
Mata-mata yang di perintahkan Wisnu tidak bisa memberikan informasi apa-apa pada Wisnu, Yue Yan terlalu licik seperti rubah betina. Pandai menyembunyikan keburukan dari semua orang.
“ Tuan, nona Yue Yan membawa Manajer masuk ke dalam mobilnya, entah apa yang sedang mereka bicarakan di dalam. Saya benar-benar tidak bisa mendengar, bahkan mendekat saja tidak bisa karena pengikut Yue Yan terus berjaga di luar.” pesan singkat di kirim mata-mata untuk Wisnu.
“ Aku terlalu banyak berpikir dan bodoh, mana mungkin pencuri akan memperlihatkan kalau dirinya sudah mencuri pada orang lain. Sudahlah, sekarang aku tahu kalau Manajer Shu adalah orangnya Yue Yan. Kedepannya tidak boleh gegabah dan sembarang bicara masalah berkas penting padanya.” gumam Wusnu.
Yue Yan kembali ke lantai 30 untuk menemui Wisnu, di depan pintu ruangan Wisnu Kaila tengah mengepel lantai, Yue Yan marah dan berpikir kalau Kaila sengaja mengepel hanya untuk mencari perhatian dari Wisnu saja.
“ Anak ini benar-benar sangat berani, pantas saja Manajer berkata begitu tentangnya, rupanya dia sengaja ingin menggoda Wisnu lagi. Tidak akan aku biarkan kamu menggoda Wisnu.” batin Yue Yan dengan penuh amarah.
Yue Yan menendang ember berisi air dengan sengaja untuk mempermainkan Kaila, sudah bersalah tapi Yue Yan malah berpura-pura jatuh terpeleset.
“ Aduh! kakiku sakit! sakit sekali.” teriak Yue Yan.
“ Cih! sengaja menendang ember berisi air, masih sempat-sempatnya pura jatuh kepeleset. Dasar tidak tahu malu, aku tahu trik ini untuk memancing simpati dari Wisnu.” batin Kaila sambil tersenyum geli.
“ Hei! apa kamu tidak akan menolongku? aku jatuh gara-gara kamu! cepat bantu aku bangun, kakiku terasa sakit.” teriak Yue Yan mengundang Wisnu untuk keluar.
“ Nona, bukankah kamu yang sengaja menendang ember pel nya, hingga menyebabkan lantainya basah seperti ini.” jawab Kaila.
“ Apa yang kau bicarakan? aku tidak mengerti sama sekali.” masih pura-pura.
Krek!
Wisnu keluar dari ruangannya dan melihat pemandangan yang tidak biasa. Wisnu hanya berdiri tegak tanpa membantu Yue Yan yang masih terduduk di lantai.
“ Sayang? aku jatuh. Lantainya licin, dia tidak bisa mengepel dengan benar. Pecat saja dia.” Yue Yan malah bersikap manja pada Wisnu.
“ Cih! sangat menjijikan.” batin Kaila.
Wisnu menghampiri Yue Yan dan membantunya untuk berdiri. “ Bangun.”
“ Iya, terima kasih sayang.” Yue Yan senang karena Wisnu mau membantunya.
“ Hei kamu! karyawan tidak tahu diri, sudah di gajih dengan besar tapi malah ingin mencelakai orang. Tidak tahu di untung.” Yue Yan ngelunjak karena di tolong oleh Wisnu.
“ Nona, sebaiknya Anda perhatikan ucapanmu. Aku sama sekali tidak ada niat untuk mencelakai orang, apa lagi kamu.” jawab Kaila.
“ Kamu pikir aku akan percaya dengan kata-katamu itu hah?.”
“ Itu terserah padamu, yang penting aku tidak pernah mencelakai siapapun.”
“ Tapi kamu sengaja membasahi lantainya agar aku jatuh kan?.”
__ADS_1
“ Bukankah nona sendiri yang menendang ember pel nya, sudah tahu ember itu sangat besar dan jelas, kenapa bisa di tendang.” Kaila nyindir keras.
