
Suasana menjadi hening setelah kejadian itu, membuat Kaila tersipu malu dan salting mendengar ucapan Via. Kaila tidak percaya kalau Wisnu bisa seagresif itu, tapi yang membuat Kaila baper bukan itu, detak jantung Wisnu yang terasa begitu jelas membuat Kaila sangat tidak nyaman sampai wajah Kaila merah merona.
“ Ehem! itu, aku akan menyuruh pelayan untuk memperbaiki pintunya, untuk sementara waktu kalian boleh tinggal di kamar sebelah, aku yang akan membayarnya.” Wisnu mencoba mengalihkan pembicaraan agar suasana tidak hening.
“ Itu tidak perlu tuan, aku akan tetap tinggal di sini sampai pintunya selesai di perbaiki.” saut Via.
“ Baiklah itu tidak masalah, aku usahakan dalam 3 jam pintunya selesai di perbaiki.”
“ Terima kasih tuan, sudah merepotkan Anda saya benar-benar tidak enak hati. Karena bagaimanapun juga tuan adalah CEO dan bos kami, jadi kami sangat tidak enak hati.”
“ Aku mengerti, jika kamu ingin aku ganti rugi bilang saja jangan sungkan-sungkan. Karena bagaimanapun ini salahku yang sudah membuat kalian terganggu.” Wisnu tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Kaila.
“ Sebelumnya terima kasih banyak karena tuan sangat baik pada kami, kedepannya kami akan bekerja lebih baik lagi dan akan membuat perusahaan Yhusi maju dan sukses.” Via memberi hormat pada Wisnu.
“ Sama-sama, kalau begitu aku pamit pulang dulu, selamat malam.”
Kaila masih diam dan tidak berani bicara, Via menyenggol Kaila mengisyaratkan agar Kaila merespon Wisnu dengan hormat.
“ Hemm! apa?.” tanya Kaila dengan polosnya.
“ Kaila, katakan pada Presdir selamat malam. Dia akan pulang sekarang.” bisik Via.
“ Hah! selamat malam tuan.” Kaila bertingkah polos membuat Wisnu tersenyum.
Wisnu pergi dan berjalan dengan terburu-buru. Wisnu menyuruh pelayan untuk memperbaiki pintu kamar yang telah di rusaknya.
Kaila tersadar dari khayalannya dan memukul Via dengan pelan tapi terlihat kesal. “ Apa kamu sudah gila? kamu malah terus berbicara dengan dia tanpa memperdulikan perasaanku.”
“ Perasaan!? apa maksudmu kamu cemburu saat aku bicara dengan Presdir Wisnu?.” Via menggoda Kaila.
“ Cemburu apanya? mana ada cemburu! aku hanya, aku hanya, tidak suka kalau dia berlama-lama di sini, itu mmbuatku tidak nyaman.” jawab Kaila dengan gugup.
“ Apanya yang tidak nyaman? apa hatimu berdetak kencang sampai membuatmu kehilangan kendali sama seperti Presdir?.”
“ Diam! jangan omong kosong lagi, aku sangat marah padamu, bisa-bisanya berkata sembarang di depannya,sangat memalukan.” sekali lagi Kaila memukul kepala Via.
“ Aduh! maafkan aku Kaila, aku tidak sengaja dan lupa kalau kamu tidak begitu menyukai Presdir dari dulu. Tapi tadi aku melihatmu sangat menikmati pelukan dari Presdir, jangan pura-pura lagi dan bicarakan padaku kalau kau benar-benar menyukai Presdir.” Via menebak sembarangan.
“ Pukulan seperti apa yang kau inginkan?.” Kaila memainkan tangannya dengan mengepal keras.
__ADS_1
“ Tidak-tidak, aku tidak mau. Aku akan pergi cari bantuan sekarang, kamu baik-baik diam di kamar.” Via berlari terbirit-birit dengan ketakutan.
“ Aish! aku sangat lelah sekarang, aku ingin istirahat saja.” Kaila kembali ke kamar.
Via kembali ke kamar bersama pelayan yang akan memperbaiki pintu, Via menemani pelayan itu sampai pintu selesai di ganti.
“ Nona, saya sudah menyelesaikan tugasnya, pintu sudah kembali seperti normal. Silahkan nona mencobanya apa masih ada yang kurang, jika iya aku akan membetulkannya sekarang.” ucap pelayan itu.
Via mencoba pintunya dengan hati-hati, Via juga menendang pintunya dengan sekuat tenaga untuk memastikan kalau pintu itu benar-benar kuat dan kokok.
“ Sudah, kau boleh pergi sekarang.” Via menyuruh pelayan itu segera pergi.
“ Baik nona.” pelayan itu pergi dan membawa peralatannya.
“ Aish! sudah jam 12 malam, aku sangat ngantuk sekali, Kaila sudah tidur apa belum ya?.” Via membuka pintu kamar Kaila dan mendapati Kaila sudah tertidur pulas.
Tidak sampai di situ, jam 01:30 Wisnu menyelinap masuk ke kamar menggunakan kunci cadangan, Wisnu sengaja menggandakan kuncinya untuk memudahkannya masuk tanpa ketahuan siapapun.
