
Waktunya pulang kerja
Kaila membereskan semua berkas-berkasnya dan memberikan ke pada manajer CEO,
"Manajer,berkas nya sudah aku kerjakan" ucap Kaila sambil memberikan berkasnya
"Iya,terima kasih Kaila.aku sangat puas dengan kerja kerasmu ini" ucap manajer memuji Kaila
"Ahh~Manajer bisa aja,itu sudah seharusnya aku kerjakan jadi udah kewajiban aku untuk memberikan yang terbaik buat perusahaan Yhusi" ujar Kaila
"Baiklah,kau boleh pulang sekarang" ucap manajer
"Terima kasih manajer." saut Kaila sambil pergi ke luar
"Akhirnya pekerjaanku selesai tepat waktu,jadi sekarang aku akan pulang lebih awal agar ayah tidak marah lagi pada ku" ucap Kaila sambil mengambil tas nya
"Kaila apa kau akan pulang sekarang?" tanya Via sambil menghampiri Kaila
"Iya,apa kau sudah pulang juga?" tanya Kaila
"Tidak,aku akan pergi ke bar untuk bekerja paruh waktu" ujar Via
"Oh,apa aku boleh ikut dengan mu,aku juga ingin bekerja paruh waktu di bar itu" ucap Kaila
"Ahh,untuk apa kau bekerja paruh waktu,bukankah keluarga kamu terkenal kaya raya di kota H!" ucap Via dengan penasaran
"Tidak,itu uang keluarga li bukan uangku,jadi aku tidak ingin jika harus menyusahkan mereka lagi" ujar Kaila sambil bersedih
"Sudah-sudah,jangan bersedih lagi mari kita bekerja paruh waktu di bar bersama,bagaimana?" ucap Via sambil memeluk Kaila
"Iya baik" saut Kaila sambil kembali ceria lagi
kemudian Kaila dan Via pergi ke bar itu untuk bekerja,Kaila sangat senang karna dirinya bisa bekerja paruh waktu sehingga Kaila tidak akan meminta uang lagi sama ayahnya.
Kaila melayani pelanggan di bar itu,banyak pria hidung belang yang mengganggu nya sehingga membuat Kaila patah semangat dan tidak ingin melanjutkan pekerjaan nya.tapi Via terus mendukung Kaila agar Kaila tidak tergoda oleh uang yang di berikan pria hidung belang pada nya.
"Kaila apa kamu bisa bertahan di sini?" tanya Via dengan ragu
__ADS_1
"Ahh,iya aku sangat senang bisa bekerja di sini" saut Kaila
"Kaila jika kamu tidak terbiasa seperti ini maka kamu jangan bekerja di sini lagi lebih baik kamu pulang saja dan jangan bekerja di bar lagi" ucap Via dengan penuh kasih sayang
"Tidak,Via.kalau kamu bisa aku pasti akan bisa karna kita terlahir di nasib yang sama-sama anak pungut yang di besarkan oleh orang tua angkat kita" ucap Kaila
"Baiklah jika itu mau kamu maka aku akan terus mendukungmu" ucap Via sambil memeluk Kaila
Tak lama kemudian waktunya pulang,Kaila pulang sendirian karna rumah nya berbeda arah dengan rumah Via,ketika Kaila sedang berjalan sendirian tiba-tiba ada pria yang sedang mabuk dan mengganggu nya.
"Hei! gadis cantik,di mana rumah kamu? apa perlu abang antar pulang?" ucap pria hidung belang yang sedang mabuk
"Tidak usah bang,rumah aku dekat sebentar lagi sampai kok" ucap Kaila sambil menghindar dari para pria hidung belang itu
"Hei,tenanglah,aku hanya berbuat baik padamu dan ingin mengantar kamu pulang tapi kenapa kamu malah menolaknya" ujar pria hidung belang itu sambil menghalangi jalan Kaila
"Tidak,ku mohon jangan mendekat,jangan mendekat padaku" ucap Kaila sambil berteriak
"Tenanglah sayang,kami ini orang baik jadi jangan takut ya" ucap para pria hidung belang itu
Kaila terus berteriak dan memberontak dengan paksaan mereka,dan tiba-tiba ada seorang pria yang menolongnya dan menghajar mereka semua sampai mereka tidak sadarkan diri.
Kaila tidak banyak pikir ia langsung pulang ke rumahnya karna ayahnya sedang menunggunya di rumah.
