CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode18


__ADS_3

Kaila memandang wajah Wisnu yang serius mengobati lukanya, langsung tersentuh dan wajahnya pun merona karena gerogi.


" Sudah selesai." Ucap Wisnu sambil melihat wajah Kaila.


" Ahh? Terima kasih." Saut Kaila sambil memalingkan wajahnya.


" Wajahmu kenapa merah tuh?." Tanya Wisnu.


" Ahh? Aku.. Aku tidak papa kok." Saut Kaila dengan Panik.


" Sepertinya kau Demam ya? biar aku mengecek suhu tubuhmu." Wisnu hendak menyentuh jidat Kaila.


" Tidak perlu, aku baik-baik aja." Kaila menepis tangan Wisnu.


" Kau Bandel ya, kayak anak kecil tahu gak?." Wisnu memaksa dan berhasil menyentuh jidat Kaila.


" Sepertinya kau tidak papa, suhu tubuhmu baik-baik aja." Wisnu.


" Kan sudah kubilang, aku tidak papa." Kaila menyingkirkan tangan Wisnu.


" Pergilah, aku mau istirahat sebentar, kepalaku pusing jadi kau jangan ganggu aku dulu." Kaila menarik selimut dan bersembunyi.


" Baiklah, kau istirahat ya!." Wisnu mengelus kepala Kaila dengan lembut.


Setelah Wisnu keluar, Kaila membuka selimutnya dan bangun dengan kesal. Kaila memikirkan apa yang terjadi tadi padanya, jantungnya berdebar kencang, membuat Kaila bingung dan tidak bisa menerima kalau dirinya Jatuh Cinta sama Wisnu.


" Aku harus tenang, aku tidak boleh Panik, semakin aku Panik jantungku semakin tidak bisa di tahan." Gumam Kaila mengelus dadanya.


" Ada apa dengan jantungku, kenapa jantungku berdedak begitu kencang saat Kaila menatapku tadi? dan kelihatannya wajah Kaila merona tadi, kenapa ya?." Wisnu merasa malu dan heran dengan apa yang terjadi padanya dengan Kaila.


Wisnu menyibukan diri dengan mengurus Perusahaan dari rumah. Adira Pramana terus menghubungi Kaila karena khawatir dengan keadaan Kaila. Wisnu yang memegang ponsel Kaila sangat terganggu karena ponselnya terus bunyi tak henti-henti.


" Apa dia sengaja membuatku marah, apa sekhawatirnya begitu sampai-sampai dia tidak menyerah dan terus menghubungi Kaila." Wisnu marah karena Adira Pramana terus menghubungi ponsel Kaila.


Wisnu pergi ke kamarnya dan meninggalkan barang-barangnya di meja ruang tamu. Kaila segera mengambil ponselnya dan segera kembali ke kamarnya dengan Panik.


" Untunglah, aku bisa mengambil ponselku tanpa ketahuan Wisnu, kalau tidak, aku tidak tahu apa yang akan di lakukannya." Kaila merasa lega.


" Di mana berkas yang sudah kutaruh di lemari? perasaan. Aku simpan di sini, tapi kok, tidak ada ya." Wisnu mencari-cari berkas penting bagi Perusahaannya.

__ADS_1


Wisnu tidak menemukan berkasnya. Akhirnya Wisnu pergi dan bertanya ke pada Kaila.


" Kaila, apa kau masih tidur?." Sapa Wisnu dari luar.


Woahh!


Kaila teriak dan tak sengaja menjatuhkan ponselnya karena kaget.


" Kaila, Kaila? kau kenapa? Kaila buka pintunya." Wisnu khawatir mendengar Kaila berteriak.


" Iya, aku tidak papa kok!." Teriak Kaila dengan Panik.


" Buka pintunya, Kaila." Wisnu.


Kreekk!


Kaila membuka pintunya dengan merasa bersalah, Wisnu langsung menggoyang-goyangkan Tubuh Kaila karena cemas.


" Wisnu! apa yang kau lakukan? sakit tahu." Kaila marah.


" Kau tidak papa Kaila?." Tanya Wisnu sambil melihat tubuh Kaila.


" Aku tidak papa." Saut Kaila.


Karena penasaran, Wisnu masuk dan melihat-lihat di sekitar kamar Kaila. Wisnu mendapati ponsel yang sedang di sembunyikan di bawah bantal, karena terburu-buru sampai Kaila Ceroboh dan tidak rapih menyembunyikannya.


" Ternyata benar, Kaila menyembunyikan sesuatu, dia berani mengambil ponselnya tanpa izin dariku." Gumam Wisnu.


