
Hari berikutnya.
Berita dunia mengejutkan dengan photo yang memperlihatkan seorang wanita tengah duduk di pangkuan Wisnu. Kaila panik dan meminta Wisnu untuk menemuinya di depan Apartemen.
“ Wisnu? apa kamu sudah melihatnya?.” tanya Kaila dengan panik.
“ Sudah, bagaimana denganmu?.” Wisnu tampak tenang saat menjawab telpon dari Kaila.
“ Tentu saja aku sudah melihatnya! jika tidak mana mungkin aku menghubungimu dan bertanya soal itu.” bentak Kaila.
“ Oo, jadi apa yang kau inginkan?.” tanya balik.
“ Apa yang aku inginkan!? kamu masih bertanya seperti itu padaku? apa kau waras Wisnu?.” bentak Kaila dengan keras.
“ Aku mau kamu menutup berita dengan cepat, aku tidak mau orang lain tahu banyak tentang kesalah pahaman ini.”
“ Memblokir maksudmu??.”
“ Iya, apapun itu yang jelas kamu harus segera menghilangkan berita tidak enak ini, aku takut jika terlalu lama akan membuat banyak orang tahu.”
“ Begitu rupanya, baru saja ada berita seperti ini dia sudah tidak tahan untuk memblokirnya. Jadi apa yang aku harapkan darinya? apa aku ingin dia berkata aku harus bertanggung jawab atau menjadi pacarnya. Aku benar-benar terlalu naif.” batin Wisnu dengan menyeringai.
“ Hei! Wisnu, apa kau masih di situ? hallo! kau masih bisa mendengarku kan?.” Kaila bingung karena Wisnu tidak meresponnya.
“ Iya, aku mendengarmu. Aku akan memblokirnya dalam waktu 2 menit, kau tenang saja dan pergi tidur.” Wisnu masih saja perhatian saat dirinya merasa kesal.
“ Bagaimana aku bisa tidur kalau berita itu membuatku panik. Aku tidak akan tidur sampai kamu melakukan itu sekarang.” balas Kaila dengan keras kepala.
“ Baiklah, kau tunggu saja.” Wisnu mematikan telponnya.
“ Mati begitu saja? dasar Wisnu bodoh! sudah tahu genting seperti ini tapi dia malah santai dan tidak melakukan apapun. Apa dia sudah lupa, dia itu CEO di perusahaan Yhusi, bagaimana jika perusahaan besar tahu akan jadi masalah besar.” Kaila memarahi Wisnu di belakangnya.
2 menit berlalu, Wisnu mengirimi pesan pada Kaila. “ Sudah kulakukan, jadi apa imbalanmu untukku?.” pesan singat dari Wisnu.
__ADS_1
“ Apa-apaan ini!? dia masih memikirkan imbalan saat seperti ini, seharusnya aku yang meminta imbalan padanya, karena dia namaku terseret dan di sebut wanita malam yang menggoda CEO dari perusahaan Yhusi. Dasar tidak tahu malu, pria bajingan.” Kaila emosi sampai melemparkan ponselnya ke bawah.
Kring kring!
Ponsel Kaila berbunyi setelah di lempar ke bawah.
“ Hah! masih nyala? sukurlah masih nyala, tapi kaca depannya retak, aku tidak bisa melihat siapa yang sedang menelponku saat ini. Sudahlah, mungkin ini hanya telpon orang asing saja, kalau tidak ayah yang menelponku karena rindu.” Kaila membersihkan ponselnya dari kotoran yang menempel.
“ Hallo! ayah apa ini kau?.” tanya Kaila dengan bersemangat.
“ Ini aku!.” jawab Wisnu dengan dingin.
“ Kamu! masih berani menelponku lagi setelah minta imbalan padaku? dasar tidak tahu malu.” teriak Kaila.
“ Aku menelponmu hanya ingin memastikan kalau kamu tidak sedang mengutukku.”
“ Apa maksudmu? mengutuk, siapa yang mengutukmu? jangan sembarang bicara kamu!.” merasa bersalah.
“ Oo, benarkah? tapi aku dengar kamu menyebutku si bodoh yang tidak tahu malu. Apa ini bukan mengutuk namanya? lalu apa ini? oh! aku tahu, kamu mau aku berterima kasih padamu karena sudah mengutukku dengan kejam seperti itu.” Wisnu mulai menyeringai.
Kaila membanting ponselnya dan menginjak agar ponsel itu rusak dan tidak bisa di pakai lagi. “ Heh! seperti ini baru benar, lebih baik tidak punya ponsel dari pada setiap hari di ganggu Wisnu si bodoh itu. Lebih seram dari hantu ketika dia menelponku tiba-tiba dan menyuruhku melakukan hal yang tidak masuk akal.” gumam Kaila dengan senang.
Tut tuuutttt!