“ Kamu!!!.” Yue Yan kesal karena tidak bisa mengalahkan Kaila.
“ Cukup! apa kalian akan bertengkar di sini? di hadapanku? kalian pergi dari sini sekarang juga.” bentak Wisnu.
“ Tapi Wisnu?? aku masih mau di sini.” menolak untuk pergi.
“ Apa kamu tidak bisa mengerti bahasa manusia!?.” tanya Wisnu dengan wajah menakutkan.
Yue Yan menciut saat Wisnu menggertaknya. Yue Yan hanya bisa menundukan kepalanya dan membiarkan Wisnu pergi ke ruangannya.
“ Dia selalu seperti itu, menghinaku seperti binatang, menoleh ke arahku saja dia menampilkan ekspresi jijik padaku. Awas saja kau Wisnu, setelah aku mendapatkan apa yang aku inginkan kamu akan memohon padaku sampai menjilat kakiku.” batin Yue Yan dengan menyeringai.
Yue Yan bergegas pergi dengan wajah kesal, semua karyawan penasaran dengan kejadian yang menimpa Yue Yan, Wisnu menggertak Yue Yan di depan karyawan.
Ucap karyawan. “ Lihatlah, aku merasa kasihan sama dia, sudah kaya raya cantik elegant tapi CEO kita tidak pernah meliriknya, hanya membiarkan dia berkeliaran di perusahaan tanpa rasa suka padanya.”
Yue Yan mendengar pembicaraan karyawan yang bergosip tentangnya. “ Apa yang kalian bicarakan? apa kalian sudah bosan bekerja di sini? atau kalian hanya tahu bergosip saja setiap hari dan memakan gaji buta.” sindir Yue Yan pada karyawan itu.
“ Tidak nona, kami tidak bicara apa-apa tentangmu, tolong maafkan kami nona, kami salah.” seketika karyawan itu menunduk dan meminta maaf pada Yue Yan.
“ Baiklah, karena aku baik hati maka kalian bisa bekerja di sini, tapi ingat jika aku mendengar di sini ada yang bergosip tentangku, kalian akan aku keluarkan dari perusahaan Yhusi. Apa kalian mengerti!?.” teriak Yue Yan sambil menyeringai.
“ Mengerti!!.” saut karyawan.
“ Nona, kita akan pergi ke mana?.” tanya sopir.
“ Pergi ke bar.” balas Yue Yan.
Yue Yan masih kesal pada Wisnu, itu sebabnya ia datang ke bar untuk minum menghilangkan amarahnya. Di dalam bar semua pria tampan melirik Yue Yan dan mencoba menggodanya, Yue Yan tidak tahan dengan ketampanannya dan menciumnya di depan umum.
“ Hei! apa yang kau lakukan?.” pria itu kaget karena Yue Yan tiba-tiba mencium bibirnya.
“ Apa yang aku lakukan? tentu saja melakukan keinginan kalian, bukankah ini yang kalian mau??.” ucap Yue Yan tanpa sadar.
“ Lihat, betaga agresifnya dia, sudahlah jangan kasih ampun lagi wanita cantik ini tidak akan buat kita rugi jika bermain semalaman dengannya.” ujar teman pria tampan itu.
“ Hehehee! ayolah, jangan malu-malu lagi, kakak akan mengajarkan kalian bagaimana cara menikmati hidup.” Yue Yan meraba dada pria itu dan membuka sabuk celananya.
Semua tamu di bar kaget melihat tingkah laku Yue Yan yang sangat mesum pada pria.
“ Lihat dia, apa dia akan melakukan itu di sini? benar-benar memalukan.” ucap tamu wanita itu.
__ADS_1
“ Sudahlah sayang, jangan lihat nereka lagi, mari kita bermain, aku sudah tidak tahan, aku sangat mencintaimu.” ucap pacar wanita itu.
