CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA

CINTA PRESDIR DAN GADIS BIASA
Episode21


__ADS_3

Di apartemen.


“ Aku tahu kau tidak tidur, jadi jangan berpura-pura lagi di hadapanku.” Ujar Wisnu dengan dingin.


“ Dia tahu kalau aku pura-pura tidur! tapi buat apa dia datang kemari? bukankah tadi kita baru saja berpisah. Setelah lama bersama di Villa sekarang dia mau aku berbuat apa lagi untuknya, mana kalung milikku masih sama dia lagi.” Batin Kaila.


“ Tidak usah ngebatin yang bukan-bukan! lebih baik kau bangun dan bicara padaku, agar kamu tidak perlu menebak apa maksudku datang kemari.” Wisnu bersikap seolah-olah dia tahu isi hati Kaila.


“ Apa? dia tahu apa yang aku pikirkan! apa jangan-jangan dia bisa mendengar suara hati seseorang.” Kaila semakin ketakutan.


Dengan perlahan Kaila membuka selimutnya dan duduk dengan penuh ketakutan.


“ Kenapa kamu pergi dari kediaman Li?.” Tanya Wisnu.


“ Hah! jadi dia datang ke sini hanya mau tanya hal itu!.” Batin Kaila.


“ Jawab!.” Bentak Wisnu.


“ Tidak ada apa-apa! itu kemauanku saja. Lagi pula itu bukan urusanmu, ngapain kamu ikut campur dalam masalahku.” Balas Kaila dengan kaget.


“ Jadi kamu pikir itu bukan urusanku?.” Wisnu terlihat marah dan langsung berdiri.


Wisnu mendekat dan membuka kancing bajunya dengan marah.


“ Hei! apa yang mau kau lakukan?.” Teriak Kaila dengan terkejut.


“ Kaila, apa yang terjadi dengannya? apa yang sedang kalian lakukan di sana? jangan buatku cemas.” Via tidak tenang setelah mendengar Kaila teriak.


“ Jika kau mau temanmu tahu apa yang akan kulakukan sekarang, kau boleh teriak dan mengundangnya untuk menonton pertunjukan kita di ini.” Senyum sinis.


“ Kau!.” Kaila semakin bingung dengan maksud Wisnu.


Setelah selesai membuka baju di lanjut dengan membuka sabuk celana. Melihat Wisnu membuka sabuk celana membuat Kaila gemetar ketakutan.


Wisnu duduk di ranjang dan mengambil selimut. “ Apa yang mau kau lakukan padaku? tolong jangan berbuat seperti itu, kumohon tuan. Aku janji, aku akan menceritakan semuanya padamu.” Kaila memohon agar Wisnu tidak melecehkannya.


“ Ada apa denganmu? aku tidak akan melakukan apapun.” Wisnu merangkul Kaila yang tengah duduk ke pangkuan nya.


“ Lepaskan, kau barusan bilang padaku kau tidak akan melakukan apapun padaku.” Kaila berontak karena Wisnu memeluknya.


“ Diamlah, aku hanya ingin memelukmu dan tidur denganku.” Wisnu menutup matanya dengan memeluk Kaila.


Kaila berhenti berontak dan melihat wajah Wisnu yang tidur. “ Apa, dia benar-benar tidur?.”


“ Mungkin menurutinya lebih baik dari pada membuatnya marah. Dia rela datang kesini hanya untuk bertanya padaku masalah kenapa pergi dari kediaman Li.” Batin Kaila sambil menutup matanya dan menikmati pelukan Wisnu.


Di tengah malam, orang lain pada tidur dengan nyenyak, tapi Via malah terus mondar-mandir dan berusaha mendengar kejadian di dalam kamar.

__ADS_1


Di pagi hari, Kaila terbangun jam 6 pagi.


Kaila kaget dong karena di sampingnya ada Wisnu yang tertidur lelap, Kaila lupa kalau semalam mereka sepakat untuk tidur bersama.


“ Sebelum dia bangun, aku harus cepat-cepat mandi agar tubuhku wangi dan tidak dekil lagi.” Gumam Kaila.


Setelah selesai mandi Kaila melihat Wisnu yang masih tertidur lelap. Kaila keluar kamar dengan rambut masih basah.


“ Kaila, apa kau tidak papa? aku sangat cemas mendengarmu teriak semalam. Aku takut bos mu melakukan sesuatu padamu.” Dengan panik Via menghampiri Kaila dan mengecek semua tubuhnya.


“ Aku tidak papa. Semalam dia hanya bertanya apa alasanku pergi dari kediaman Li, hanya itu saja kok.” Penjelasan Kaila dengan merasa bersalah.


“ Apa itu benar, kau tidak membohongiku kan?.” Via menunjuk ke arah rambut yang basah.


“ Tidak.” Balas Kaila.


“ Terus kenapa pagi-pagi begini sudah mandi? keramas lagi. Pasti ada sesuatu ya kan?.” Via terus menggoda Kaila.


“ Kau ini, aku tidak melakukan apapun. Semalam aku tidur di bawah dia di atas. Udah gitu aja.” Ujar Kaila sambil minum air putih.


“ Hah! kamu tidur di bawah, dia tidur di atas?.” Mata Via bersinar bintang dan penasaran dengan kelanjutannya.


“ Iya, memang nya kenapa si? ada yang salah ya?.” Jawaban yang begitu polos.


“ Tidak papa. Hahaa, gkgkgk.” Tanpa henti Via terus ketawa sendiri dan membayangkan bagaimana cinta sejati itu di mulai.


Via terlalu lelah karena tidak tidur semalaman, Via langsung menjatuhkan dirinya ke sofa seperti orang yang mati. Kaila yang panik berusaha membangunkan Via, tapi Kaila bersukur karena detak jantung Via masih ada.


