CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode20


__ADS_3

Di Kediaman Li.


“ Tapi, ayah!.” Maria li bingung karena tuan Li tidak peduli padanya.


“ Sudahlah, Maria. Kau tidak perlu sedih begitu, acaramu lebih penting dari apapun, cepat kembali Keluarga Pramana masih di sini, kau jangan buat ibu malu nak!.” Ucap nyonya Li.


Maria sangat kecewa dengan sikap ayahnya yang tidak pernah membelanya di depan orang lain, tapi Maria tidak ingin mengecewakan keluarga Adira Pramana yang sedang menunggunya.


Maria terduduk dengan penuh malu “ Maafin ayahku, Tuan Nyonya.” Maria bersedih.


“ Tidak papa, ya sudah kalau gitu kami pulang dulu ya.” Ujar nyonya Pramana.


“ Terima kasih karena tuan dan nyonya sudah datang untuk menyatukan putra putri kita ini.” Senyum nyonya Li.


“ Iya sama-sama, lain kali kita akan bertemu untuk berdiskusi tentang pernikahan Adira dengan Maria.” Nyonya Pramana serta suami dan Adira beranjak dari tempat duduknya.


“ Dengan senang hati nyonya.” Balas nyonya Li.


Nyonya Li mengantarkan besannya keluar dari rumahnya, sedangkan Maria terus berusaha agar Adira bisa menerimanya dengan sepenuh hatinya.


Maria menahan Adira untuk pergi.


“ Sudahlah Maria, kau jangan terus memaksaku untuk mencintaimu, karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa mencintaimu, karena hatiku dan jiwaku sudah berlarut mencintai Kaila, hanya Kaila. Ingat itu.” Dengan marah.


“ Tapi Adira beri aku kesempatan untuk bisa membuatmu jatuh cinta padaku, aku yakin aku bisa buat kau jatuh cinta padaku.” Maria memohon dengan histeris.


“ Tidak bisa!.” Adira menghempaskan tangan Maria dengan sadis.


“ Adira! Hiks hiks.” Maria menangis dan ibunya pun memeluk Maria dengan sedih.


“ Sudah Maria kau jangan nangis lagi, ibu yakin suatu saat Adira pasti akan mencintaimu.” Nyonya Pramana mengelus Maria.


“ Iya Maria, apa yang di katakan ibu mertuamu ada benarnya juga. Jadi kamu harus sabar dan berusaha membuat Adira jatuh cinta sama kamu. Ya.” Ujar nyonya Li.


“ Baik bu.“


Keluarga Pramana pergi dari kediaman Li, sementara Kaila yang tengah bersedih di taman dan memikirkan nasibnya.


Kaila menangis dan menundukan kepalanya ke bawah untuk membuat hatinya merasa tenang. Ketika Kaila sedang menangis tiba-tiba ada yang datang menghampiri Kaila.


Via menyentuh pundak Kaila yang tengah menangis itu. “ Kaila? sedang apa kau di sini sendirian?.”


Kaila melihat ke belakang dan ternyata Via yang datang menghampirinya. “ Via?.” Kaila segera mengusap air matanya sambil tersenyum.


Via duduk di dekat Kaila. “ Kamu kenapa Kaila? katakan padaku, apa yang terjadi sama kamu sehingga kamu bisa sesedih seperti ini?.”


“ Aku tidak papa kok, tadi aku kelilipan, tuh lihat mataku merah bukan?.” Kaila menutupi kesedihannya dari Via.


“ Kaila, kumohon kamu jangan sembunyikan apapun dariku, aku tahu kalau kamu bukan kelilipan kan? ayo cerita sama aku ada apa sebenarnya?.” Via menggenggam tangan Kaila.

__ADS_1


Kaila tidak bisa menutupi semuanya dari Via, karena Via selalu mengerti apa yang di rasakannya. Kaila pun menceritakan semua yang terjadi padanya, Via sangat Shock mendengar cerita Kaila, sama seperti Kaila ketika tahu kalau Adira bertunangan dengan adiknya.


“ Aku tidak nyangka kalau adikmu itu akan setega itu sama kakak nya sendiri, walaupun kamu bukan kakak kandungnya tapi sejak kecil dia selalu di jaga sama kamu.” Via berdiri dengan marah.


“ Sudah Via, kamu jangan terbawa emosi seperti itu, mungkin Adira bukan jodohku, sekarang aku akan berusaha ikhlas untuk melepaskan Adira bersama Maria. Mungkin ini adalah jalan yang terbaik untukku ke depannya.” Kaila menyuruh Via duduk.


“ Kaila, aku tidak bisa melihat kamu tersakiti seperti ini. Kaila bagaimana kalau kita bikin Maria jera karena sudah merebut Adira dari kamu?.”


“ Tidak Via, aku rela tersakiti demi Maria bahagia bersama Adira.”


Via merasa sakit hati karena Kaila selalu mengalah selama hidup di kediaman Li, dan selalu di buat menderita oleh Maria.


Via merasa kalau Kaila tidak bahagia tinggal di kediaman Li. “ Kaila, bagaimana kalau kamu tinggal denganku saja, aku sendirian tinggal di apartemen.”