Para tamu bebas melakukan apapun di bar itu, bar yang khusus untuk tamu VIP dan tidak akan ada paparazi yang bisa masuk ke bar, bar yang sangat ketat dengan privasi tamunya.
3 pria tampan itu melirik Yue Yan penuh dengan nafsu, satu-persatu bergilir untuk berciuman dengannya. Yue Yan sangat menikmati ciuman itu dan membuka bajunya sampai buah dadanya terlihat jelas.
“ Woah! tidak salah lagi mata kita, sudah cantik dan sangat besar sekali. Kita pasti akan puas malam ini. Ayo jangan sia-siakan kesempatan bagus ini.” pria itu berniat membawa Yue Yan ke hotel.
Yue Yan di gendong keluar sambil berciuman, Yue Yan tidak melepaskan ciumannya dari pri tampan itu. Saat pria itu memasukan Yue Yan ke dalam mobil tiba-tiba ada seorang pria yang memegang tangannya.
“ Siapa kamu? lepaskan tanganku, jika tidak maka aku tidak akan segan lagi padamu.” pria hidung belang itu tampak kesal karena perjalanannya di ganggu seseorang.
“ Berikan dia padaku. Dia pacarku, jadi kalian tidak berhak berlaku mesum padanya.” ujar Ho Jiazhen.
“ Apa? memberikannya padamu! apa kamu waras dengan perkataanmu itu? dasar tidak tahu malu.”
“ Mau waras atau tidak itu bukan urusanmu, sekarang serahkan dia padaku, jangan buang-buang tenaga untuk berkelahi denganku.” Ho Jiazhen masih santai.
“ Oo, tidak bisa, dia wanitaku, dia akan bermalam denganku malam ini. Tapi jika kau tidak mau pergi juga, aku terpaksa akan berlaku kasar padamu.” dengan bangga.
“ Baiklah, jika itu yang kau inginkan, maka aku akan mengabulkannya.” Ho Jiazhen menjentikan jarinya.
Bodyguard pribadi Ho Jiazhen datang di belakangnya, sekitar 6 orang banyaknya. “ Apa yang bisa saya bantu tuan Ho?.”
“ Bantu aku bereskan mereka, buat mereka patuh dan patahkan tangan mereka yang sudah menyentuh wanitaku. Oo, jangan lupa hancurkan mulutnya.” dengan kejam.
“ Baik tuan.”
“ Ini bagaimana? mereka terlalu banyak, kita tidak bisa menang melawan mereka.” pria tampan hidung belang itu ketakutan.
“ Diam!.”
“ Hei! jika kau punya keberanian jangan memerintahkan Bodyguard, mari kita berkelahi sampai mati.” teriak salah satu pria hidung belang itu.
Ho Jiazhen tidak bisa menahan emosinya, Ho Jiazhen mencoba merebut Yue Yan yang ada di dalam mobil. Pria hidung belang itu kalah terjungkal dengan tendangan Ho Jiazhen.
“ Apa kalian masih layak berkelahi denganku? Cih! mengotori tanganku saja.” Ho Jiazhen menggendong Yue Yan dan membawanya ke mobil.
Sedangkan pria hidung belang itu mati dengan mengenaskan. Bodyguard yang terlatih itu tidak perlu membutuhkan waktu lama untuk menghabisi 3 bocah tengik itu.
“ Jangan sisakan jejak bukti sedikitpun, kalau tidak, maka kalian tidak akan hidup sampai besok.” ucap Ho Jiazhen di telpon.
“ Baik tuan, saya mengerti.”
__ADS_1
Di dalam mobil Yue Yan terlihat agresif dan mencoba mencium Ho Jiazhen, tapi Ho Jiazhen masih jijik dengan mulut Yue Yan bekas ciuman dengan pria lain. Ho Jiazhen membawa Yue Yan ke Apartementnya untuk memenuhi hasrat Yue Yan. Ho Jiazhen sudah memastikan lokasi sekitarnya bahwa tidak ada orang yang mencurigakan yang akan memotretnya.
BERSAMBUNG