Via yang tengah tidur nyenyak tidak menyadari kedatangan Wisnu, Via malah mengigau tentang makanan enak dalam mimpinya.
“ Wanita ini hanya tahu tentang makanan saja, biarkan saja dia tidur sampai lupa untuk bangun, dia cerewet dan membuatku tidak bisa berkata apapun di hadapan Kaila.” batin Wisnu.
“ Gaya tidur yang buruk! sangat buruk, berpakaian seperti itu tidak memakai selimut apa dia masih seorang anak kecil yang bebas. Benar-benar mengundang pria mesum.” gumam Wisnu sambil menepuk jidat.
“ Begini sudah baik, biarkan aku tidur di dekatmu sebentar saja.” Wisnu tidur seranjang dengan Kaila.
Wisnu hanya tidur telentang tanpa melihat Kaila yang begitu menghoda, tapi tiba-tiba Kaila memeluk Wisnu dan menindihkan kakainya di badan Wisnu.
Wisnu berusaha tenang untuk mengendalikan dirinya, Wisnu mengangkat kaki Kaila dan menyingkirkan dari badannya.
“ Kenapa kamu sangat tidak sabar untuk menjauhiku? apa kamu tidak menyukaiku?.” ucap Kaila dalam mimpinya.
Wajah Wisnu memerah dengan ucapan Kaila, Wisnu tidak tahu kalau Kaila mengatakan hal itu tanpa sadar, dan hanya di dalam mimpi.
“ Aku pikir dia benar-benar berkata itu untukku, ternyata dia hanya bermimpi saja.” wajah merah berubah jadi suram dan kecewa.
Wisnu terpaksa membiarkan Kaila berlaku sesuka hatinya, Wisnu juga tidak menolak saat Kaila memeluk dan melecehkannya tanpa sadar.
“ Jika begini terus kapan aku bisa tidur??.” batin Wisnu dengan merintih.
__ADS_1
Hari telah pagi.
Via menobrak pintu Kaila agar bangun dari tidurnya. “ Kaila, cepat bangun! kita sudah terlambat.” teriak Via dari luar.
Karena tidak ada respon Via membuka pintunya dengan soapn dan menyebut permisi. “ Astaga! benar saja, dia masih tidur dan tidak mendengar teriakanku tadi.”
“ Kaila bangun! bangun, kita sudah terlambat, ayo cepat bangun, kita harus segera pergi bekerja.” Via berusaha membangunkan Kaila yang tidur seperti orang mati.
“ Hemm, ada apa? kenapa begitu berisik, aku masih ngantuk.” Kaila enggan bangun dan malah berbalik badan.
“ Kaila, ini sudah jam 07:30 pagi, kita akan terlambat jika terus tidur seperti ini.”
“ Apa!? jam 07:30??.” dengan terkejut.
“ Bukan! sekarang sudah jam 07:35.” bentak Via.
“ Aku harus cepat-cepat mandi, aku tidak boleh terlambat bekerja.” Kaila berlari pergi ke toilet untuk membersihkan diri.
15 menit berlalu, Kaila selesai bersiap dan segera pergi ke perusahaan Yhusi. Di perusahaan semua karyawan sudah bekerja, itu artinya kalau Kaila dan Via terlambat.
“ Mati kita! bagaimana ini? ini semua salahmu Kaila, kamu susah untuk bangun dan menyebabkan kita terlambat. Bagaiamana kalau kita di hukum membersihkan semua toilet? bisa-bisa tanganku kasar lagi.” Via merenge ketakutan.
“ Sudah-sudah jangan menangis lagi, kita hadapi masalah ini sama-sama, aku tidak akan menyulitkanmu tenang saja.” Kaila masih santai dan tidak panik.
Kaila menarik Via untuk masuk ke dalam perusahaan. Kaila dan Via hendak akan duduk tapi Manajer meneriakinya dengan keras.
“ Hei! kalian berdua mau ngapain duduk di kursi kerja? cepat temui aku di ruang kerja.” teriak Manajer Shu dengan sinis.
“ Ba, baik Manajer Shu.” jawab Via.
“ Kaila ini bagaimana? aku takut, dia pasti akan memarahi kita lagi.” Via menggenggam tangan Kaila.
“ Sudahlah, jangan tunjukan ketakutanmu pada orang lain, itu akan membuat orang lain semkin mudah menindas kita, anggap saja kalau Manajer adalah mak lampir berambut putih.” bisik Kaila dengan menghibur Via.
“ Huahahaha! kamu benar juga, rambut Manajer seperti mak lampir. Menakutkan.” Via tidak bisa menahan tawanya.
“ Jangan bicara sembarang tentang Manajer, bagaimana kalau dia mendengar kalian, bisa-bisa kalian di pecat tanpa ampun, apa lagi dia terkenal kejam gajih kalian pasti tidak akan di kasih. Kasihan.” ucap karyawan wanita.
“ Diam! dia itu bukan kejam, lebih tepatnya pemerasan pada orang miskin seperti kita.” balas Via dengan kesal.
__ADS_1
BERSAMBUNG