“ Tapi aku tidak mau merepotkanmu Via.”


“ Aku sama sekali tidak merasa di repotkan olehmu Kaila, jadi kamu mau ya tinggal denganku?.” Via membujuk Kaila.


“ Baiklah.”


Via mengantar Kaila pulang ke kediaman Li untuk mengambil pakaiannya. Tuan Li yang melihat Kaila berteriak dari atas balkon. “ Kaila! kau akhirnya pulang nak!.”


“ Ayah!.” Kaila menatap ke atas.


Kaila masuk ke dalam rumah untuk minta izin dari ayahnya, Maria turun dari tangga dengan wajah yang kesal.


“ Bukankah tadi kau pergi, kenapa balik lagi?.” Kata-kata Maria membuat Tuan Li marah.


“ Ayah-ayah, kau buta atau apa? kenapa kau selalu membelanya di bandingkan aku anak kandungmu sendiri.” Batin Maria sambil menyeringai.


“ Kaila, katakan padaku bahwa kau sudah memaafkan adikmu itu. Aku yakin kau tidak akan dendam sama adikmu hanya karena pria, bukan?.” Tuan Li menghampiri Kaila.


“ Ayah, aku tidak ingin mendengar masalah itu lagi. Jadi tolong jangan bahas itu denganku lagi. Aku datang ke sini hanya ingin meminta izin padamu, aku akan tinggal bersama Via di apartemennya.” Ujar Kaila dengan dingin.


Tuan Li tertegun mendengarnya. “ Baiklah, jika itu mau mu ayah akan izinkan, tapi jangan lupa seminggu sekali kau harus datang ke sini dan menghadiri setiap jamuan di rumah ini.”


“ Kau tidak perlu khawatir ayah, aku tidak akan melupakanmu dan keluarga Li.” Kaila memeluk ayahnya.


Dengan penuh air mata, Kaila pergi membawa koper yang di temani Via. Kaila tidak bisa menahan jika harus berjauhan dengan ayahnya, tapi Kaila yakin ini semua demi kebaikannya.


Tiba di apartemen.


“ Aku sudah menyiapkan makan siang untukmu. Makan dulu sana! nanti kamu sakit kalau tidak makan.” Via duduk di sebelah Kaila.


“ Aku belum lapar, kamu saja yang makan.”


“ Kaila terlihat sedih gitu, aku harus gimana ya bikin dia ceria lagi seperti kemarin.” Batin Via.


Kring kring!

__ADS_1


Via melihat ponselnya, betapa terkejutnya Via ketika tahu kalau yang menelpon itu adalah Wisnu, Via bingung harus menjawabnya apa tidak.


Via berpura-pura keluar sebentar untuk mengangkat telpon yang sangat penting. “ Eehh,, aku keluar angkat telpon dulu ya. Kamu tunggu aja di sini.” Sambil tersenyum.


Kaila mengangukan kepalanya dan minum teh hangat yang di siapkan Via untuknya.


“ Hallo!.” Via gemetar ketika menjawab telpon dari Wisnu.


“ Di mana kamu?.” Tanya Wisnu.


“ Ee,, a,, aku di apartemen. Ada apa Tuan?.”


“ Apa Kaila ada di situ?.”


“ Iya.”


Wisnu langsung mematikan telponnya setelah tahu kalau Kaila ada di apartemen Via.


“ Hah! kenapa telponnya di matikan?.” Gumam Via.


“ Kamu sudah selesai menelponnya?.” Tanya Kaila.


“ Iya, sudah.” Via duduk di samping Kaila.


“ Tadi,, yang nelpon aku barusan itu adalah Tuan kita! Tuan Wisnu!.” Ujar Via.


“ Wisnu?! apa yang dia katakan?.” Dengan terkejut.


“ Dia nanyain kamu ada di mana, terus aku bilang kamu ada di sini.”


“ Apa? kenapa kamu bilang aku di sini! nanti bakal jadi masalah jika dia tahu aku lagi di apartemen kamu.” Dengan marah.


“ Emangnya kenapa? bukankah kemarin kalian habis pergi untuk mengurus pekerjaan di luar kota.”


“ Kamu tidak tahu permasalahannya Via.”


“ Terus gimana dong, aku sudah bilang sama Tuan Wisnu.”


Ting tong!


“ Hah! itu pasti Wisnu. Bagaimana ini? sekarang kamu buka pintunya dan bilang kalau aku lagi tidur. Cepat sana buka pintunya, nanti dia marah sama kamu kalau lama bukainnya.” Kaila lari ke kamar Via dengan buru-buru.


Krek!


“ Di mana Kaila? panggilkan dia ke sini, aku mau bicara padanya.” Wisnu langsung masuk dan duduk di sofa.


“ Maaf Tuan, Kaila baru saja istirahat di kamar. Dia kelelahan jadi tidak bisa di ganggu terlebih dulu.” Ujar Via.


“ Istirahat! apa itu benar? biar kulihat.”

__ADS_1


Wisnu masuk ke kamar dan melihat Kaila yang terbaring di ranjang sambil bersembunyi di bawah selimut.


BERSAMBUNG


__ADS_2