"Kaila,kau sudah pulang?" ujar ayah Kaila
"Iya,ayah.maafkan aku jika aku terlambat pulang" ucap Kaila
"Sudahlah,ayah mau bicara pada mu nanti sekarang kamu bersih-bersih dulu karna nanti akan ada orang yang mau melamar kamu" ucap ayah Kaila
"Apa? lamaran? apa maksud ayah,apa ayah akan menjodohkan aku lagi dengan pria tua dan mesum itu?" ujar Kaila dengan kaget
"Bukan begitu Kaila,ayah hanya ingin menjodohkan kamu dengan pria yang lebih baik dan bertanggung jawab atas keluarga Li." ucap ayah Kaila
Kaila sangat bingung dengan keputusan ayah nya itu yang selalu menjodohkan dirinya dengan pria pilihan nya,tapi Kaila tidak bisa menolak permintaan ayahnya dan akhirnya Kaila menyetujui perjodohan nya kali ini.
"Baik,ayah.aku akan mendengarkan perkataan mu" ucap Kaila sambil pergi ke kamar nya
__ADS_1
ibu Kaila dan Meria li hanya terdiam tanpa kata ketika melihat ayah nya menjodohkan Kaila dengan seorang pria yang belum ia kenal.
waktunya sudah tiba di mana Kaila harus menerima perjodohan yang telah di siapkan oleh ayah nya itu.
"Kaila kemarilah,sebentar lagi keluarga pramana akan tiba di sini" ucap ayah Kaila sambil tersenyum
"Baik ayah." ujar Kaila sambil duduk di sofa tamu
tak lama kemudian keluarga pramana datang,tok tok tok.. suara pintu
"Ahh,itu pasti tuan pramana,dia sudah datang Kaila bersiaplah" ucap ayah Kaila sambil membukakan pintu
"Kailan sudah datang,ayo!kita masuk ke dalam putri aku sedang menunggu kalian dengan sangat senang" ucap ayah Kaila sambil menyuruh mereka masuk
"Terima kasih tuan Li,kehormatan bagi keluarga Pramana bisa berbesan dengan keluarga Li" ucap tuan Pramana sambil tersenyum
kemudian mereka masuk dan tuan Pramana memperkenalkan putra tunggal mereka yang bernama Adira Pramana,dan Maria li sangat terpesona oleh ketampanan nya sampai-sampai Maria li berdiri tegak dan menghampiri putra tunggal Pramana sambil tersenyum.
"Hallo,nama ku Maria li,dan~" ucap Maria li sambil menggoda Adira Pramana
"Adira Pramana!" saut Adira dengan wajah dingin sambil berjabatan tangan dengan Maria li dan melihat ke arah Kaila
"Baiklah,mari duduk dan kita akan membicarakan perjodohan ini sambil menyantap masakan istri tercintaku" ucap ayah Kaila sambil mempersilahkan mereka duduk
keluarga Li dan keluarga Pramana berdiskusi tentang pertunangan mereka dan tanggal nya sudah di tentukan oleh kedua pihak.
"Terima kasih tuan Li,karna sudah menyambut kami dengan hangat dan penuh hormat.bila ada waktu tolong tuan Li datang ke rumah ku biar kita bisa berbincang-bincang lagi tentang putra putri kita" ucap tuan Pramana
"Baiklah,nanti akan aku usahan untuk mampir ke kediaman Pramana" saut ayah Kaila
mereka pun pergi dari rumah keluarga Li,sedangkan Maria li terus merenge pada ibu nya agar dirinya yang di jodohkan dengan Adira Pramana.
"Ibu,kenapa ibu tidak bilang kalau putra Pramana sangat tampan dan mempesona,kalau aku tau dia sangan tampan kan biar aku aja yang menikah dengan nya.karna aku sangat menyukai nya" ucap Maria li sambil membayangkan wajah Adira Pramana
"Ibu juga tidak tau kalau dia sangat tampan,tapi ibu pastikan dia akan menjadi milik kamu ke depan nya" ujar ibu Kaila sambil menyeringai
Maria li sangat senang karna ibu nya selalu mendukungnya dan selalu memberikan apa pun yang ia inginkan.sedangkan ayah nya yang selalu menyayangi kedua anak nya dan tidak pernah membeda-bedakan antara Kaila dan Maria li.
__ADS_1
BERSAMBUNG