“ Ada apa ini? kenapa tiba-tiba telponnya mati? apa pulsaku habis?.” Wisnu mengecek sisa pulsa yang di milikinya.
“ Masih penuh? astaga aku lupa kalau pulsa milikku tanpa minimum, jadi tidak mungkin habis pulsa. Apa terjadi sesuatu pada Kaila?.” Wisnu terlalu banyak berpikir.
Wisnu segera mengambil mantel berwarna biru di padukan dengan piyama panjang berwarna biru, membuat penampilan Wisnu sangat cerah dan tampan sekaligus imut.
“ Semoga tebakanku salah.” batin Wisnu.
Setelah sampai di depan Apartemen, Wisnu segera turun untuk memastikan bahwa Kaila baik-baik saja. Saat Wisnu berjalan tiba-tiba Wisnu menginjak ponsel milik Kaila yang sudah rusak, Wisnu mengambilnya dan memperhatikan ponsel itu baik-baik.
__ADS_1
” Ini tidak baik, ini sangat buruk. Aku tahu kalau ponsel ini sengaja di lempar dan di rusak oleh seseorang, tapi siapa dia? apa Kaila di culik? tidak, itu tidak mungkin! bagaiaman bisa Kaila di culik. Aku harus memastikan dulu sebelum bertindak.” gumam Wisnu dengan panik.
Wisnu berlari masuk ke Apartemen untuk menemui Via sahabat Kaila, karena Wisnu yakin kalau Via pasti mengetahui keberadaan Kaila sekarang.
Brak!
Wisnu menendang pintu kamar sampai jebol dan rusak, pintu tidak bisa menahan tendangan Wisnu sampai pintu itu terbelah dengan sangat kacau.
“ Hah! apa itu!?.” Kaila yang tengah makan bersama Via terkejut dan menghempaskan piringnya ke belakang.
Wisnu melihat Kaila baik-baik saja sangat senang dan segera memeluknya. “ Sukurlah kamu baik-baik saja Kaila, aku takut setengah mati, aku tidak rela jika kau sampai terluka.” batin Wisnu di pelukan Kaila.
“ Wisnu! apa yang kau lakukan? lepaskan aku! cepat kepaskan aku!.” Kaila berontak dan memukul Wisnu dengan keras.
“ Biarkan aku memelukmu sebentar saja.” gumam Wisnu dengan nada panik.
Kaila berhenti berontak dan mulai merasakan detak jantung Wisnu yang kencang, Kaila tidak tahu penyebab Wisnu sampai panik seperti itu. Tapi Kaila memberikan pelukan itu dengan suka reka dan senang saat merasakan detak jantung Wisnu yang kencang.
Via seperti nyamuk pengganggu saat melihat mereka berpelukan, Via sengaja menggoda Kaila agar tidak bermesraan lagi di depannya. “ Ehem! berapa lama lagi kalian akan berpelukan hah? apa masih tidak cukup buat pintu kamar milikku hancur, sekarang malah bermesraan di depanku, sudah tahu aku ini tidak pernah pacaran dan seorang jomblo, tapi kalian dengan santainya membuatku iri saja.” sindir Via.
Wisnu dan Kaila melepaskan pelukannya masing-masing dengan wajah memerah.
“ Uhuk uhuk! maafkan aku, aku terlalu sembrono dan tidak bisa mengendalikan diriku.” Wisnu mengalihkan pandangannya.
“ Mengendalikan apa? jika ingin melakukan itu tidak seharusnya sampai merusak pintu kamarku kan? nafsu ya nafsu, tapi gak gini juga kali.” Via sengaja memberikan kode keras untuk Wisnu dan Kaila.
“ Tidak, tidak bukan itu maksudku, aku hanya.” Wisnu mencoba menjelaskan maksudnya pada Via.
“ Aku tahu Presdir, maafkan aku, aku tidak akan menganggu kalian lagi, silahkan lanjutkan di kamar saja.” memotong tanpa perasaan.
“ Ya ampun, bagaimana cara menjelaskan padanya, aku sangat malu sama Kaila. Dari tadi dia menunduk dan melirikku tanpa henti, ini sebuah kecelakaan saja, sebenarnya kalian salah paham padaku.” batin Wisnu.
“ Hemm, itu, apa kamu baik-baik saja Kaila. Dengarkan aku tadi itu hanya salah paham, maafkan aku, aku tidak bermaksud melakukan itu padamu.” Wisnu malu-malu dan berusaha menjelaskan maksudnya pada Kaila.
__ADS_1
“ Yaa begituh sikap pria yang sedang di mabuk cinta, pura-pura lupa dan tidak ingin di salahkan. Sudah jelas kalau dia sangat agresif tadi, tapi sekarang malah bilang kalau itu hanya kecelakaan saja, benar-benar aneh.” celetuk Via yang tidak berperasaan.
BERSAMBUNG