ini kau bekerja? biar ayah yang bicara langsung sama CEO nya." ayah memaksa Kaila karna ajakan Adira Pramana sangat penting bagi bisnis nya.


"Tapi, ayah." Kaila sangat bingung karna ayah nya memaksa dirinya terus menerus.


"Sudah, kamu jangan menolak perkataan ayah, Kaila." ayah Kaila sangat tegas dalam bicara pada Kaila.


"Baik, ayah." Kaila terpaksa menuruti perkataan ayahnya karna Kaila tidak punya pilihan lain selain harus menuruti perintah dari ayahnya itu.


"Apa yang harus aku lakukan? kenapa jadi rumit seperti ini? aku tidak ingin kalau aku sampai menikah sama Adira Pramana itu." Kaila sangat bingung dengan keputusan ayahnya itu karna Kaila tidak ingin menjadi istri seorang CEO Playboy seperti Adira Pramana.


kemudian Kaila berangkat bekerja karna hari sudah mau siang, Kaila takut kalau dirinya akan terlambat kerja jadi Kaila terburu-buru pergi.


"Ayah, aku berangkat kerja dulu ya!." Kaila pergi sambil salaman sama ayahnya.


"Iya, hati-hati di jalan, Kaila." saut ayah Kaila.

__ADS_1


Di kantor.


Kaila masuk ke kantor dan bekerja seperti biasa, Kaila sangat sibuk dengan pekerjaan nya sampai lupa makan siang.


"Kaila, kenapa kamu gak pergi ke kantin makan?." Via menghampiri Kaila dan mengagetkan Kaila yang tengah sibuk bekerja.


"Ahh.. Via, kamu ngagetin aku aja." Kaila marah sama Via karna kaget.


"Hahaha.. apa kau kaget, Kaila?." Via tertawa karna Via tidak menyangka kalau dirinya akan mengagetkan Kaila yang sedang sibuk kerja.


"Aku sangat kaget, kenapa kau bicara ketika aku sedang pokus bekerja? jadinya kan aku kaget sampai setengah mati, karna aku kira Manajer yang lagi bicara padaku." Kaila kesal karna dirinya mengira kalau yang bicara padanya itu adalah Manajer.


"Iya-iya, aku minta Maaf, aku salah karna udah mengagetkan kamu." Via merasa bersalah karna telah membuatnya kaget.


"Tidak papa, oh ya! kenapa kamu masih di sini? bukannya kamu harus makan siang di kantin." Kaila penasaran karna Via masih berada di kantor.


"Aku mau nya makan sama kamu, barengan. bagaimana?." Via memohon pada Kaila agar Kaila mau makan bersama nya.


Di kantin makan.


Kaila sama Via sangat menikmati makanan nya, dan CEO Wisnu datang makan di kantin khusus karyawan.


"Hei, lihatlah! itu CEO Wisnu kita, sungguh tampan sekali dia." para wanita terpesona oleh ketampanan CEO Wisnu.


sontak membuat para wanita terpesona dan terus menatap CEO Wisnu karna terpesona oleh ketampanannya, sampai-sampai mereka tidak melanjutkan makannya dan hanya memandang wajah CEO Wisnu yang tampan itu.


"Kaila, lihatlah CEO kita mau makan di kantin karyawan, apa tidak salah lihat mataku ini! kenapa tiba-tiba CEO yang dingin seperti gunung es itu mau-maunya makan di kantin rendahan seperti ini? sangat tidak menyangka." Via merasa heran karna Wisnu mau makan di kantin rendahan itu.


"Haiss.. mungkin dia pengen jadi pusat perhatian banyak orang karna dia CEO di kantor ini." gumaman Kaila dalam hatinya sambil menghela nafas.


"Sudahlah, jangan pedulikan dia! dia CEO di kantor ini, dia sangat bebas mau makan di mana aja, inikan perusahaan nya." Kaila menyuruh Via diam dan melanjutkan makan nya karna harus bekerja lagi.

__ADS_1


"Iya ya, kamu benar, dia emang orang berkuasa apa pun bisa ia lakukan, apa lagi ini hanya masalah sepele tapi para wanita itu sangat menghebohkan, aku pun jadi ikut-ikutan dehh." Via merasa kalau ucapan Kaila ada benar nya juga jadi Via mendengarkan perkataan Kaila.


Wisnu duduk di sebrang meja makan Kaila, para wanita terus menatap Wisnu dan terus melamun yang tak masuk akal. Kaila merasa canggung karna di samping nya ada Wisnu yang lagi makan, Kaila memutuskan untuk pergi dan melanjutkan kerja lagi.


"Via, aku ke kantor duluan ya." Kaila berdiri sambil membawa tas nya.


"Ehh, Kaila kenapa kamu terburu-buru pergi? makanan nya belum habis loh! cepat makan lagi nanti barengan ke kantornya sama aku." Via kaget karna Kaila tiba-tiba berhenti makan dan hendak ingin pergi.


"Tidak, aku sudah kenyang. kamu lanjutkan dulu makan nya ya." Kaila pergi dan meninggalkan Via makan sendirian di kantin.


"Eehh, Kaila. tunggu aku! aku juga mau pergi karna kerjaan ku masih numpuk." Via memakan makanan nya dengan cepat dan terburu-buru karna ingin mengejar Kaila yang pergi.


Wisnu melirik dengan tatapan dingin karna Kaila mencoba menghindar darinya, bahkan Kaila tidak menyapa dan tidak melayani Wisnu lagi seperti biasanya.


"Ada apa dengannya? kenapa dia terburu-buru pergi ketika aku makan di dekat nya, Kaila, kau semakin berani saja sekarang bahkan kau pura-pura tidak melihatku dan mengabaikan keberadaanku, aku akan membuat perhitungan denganmu nanti." Wisnu kesal karna merasa di abaikan oleh Kaila.


sedangkan para wanita di dekat Wisnu terus memandang wajah tampan Wisnu. karena kesal Wisnu melirik semua karyawan nya dengan tatapan yang dingin dan seram, membuat mereka semua terdiam seketika dan melanjutkan makan nya lagi.


"Astaga, ada apa dengan CEO Wisnu ya? kenapa tiba-tiba berubah dingin begitu, membuat jantungku terasa copot aja." para karyawan merasa heran dengan sikap CEO Wisnu yang tiba-tiba berubah ketika Kaila pergi dari kantin.


Wisnu pergi ke ruangannya dan meninggalkan makanan nya yang masih utuh itu.


sedangkan Kaila sibuk dengan pekerjaannya dan tidak menghiraukan siapa pun yang melihatnya.


"Kaila, apa kamu sesibuk itu? bahkan CEO Wisnu aja kamu tidak meliriknya." Via penasaran karna setiap Kaila bertatap muka dengan CEO Wisnu hati Kaila selalu gelisah dan selalu kesal.


"Aku tidak papa, aku sedang sibuk tolong jangan ganggu aku lagi." seketika ucapan Kaila seperti orang lain bagi Via, karna menurutnya Kaila tidak sedingin itu dan tidak secuek itu terhadap Via.


Via langsung tertegun ketika mendengar ucapan Kaila yang aneh dan menyinggung perasaan nya itu.


"Kaila kenapa ya? pasti ada apa-apa nya ni sama CEO Wisnu, masa udah beberapa hari ini mood nya berbeda dari Kaila yang biasanya." gumaman Via dalam hatinya dengan penuh penasaran.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2