" Kaila, apa kau menyembunyikan sesuatu dariku? kelihatannya kamu sangat gugup dan tidak tenang sejak aku masuk ke kamarmu." Tanya Wisnu menyindir.


" Tidak, aku tidak menyembunyikan apa pun darimu. Hehee." Kaila Panik dan merasa bersalah.


" Benarkah?!." Ucap Wisnu.


" Iya-iya, aku tidak berbohong padamu, dua rius dehh." Kaila tersenyum dengan gugup.


Tiba-tiba ponsel Kaila berdering keras dan membuat Wisnu memolototinya. Kaila semakin Panik melihat Wisnu yang tampaknya marah padanya, Kaila segera mengambil ponselnya, tapi tangan Kaila di tahan dan di cengkram Wisnu, hingga menyebabkan tangan Kaila berbekas dengan cengkraman Wisnu yang terlalu kuat.


" Aww! sakit!." Kaila kesakitan.

__ADS_1


" Kau yakin kalau kau tidak berbohong padaku, Kaila?." Wisnu menepiskan tangan Kaila dengan sadis.


" Aku, aku, aku tidak bermaksud Wisnu. Maafkan aku." Kaila merasa bersalah dan mengeluarkan air matanya.


" Sebaiknya kau Introfeksi diri sebelum kau, aku Maafkan." Wisnu mengambil ponselnya dan lekas keluar dari kamar Kaila.


" Ahh! dia benar-benar kejam, aku benci dia, aku benci dengan sikap yang kasar dan dinginnya terhadapku. Aku benci kamu Wisnu!." Kaila berteriak sepuasnya dan melepaskan rasa sakit hatinya.


" Kaila, ternyata kau membenciku hanya karena masalah sepele." Wisnu menyandar di depan pintu kamar Kaila.


Wisnu turun ke bawah dan memikirkan Kaila. Tanpa di sadari Wisnu melupakan kalau Proposal miliknya hilang entah ke mana. Wisnu tertidur di sofa sambil memegang ponselnya Kaila.


Kaila turun dan melihat Wisnu yang sudah mengambil ponselnya, Kaila mengendap-endap dengan hati-hati dan mengambil ponsel yang di tangan Wisnu.


Kaila berhasil mengambil ponselnya tanpa membuat Wisnu bangun dari tidurnya, Kaila segera pergi keluar dan ingin melarikan diri dari Villa Wisnu.


" Aku harus secepatnya pergi dari sini sebelum Wisnu bangun dan melarangku untuk pergi." Kaila terburu-buru dengan penuh ketakutan.


" Aku harus pergi ke mana sekarang, di sini tidak ada jalan lagi selain Danau yang sangat dalam itu." Gumam Kaila dengan bingung.


" Sepertinya tidak ada pilihan lagi, selain aku harus berenang sepanjang 30 km untuk mencapai dasar Danau ini." Kaila bertekad untuk kabur.


Kaila berenang dengan cepat dan bersemangat untuk kabur, tapi lama kelamaan Kaila kedinginan dan sudah tidak kuat lagi karena terlalu dingin, membuat Kaila lemas bahkan kakinya kaku tidak bisa di gerakan.


" Kenapa kakiku keram seperti ini? Hiks. Aku harus kuat agar aku bisa pergi dari sini." Gumam Kaila.


Kaila terus berusaha berenang walaupun kakinya kaku, tapi Kaila tidak bisa bertahan dan tenggelam.


" Aku sudah tidak kuat lagi, sepertinya aku akan mati di saat seperti ini." Kaila mulai menyerah dan tenggelam.


" Tolong aku! aku tidak mau mati sebelum aku bertemu dengan Orang tua kandungku. Kumohon tolong aku." Kaila tenggelam secara perlahan.


Ketika Kaila hendak menutup matanya, Kaila melihat ada seseorang yang sedang berenang dan mengulurkan tangan padanya. Wisnu yang cemas dengan cepat berenang menuju ke bawah untuk menyelamatkan Kaila.


" Kaila, kumohon bertahanlah. Aku akan menyelamatkanmu, aku tidak mau kehilanganmu, Kaila." Gumam Wisnu sambil menuju ke atas dasar Danau.


Ketika di dasar Danau, Wisnu berusaha mengeluarkan air yang tertelan Kaila. Wisnu sangat bingung karena Kaila tak sadar juga, akhirnya Wisnu memutuskan untuk memberi Nafas buatan agar Kaila sadar.


" Aku harus menolongnya, kalau tidak, Kaila pasti akan mati." Gumam Wisnu.

__ADS_1


Wisnu berusaha dan sangat cemas, perasaan campur aduk di rasakan olehnya ketika Wisnu mencium Kaila untuk memberikan Nafas buatan.


BERSAMBUNG


__ADS_2