Tak di sengaja Kaila melihat Wisnu yang baru keluar mandi dengan memakai handuk kimono berwarna pink punya Kaila. “ Kau! kenapa kau memakai handuk punyaku?.” Teriak Kaila.


“ Jika bukan punyamu terus aku harus pakai handuk yang mana? aku tidak membawa handuk, bahkan baju saja aku tidak membawanya.” Jawab Wisnu dengan tenang sambil duduk manja di ranjang.


“ Hah! apa yang dia lakukan? itu seperti seorang wanita yang sedang menggoda pria kaya.” Kaila menepuk jidatnya.


“ Kemarilah, bantu aku keringkan rambut.” Suruh Wisnu.


“ Apa?! mengeringkan rambutmu?.” Dengat terkejut.


“ Iya, terus mau kamu aku menyuruhmu apa?.” Wisnu meledek Kaila yang baper.


“ Tidak-tidak. Bukan seperti itu maksudku. Aku akan mengeringkan rambutmu sekarang.” Dengan cepat Kaila mengambil mesin pengering rambut.


Beberapa menit kemudian. “ Sudah selesai.”


Wisnu menarik tangan Kaila sampai terjatuh di badannya. Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain, kesadaran pun menghilang karena mereka terpesona dengan bibir yang merah.


Wisnu mendekat dengan perlahan dan berniat untuk mencium Kaila. “ Ting tong!.” Suara bel.

__ADS_1


“ Ehem!.” Wisnu pura-pura batuk karena kaget mendengar suara bel.


“ Emm, aku akan membuka pintunya.” Kaila segera berdiri dengan wajah merona.


Di luar pintu kamar, Kaila menghela nafas dan menepuk jidatnya agar sadar dengan tingkahnya tadi. “ Aku ini kenapa bodoh sekali? bisa-bisa nya aku terpesona dengan tatapan nya itu.”


Suara bel terus bunyi karena Kaila malah bergumam sendirian dengan tidak jelas. “ Iya-iya, aku akan membukanya sekarang. Menyebalkan.”


Krek! pintu terbuka, betapa terkejutnya Kaila ketika tahu kalau yang datang itu Adira Pramana.


“ Apa yang kau lakukan di sini?.” Tanya Kaila dengan dingin.


Adira meraih tangan Kaila dan memelas. “ Kaila, tolong dengarkan penjelasanku. Semua ini siasat Maria yang sengaja menjebakku. Tolong kamu percaya padaku, aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu Kaila.”


Maria datang dengan tiba-tiba dan menarik Adira keluar. “ Jadi ini yang kamu bilang mau ke kantor, hah? kau bilang padaku agar aku tidak datang ke kantormu, karena kamu mau menemui Kakak ku disini. Iya?.”


“ Sudah kuduga, Maria tidak akan melepaskan Adira begitu saja. Lebih baik aku menutup pintunya agar mereka tidak ribut di sini.” Batin Kaila.


“ Hei! kenapa kau menutup pintunya, hah? aku belum selesai bicara padamu tapi kau malah menutup pintunya.” Maria menahan pintunya agar tidak tertutup.


Awww! Kaila kesakitan karena terbentur ke pintu.


“ Kakak macam apa kau ini? kau sangat membenciku sampai kau mau menutup pintunya dan tidak mau menyuruhku masuk.” Teriak Maria dengan kesal.


“ Apa lagi yang mau kau inginkan dariku Maria? sudah cukup ya kamu terus menggangguku dari dulu. Bahkan tunanganku saja kau rebut dengan paksa, lihatlah dia, dia begitu tersiksa bersamamu yang bersikap Antusius.”


Maria semakin geram mendengar kata-kata Kaila padanya. “ Dasar kau kakak tidak tahu diri. Seharusnya kau berterima kasih padaku karena orang tua ku kau bisa hidup mewah seperti ini.”


Maria berniat menampar Kaila, tapi tangan Maria di hadang dan di cengkram dengan kuat.


“ Sebegitu beraninya kau berteriak di sini dan berniat menampar gadis kecilku.” Ujar Wisnu dengan tatapan menyeramkan.


“ Kau! siapa kau? berani-beraninya menyakiti tanganku.” Ucap Maria dengan terkejut.


“ Kenapa dia malah keluar si. Bagaimana kalau Maria memberitahu ayah kalau aku tinggal dengan pria asing.” Gumam Kaila ketakutan dan cemas.


“ Pergi dari sini atau aku panggilkan satpam untuk mengusirmu dari sini.” Dengan nada dingin.


“ Atas dasar apa aku harus menuruti perkataanmu. Kau hanyalah pria yang kesekian kalinya tidur dengan kakak ku, dia hanya wanita murahan dan hanya lah seorang pelacurr yang rela menjual diri demi uang. Ingat itu.” Maria menghempaskan tangannya dengan tertawa sinis.


“ Plak! tutup mulutmu. Sepertinya ayah dan ibu kurang mendidik adik ku yang tersayang ini. Baiklah, akan aku didik dengan caraku sendiri. Bagaimana caranya hidup di jaman sekarang yang penuh dengan siasat dan dosa.” Wajah Kaila menakutkan bagi Maria.


Wisnu menarik tangan Kaila dan memeluknya. “ Jangan kau kotori tanganmu hanya untuk orang rendahan seperti dia.”


“ Beraninya kau merendahkan ku! akan aku beri pelajaran padamu.”


“ Cukup Maria! kau membuatku malu di depan banyak orang. Dasar rubah licik.” Adira pergi karena malu begitu banyak orang yang menonton kebodohan Maria.

__ADS_1


“ Adira, kau mau ke mana? jangan tinggalkan aku Adira! Adira.” Maria mengejar Adira dengan panik.


BERSAMBUNG


__ADS_2